
Aria berjalan menuju dapur untuk membantu Nerissa. "Tante, ria bantu ya."kata Aria sambil mengambil piring dan meletakkannya ke meja makan.
"terimakasih cantik."kata Nerissa tersenyum
tak lama kemudian, semua masakan tersaji diatas piring dengan. "akhirnya selesai." batin Aria
"Aria, panggil mareka berdua."perintah Nerissa kepada Aria.
"baik, Tante."ucap Aria lalu pergi ke ruang tengah.
sesampainya di ruang tengah. Aria menghela nafas melihat kedua lelaki yang sedang duduk disofa memalingkan wajahnya satu sama lain seperti anak kecil. "dasar kekanak-kanakan."gumamnya
"hei, kalian berdua."panggil Aria membuat kedua lelaki itu menatapnya heran.
"waktunya makan."kata Aria
mareka duduk di kursi dengan makanan yang sudah terhidang didepan Mareka. Nerissa mengambilkan nasi dan memasukkannya ke piring Mareka bertiga. "terimakasih Tante."kata Aria yang hanya dibalas senyuman oleh Nerissa.
Dengan gembira Arvin memakan makanan yang dimasak oleh Nerissa. baru saja Aria ingin menyuap sesendok nasi pandangannya pun bertabrakan dengan Arga yang juga menatapnya.
Aria mengalihkan pandangannya kearah lain dengan buru-buru. "Aria, ada apa?"tanya Arvin
"tidak apa-apa."jawab Aria tersenyum
"... Tante, tadi aku lihat di depan rumah ini ada banyak tanaman, jadi. bolehkah aku kesana."tanya Aria kepada Nerissa
"tentu saja boleh."jawab Nerissa ramah
Aria berdiri dari duduknya. "kau mau pergi sekarang?"tanya Nerissa
"iya, Tante."jawab Aria
"baiklah. Arga, temani Aria."perintah Nerissa kepada Arga yang sedang melamun
"hah?hm.. baik."jawab Arga.
"tidak perlu, biar aku saja."kata Arvin
"Arvin, bukankah kau sudah lama tidak makan masakan Tante. apakah masakan Tante tidak enak sampai kau ingin pergi?"tanya Nerissa sedih
"jadi, kau akan menemani Tante disini kan?"tanya Nerissa yang dibalas anggukan oleh Arvin
Arga dan Aria pun pergi kedepan rumah. Arga hanya terdiam melihat Aria yang sedang menatap bunga yang mekar dengan tatapan berbinar sedangkan dirinya duduk di kursi.
"rasanya sudah lama ya?"Tanya Arga memulai percakapan
Aria menoleh menatap Arga. "apa maksudmu?"tanya Aria heran
"seperti ini."jawab Arga membuat Aria terdiam mengingat dirinya bersama Arga dulu dipadang bunga.
"apa kita bisa... kembali seperti dulu?"tanya Arga kepada Aria
"kembali seperti dulu?"ulang Aria
"iya."jawab Arga
Arga bangkit mendekati Aria dan memegang pipi chubby Aria dengan tatapan sendu. "bisakah?"tanya Arga
Aria menatap Arga lekat. "kembali seperti dulu...tapi...aku... sudah bertunangan."batin Aria
Aria tertegun dan mendorong tubuh Arga. "maaf, aku tidak bisa."jawab Aria tersenyum pahit
"kenapa? apa karena kau sudah bertunangan?"tanya Arga
Aria hanya terdiam sambil memeluk dirinya sendiri. "kalian hanya bertunangan kan? belum menikah. masih ada harapan untuk kita bersama."kata Arga
tanpa disadari Mareka berdua Arvin mendengar semua perkataan mareka dari jarak yang cukup jauh. "...aku mohon Aria."kata Arga sambil menggenggam kedua tangan Aria
"hah.... Arga, sudah terlambat. Minggu depan adalah pernikahanku."kata Aria membuat Arga terkejut
sedangkan dari jauh Arvin tersenyum mendengar perkataan Aria. "ini baru gadisku." batin Arvin
"maaf."kata Aria bersalah sambil melepaskan tangan Arga
Arvin mendekat dan melingkarkan tangannya ke leher Aria. "kau benar sekali sayang."kata Arvin
Arga terkejut melihat Arvin yang datang secara tiba-tiba. "maaf tapi kami harus pergi sekarang."kata Arvin tersenyum penuh kemenangan