
keesokan harinya.
"Handry. suruh anak buah kita untuk berjaga-jaga di pesisir pantai. Felly, untuk mengurus mengamankan pantai itu aku serahkan padamu."kata Achilles.
"baik/ siap kak!"jawab Handry dan Felisha serempak.
"ibu, Elina. kalian berjaga-jaga di sekeliling pulau. ayah dan aku akan menyerbu pulau itu."kata Achilles serius yang dibalas anggukan kepala oleh Dian dan Elina
"tapi kak...bukankah pulau itu luas? bagaimana mencarinya?"tanya Felisha.
"jadi biarkan kami ikut membantu."sambung Felisha.
"diam! siapa yang menyuruhmu mengatur ku?!"kata Achilles menatap Felisha dengan tatapan dingin membuatnya langsung terdiam.
"kembali ke topik, memang pulau itu luas tapi 80% hutan dan 20% pemukiman penduduk, jadi. kemungkinan besar dia mengurung Aria di hutan itu dan jauh dari pemukiman warga."kata Achilles.
"sekian."kata Achilles sambil menghela nafas.
"memang hebat sekali anakku ini."kata Kendra sambil menepuk pundak Achilles.
Achilles langsung menepis tangan Kendra dari bahunya.
sementara itu tampak Arga yang sedang bersiap-siap untuk pergi. "mau kemana Arga?"tanya Nerissa.
"mau keluar ma. ada urusan."jawab Arga sambil memasang jaket hitam lambang gengnya.
"kamu masih kurang sehat loh,ga. istirahat aja jangan kemana-mana."kata Nerissa.
"gak bisa, ma. yaudah Arga pergi dulu."kata Arga sambil mengambil kunci mobil lalu bergegas pergi.
Arga pun pergi ke parkiran dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju basecamp.
tampak begitu banyak motor dan mobil yang terparkir didepan basecamp tersebut. Arga membunyikan klakson beberapa kali lalu keluar dari mobil dan masuk kedalam basecamp.
terlihat banyak anak buahnya yang kaget melihat Arga yang hadir hari ini. "gue kesini cuma mau memberitahu."
"besok, seluruh anggota geng Prince devil's akan pergi ke pulau yang jarak cukup jauh dari pantai. sebagian dari berjaga-jaga di luar pulau dan sebagiannya lagi ikut gue masuk kedalam pulau."ucap Arga lantang.
"bagi yang tidak mau ikut bisa angkat tangannya dan akan langsung dikeluarkan dari Prince devil's." kata Arga dingin membuat mareka semua menunduk ketakutan mendengar suara Arga kecuali Bara.
langkahnya terhenti saat Bara memanggilnya. "Lo ngapain disini ogeb?"tanya Bara.
"hm? Lo gak denger pengumuman gue tadi?"kata Arga.
"denger."jawab Bara.
"nah itu Lo denger."kata Arga.
"maksud gue Lo mau ngapain ke pulau? ingat, masih kurang fit. kalo kenapa-kenapa gimana?"kata Bara.
"...jangan bilang Lo mau tawuran."kata Bara.
"gak, kemarin gue mau membantu kak les aja."jawab Arga.
"ngapain? dia mafia,ga. kekuatan dia lebih hebat dibanding kita!"kata Bara.
"gue tahu, pasti untuk Aria kan? ngaku Lo?!"bentak Bara.
mendengar bentakan Bara Kepada Arga membuat seluruh anggota merasa penasaran dengan pembicaraan mareka berdua. tetapi mareka memilih untuk diam dan tidak ikut campur dalam urusan ketua dan wakil ketua Meraka itu. "siapa Lo yang berani bentak gue?"tanya Arga halus tetapi memiliki kesan menyeramkan.
"Lo?! CK,"
"... setidaknya Lo jaga kesehatan Lo Arga."kata Bara menghela nafas untuk meredakan emosinya.
sesuai seperti yang direncanakan keesokan harinya geng Arga pun pergi ke pulau tersebut. begitupun dengan keluarga Vandoria yang sudah siap menyerbu pulau itu.
Drrrt.
Drrrt.
Achilles pun menjawab telepon. "katakan."perintah Achilles.
"...."
"tunggu waktu yang tepat, jangan bertindak gegabah."perintah Achilles lalu mematikan ponselnya.