Argaria

Argaria
Chapter 19



tampak Arga yang sedang kewalahan mengurus si kembar didalam apartemennya. "papa alga, bang dalen gangguin dala."adu Dara


"Darren jangan nakal."tegur Arga kepada Darren abangnya dara


"dala yang nakal."ujar Darren


"Abang yang nakal, ngambil cucu dala."ujar Dara


"Abang kan cuma cobain."ujar Darren


"Darren, Dara jangan berantem."ucap Arga menengahi, Arga pun menyalakan televisi "tonton TV yang tenang, jangan ribut, papa mau ngurus sesuatu dulu."ujar Arga


Arga bangkit dari duduknya dan pergi kedalam kamarnya. sekembalinya Arga dari kamar berapa terkejutnya dirinya melihat apartemen yang sudah seperti kapal pecah.


makanan yang terhambur dilantai, air yang tumpah di karpet, dan bedak yang berhamburan. Arga menghela nafas melihat ruangannya tersebut. "Dara, Darren!"panggil Arga


kedua balita tersebut pun menatap Arga yang sedang menatap Mareka berdua garang. "kenapa bedaknya dihamburkan? nanti dimarahi mama mau?"tanya Arga


kedua balita tersebut pun menggeleng lucu. "sudah, ayo lepas bajunya kalian mandi."ujar Arga


dikamar mandi.


ke-dua balita tersebut berlarian."jangan lari-lari, entar jatuh."tegur Arga


BRAK.


kedua balita tersebut pun menoleh kebelakang tampak Arga yang terbaring dilantai. "Arg..... sakit....."ringis Arga


"papa ngapain lebahan dilantai kan bisa dikamal."ujar Darren


"gue gak rebahan bego."ujar Arga kesal


"telus?"ujar Dara


"lagi joget."ujar Arga kesal ' udah tau jatuh masih aja nanya. ' kesal Arga


Arga pun membawa ke-dua balita tersebut kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya Setelah selesai mandi dan berpakaian Arga pun membuatkan Mareka makanan.


Dara pun meletakkan sayur yang ada didalam mangkuknya kedalam mangkuk kembarannya. "itukan punya Abang."tegur Dara


"punya dala." ujar Darren


"papa Alga,bang dallen."adu Dara


Arga menghela nafas. "makan sayurnya biar sehat."ujar Arga


"tuh dengelin."ujar Darren meletakkan sayur tersebut kembali ke asalnya.


bibir Dara pun melengkung kebawah pertanda kalo dirinya sebentar lagi akan menangis. "hua...... Dala gak mau..."isak Dara


"y-yaudah kalo gak mau bang Darren aja ya?"ujar Arga menenangkan Dara.


Seketika Darren pun ikut menangis."gak mau, itu punya Dara."Isak Darren


Arga yang melihat si kembar pun kebingungan. hingga akhirnya dirinya pun mengambil ponselnya untuk meminta bantuan.


drrrt.... drrrt....


Aria yang sedang berbaring pun mengambil ponselnya." halo."


"ri,Lo bisa kesini gak? bantuin gue."


Aria terdiam mendengar suara tangis dari telepon. "eh? Darren jangan dipukul adeknya."


"h-halo, Arga"


"gue tunggu bye...."ucap Arga mematikan telponnya


Aria terdiam. sebenarnya apa yang terjadi pikirnya.


Arga menenangkan Dara dan Darren yang menangis kencang. "udah ya? jangan nangis."ujar Arga


"huwa...... bang dallen jahat."


"a-aduh... jangan gitu."ujar Arga


Arga diam memikirkan sesuatu."kalo gak diem gak bakal papa kasih ice-cream."ujar Arga


Mareka berdua pun tenang. "dala mau."ujar Dara


"dallen aja, Dala gak usah."ujar Darren


"Dala juga mau ice-cream huwa......"tangis Dara


"Abang gak boleh gitu."bentak Arga


Darren pun ikut Menangis akibat Arga yang membentaknya. "hue..... kalian bisa gak sih jangan nangis terus."ucap Arga sambil menahan tangisnya sebab ke-dua keponakannya tersebut tak kunjung tenang.


tok....tok...


Arga pun berdiri membukakan pintu."Arga, kenapa?"ujar Aria terkejut melihat penampilan Arga yang tampak cukup kacau.


