
seorang gadis berkulit putih dan berambut panjang ikal bernama Aria sedang duduk bersama ketiga temannya disebuah cafe
"eh?gue gak nyangka deh kita bakal wisata kepantai"ujar teman gadis itu
"yaelah....mar...biasa aja kali"ujar Aria menyeruput minumannya
"ya.......gue kan udah lama gak kepantai dan jangan panggil gue mar... emangnya nama gue markonah"ujar gadis yang bernama Maria
"eh? kalo Shopia sama Fania udah siap belum?"ujar Aria
"siap dong"ujar meraka berdua serempak
"ih......kok gue di kacangin sih?!"ujar maria kesal
Mareka pun tertawa
sementara itu disisi lain. nampak empat orang lelaki remaja sedang duduk di sofa dan seorang lagi duduk diatas meja
"bos besok kita jalan-jalan yuk?"ujar lelaki tersebut
"ngapain?"ujar lelaki yang dipanggil 'bos' itu
"anggap aja.......kita sedang melepas beban gitu"ujar lelaki itu
ia pun berpikir. seorang lelaki pun mendekati bos Mareka tersebut
"Arga"ujar lelaki itu
lelaki yang dipanggil Arga itu pun menoleh
"Udah.....biarin aja lagian udah lama juga kita gak liburan"ujar lelaki itu
"oke,bara lo yang ngurus semuanya"ujar Arga
bara pun mengangguk
keesokan harinya
kini rombongan Aria telah sampai dipantai setelah melewati perjalanan selama 4jam Dengan bus.
"Ri....liat deh disebelah kiri pantai ada hutan"heboh Maria
Aria pun menghela nafas. Entah kenapa Aria merasa bosan dengan sahabatnya yang satu itu
"iya....gue tahu"ujar Aria
"entar malam kita jalan-jalan kesana yuk?"ajak Maria
"ajak Shopia sama Fania aja Sono"ujar Aria kesal
"Woi!!!!cek kamar yuk!!!!"teriak Shopia
"iya!!!!"teriak Aria
Aria dan Maria pun menghampiri Shopia dan Fania. lalu pergi ke penginapan yang sudah disewa oleh pihak sekolah
BRUK
Aria pun menjatuhkan tubuhnya kekasur
"akhirnya......"ujar Aria
"Ri.... ayo berenang"ujar Fania menggoyang-goyang tubuh Aria
"Entar......."rengek Aria
"kita duluan ya.....yang paling akhir bakal traktir makan"ujar Shopia
Aria pun bangun. pada saat bersamaan ke-tiga temannya sudah pergi meninggalkannya. dengan cepat Aria menyusul temannya
drap drap drap
kaki Aria pun berlari diatas pasir hingga ia menabrak bahu seorang lelaki
"ah..... maaf"ujar Aria sambil berlari terburu-buru
Arga dan ke-tiga temannya pun melirik gadis itu
"gak apa-apa kan bos?"ujar alva
"dasar cewek....jalan gak liat liat"ujar Arga dingin
"udah lah.....biarin aja"ujar Ryan
Mareka berempat pun melepaskan bajunya lalu berenang. sementara itu disisi lain tampak empat orang gadis sedang bermain kejar-kejaran di air
"Aria..... tungguin!"ujar Shopia
"hahahaha....kejar kalo bisa"ujar Aria sambil tertawa
tak lama kemudian. Mareka pun beristirahat didalam penginapan
"hah........lelah banget gue"Ujar Aria
"rasain lo"ujar Shopia
"eh? entar malam kita bakal barbeque loh sama tes keberanian juga"ujar Fania
"APA?! TES KEBERANIAN?!"ujar Aria terkejut
"gak usah teriak juga kali"protes Maria
Aria pun cengengesan
"dimana?"ujar Shopia
"tes keberaniannya dihutan dekat pantai" ujar Fania
Mareka bertiga pun mengangguk
malam hari
diluar penginapan tampak kepulan asap yang menyebar dan terdengar suara gaduh murid-murid yang berebutan daging dan sebagainya. berbeda dengan Aria yang duduk dengan tenang memakan barbeque milik nya
BRAK
Shopia pun menggebrak meja.
