
"uakh..."
Aria terkejut dan langsung menatap orang yang menggendong tubuhnya ala bridal style. "k-kau?! apa yang kau lakukan?! turunkan aku!!"kata Aria memberontak dari Gendongan Arga.
"Aria, tenanglah! aku hanya ingin membawamu ke-UKS untuk mengobati kakimu."kata Arga.
"turunkan aku!! dasar B*eng*ek!!"kata Aria sambil memukul kepala lelaki itu.
"Aria, Aria! aku hanya mengantarkan saja."kata Arga kewalahan menangkap tangan Aria yang memukulnya.
Tap.
Arga berhasil menangkap tangan Aria dan menatapnya dengan tatapan teduh. "tenanglah, aku hanya mengantarkanmu tidak melakukan apapun! aku janji!"kata Arga.
Aria terdiam menatap mata Arga untuk memastikan apakah Lelaki itu berbohong. "hah.... baiklah."kata Aria.
Arga tersenyum manis sambil berjalan membawa Aria sedangkan Aria, gadis itu hanya menunjukan wajah kesal dan acuh tak acuh terhadap Arga.
Sesekali Arga mencuri pandang kepada Aria. "apa kau bahagia disini?"tanya Arga.
"menurutmu? disini jauh lebih baik daripada disana."kata Aria membuat raut wajah Arga menjadi sedih.
"disini menyenangkan, tidak ada namanya larangan, suasana yang membosankan dan ... kata-kata yang menusuk."kata Aria menyindir Arga.
"aku tidak bermaksud seperti itu."jelas Arga.
"saat itu, aku panik. ditambah dengan kondisiku yang kurang sehat membuatku kesulitan berpikir."lanjut Arga.
"aku tidak perlu penjelasan darimu! lagian apa kau tidak berpikir saat itu aku lebih sakit darimu? aku terkurung ditempat yang tersembunyi itu selama seminggu."
"lalu, apa kau tahu?! selama beberapa Minggu itu menjalani pengobatan Hipnoterapi dan banyak lagi! dan kau?! kau seenaknya saja menyalahkanku! tau apa kau tentangku hah?!"bentak Aria.
Arga terdiam mendengar perkataan Aria. "Aria aku-"
"Aria!"
Aria mendongak, tampak Raga yang mendekat kearahnya. "Apa yang terjadi? kenapa kau digendong?"tanya Raga kepada Aria.
Raga terkekeh geli melihat wajah Aria yang kesakitan. "baiklah, baiklah. biar aku saja yang mengantarkanmu ke-UKS."kata Raga.
saat Raga ingin mengambil alih Aria, dengan cepat Arga menjauhkan Aria membuat Raga terdiam. "bukankah kau ketua OSIS? besok akan ada Festival, kau pasti sibuk memeriksa persiapan itukan? jadi, biar aku saja."kata Arga tersenyum.
Raga diam mencerna perkataan Arga lalu tersenyum. "kau memang benar, aku ketua OSIS dan aku sangat sibuk..... tapi walaupun begitu, aku selalu memiliki waktu luang untuknya, jadi kemarikan padaku."kata Raga.
"bagaimana bisa kau bersenang-senang sedangkan yang lain sibuk? itu tidak adil."kata Arga.
"mareka bisa mengurusnya."jawab Raga.
"tetap saja, andakan ketua."kata Arga.
Raga menghela nafas. "bagaimana kalo kita tanyakan saja pada Aria, siapa yang akan mengantarkannya ke-UKS."usul Raga.
Arga dan Raga kini menatap Aria yang berada di gendongan Arga. "Aria!"panggil mareka berdua.
"diamlah Kalian berdua! tanpa kalian berdua aku bisa saja pergi ke-UKS sendirian!"kata Aria.
"tapi-"
"Arga, turunkan aku!"perintah Aria.
"Aria -"
"turunkan!"perintah Aria membuat Arga dan Raga tidak bisa berkutik.
Setelah Arga menurunkan Aria dari gendongan, Aria langsung berjalan ditengah-tengah bahkan menyenggol lengan kedua lelaki itu.
Raga dan Arga terdiam melihat Aria yang berjalan meninggalkan mareka berdua dengan kaki yang sedikit pincang itu.
kini Mareka berdua menatap satu sama lainnya dengan tatapan tajam. "Aria adalah milikku, kau tidak akan bisa merebutnya dariku."kata Arga.
"heh! Aria itu punyaku, sekali milikku akan selamanya milikku."kata Raga.