Arga langsung memeluk Aria saat dirinya mengetahui kalau itu adalah Aria. "Aria,gue gak sanggup lagi."adu Arga didalam pelukan Aria


"m-maksudmu?"tanya Aria malu karena Arga yang memeluknya erat


Aria terdiam saat mendengar suara tangisan dari dalam apartemen Arga. ' suara tangisan anak kecil? ' pikir Aria


dua anak kecil pun muncul dihadapan Aria dan wajah yang sembab dan mata yang memerah. ' Kenapa ada anak kecil didalam apartemennya? ' batin Aria


"A-arga, Mareka siapa?Lo udah punya anak?!"tanya Aria terkejut


"papa siapa pelempuan itu?"Tanya Dara


"p-p-papa?!"kejut Aria


Aria pun melepaskan pelukan Arga."ja-jadi, Lo udah nikah?!"ujar Aria terkejut


Arga memegang kedua bahu Aria. "gak gitu. Mareka......-"ujar Arga bingung


"apa?!"


".....mareka anak kaka aku."ujar Arga


"bohong!!"bentak Aria


"gak!! serius, Mareka bukan anak aku."ujar Arga mengangkat tangannya yang membentuk huruf V.


tak lama kemudian.


Aria mengangguk mengerti saat Arga menjelaskan semua yang terjadi."jadi gitu..."ujar Arga


"kenapa gak bilang dari tadi kek."ujar Aria


"kan elo yang mulai duluan."ujar Arga


"terserah."ujar Aria angkPPuh


Aria pun turun dari sofa dan duduk dilantai bersama si kembar. Arga tersenyum melihat interaksi antara Mareka bertiga yang sudah akrab walaupun baru saja bertemu. "keliatannya Lo suka sama anak-anak."ujar Arga


"gak juga."Jawab Aria


"Kakak cantik boleh gak dallen panggil mama?"tanya Darren polos


"boleh dong."ujar Aria tersenyum


"mama sama papa Alga pacalan?"tanya Dara


"hehehehe gak lah, cuma temen."ujar Aria


"temen sehati."sambung Arga lalu tertawa


"Arga jangan gitu."tegur Aria


Arga pun duduk dibelakang Aria lalu menyandarkan kepalanya Aria kedada bidangnya."apa sih?"ujar Aria kesal sambil menegakkan kembali tubuhnya


"CK Lo kaya gak paham aja."ujar Arga kesal


"maksud Lo?"ujar Aria menatap Arga heran


"maksud gue? gue mau-"


"Arga! ini didepan anak-anak jangan gitu."tegur Aria


"apaan sih?gue mau bilang ambilin Camilan yang ada dihadapan Lo itu."ujar Arga menahan tawanya


wajah Aria pun berubah menjadi tomat rebus. ' gue mikir apa sih ' pikirnya


"Lo gak mikir 'itu' kan?"goda Arga sambil menaik turunkan alisnya


"apaan sih."ujar Aria malu


"yah....kalo Lo mau gue gak keberatan kok."ujar Arga


"Arga!!"teriak Aria


"canda mama."ujar Arga sambil tertawa


"ri, gue mau keluar bentar ya?"tanya Arga setelah melihat arloji ditangannya


"ya...kok gitu?masa gue sendirian ngurus si kembar."ujar Aria


"latihan ngurus anak buat gue."goda Arga


"Arga."tegur Aria


"sorry, gue pergi dulu byeeee."ujar Arga melewati Aria


baru saja beberapa langkah Arga pun kembali kedalam apartemen. "lupa."ujar Arga


"apaan?"tanya Aria


Arga pun mengerakkan tangan, mengisyaratkan Aria untuk mendekatinya. Aria pun bangkit mendekat kepada Arga yang berada diambang pintu. "apa?"Tanya Aria


Cup


Aria pun membelalakkan matanya saat merasakan bibir Arga yang mencium pipi kanan. "bye.... mama."ujar Arga pergi


Aria terdiam sambil mengusap pipi kanannya yang dicium oleh Arga. ' romantis ' batinnya malu


"mama!!!"teriak Dara


"iya....."teriak Aria


Aria pun menutup pintu Lalu masuk kedalam menghampiri kedua keponakan Arga."kenapa?"tanya Aria


"Dala aus."ujar Dara


"bentar, mama buatin."ujar Aria


beberapa menit berlalu, Aria pun datang sambil membawa kedua dot yang berisi air susu dikedua tangannya. si kembar pun mengambil dot tersebut lalu meminumnya sambil berbaring dilantai.