uhuk uhuk uhuk
"Lo mau membunuh gue ha?!"bentak Aria
"Lo sendiri darimana aja? kita capek-capek manggang lah elo..malah enak-enakan makan"omel Shopia
"terus....gue harus gimana?"ujar Aria
"ya...Lo bantu kek apa kek..gak amat Lo"sidir Shopia bersedekap dada
Aria pun berdiri dengan wajah cemberut. sementara itu arga dan teman-temannya sedang menatap keramaian yang ada didepan penginapan
"bukannya ini......anak disekolah kita ya"ujar Alva salah satu teman Arga
"masa?"ujar Arga
"hoi! kalian disana"teriak seorang Pria paruh baya
Mareka berempat pun berbalik menatap lelaki tersebut
"eh? pak Tono..... ngapain pak?"ujar Leon
"kalian berempat? bukannya gak ikut wisata?"ujar pak Tono kebingungan
"ya.....kita lagi jalan-jalan pak bukannya ketemu gadis cantik eh Malah ketemu bapak"ujar Leon mendramatisir
"udah.... kalo gitu kalian gabung aja. bentar lagi ada tes keberanian"ujar pak Tono
"boleh emang?"ujar bara
"gak apa-apa gabung aja"ujar Arga
mareka ber-4 pun masuk ke kerumunan tersebut. disisi lain Aria sedang meletakkan permen Mentos kedalam soda dengan diam-diam
"ngapain Lo?"ujar maria
Aria pun terkejut
"ngagetin aja Lo"ujar Aria
"Lo ngapain kaget?kek ketemu setan aja Lo"ujar Maria
"iya......Lo setannya"ujar Aria Santai
"serius deh. Lo ngapain sih?"Ujar Maria
"bukan apa-apa yuk"ujar Aria
Aria pun menarik maria pergi menjauh dari meja tersebut.
"gue ngambil soda dulu"ujar Arga
"itu ada. dimeja"ujar Bara
Arga pun mengambil soda yang ada dimeja.
crash
baru saja Arga membuka tutup botol tersebut. seketika soda tersebut meledak mengeluarkan soda tersebut keluar. baju Arga pun kotor akibat terkena soda. semua orang pun mentertawakannya
disisi lain tampak Shopia, Fania, Maria dan Aria tertawa terbahak-bahak melihat Arga
"hebat kan gue"ujar Aria sambil tertawa
"Lo jail banget tau gak"ujar Shopia
"gue kan cuma mau main-main"
"eh.....tapi lo liat kan muka nya kek gini"ujar Aria mengikuti wajah Arga saat terkejut Melihat sodanya meledak
Arga yang melihat Aria yang tertawa pun menghampirinya dengan amarah yang menggebu-gebu
"Lo kan yang buat semua ini?"Ujar Arga datar
Aria pun menatap Arga
"gue?"ujar Aria
"Lo gak usah pura-pura ya"ujar Arga menunjuk Aria
"lagian itu cuma candaan. Lo gak bisa ya bedain mana yang candaan mana yang gak"ujar Aria tenang
"oh...Lo mau bercanda sama gue?"ujar Arga menyeringai
crash
Arga pun menumpahkan sisa soda ke kepala Aria. seketika Mareka berdua pun menjadi pusat perhatian
"Lo?! kurang ajar!!"teriak Aria
"oh....masih kurang?mau lagi?"ujar Arga
Arga pun menatap bara yang tak jauh darinya
"bawain gue seember air penuh"ujar Arga
tak lama kemudian bara pun membawa seember air
Byurr
Arga pun menuangkan air tersebut ke tubuh Aria.
"gimana enak gak dipermalukan didepan umum?"bisik Arga
Aria pun menatap Arga nyalang
PLAK
Aria pun menampar wajah Arga
"dasar brengsek!!"teriak Aria
Aria pun dari tempat tersebut Sambil menangis
"Lo emang cocok dibilang brengsek"ujar Shopia meninggalkan tempat tersebut diikuti ke-dua temannya
Alva pun mendekati Arga
"Lo gak terlalu berlebihan bos?"ujar Alva