Argaria

Argaria
Chapter 55



Aria termenung melihat cincin dijari manisnya. "Aria!!"


Aria terkejut dan menoleh kearah belakang, tampak kedua sahabatnya yang cengar-cengir. "ngangetin aja."kata Aria kesal


"hehehehe maaf. oh ya, selamat ya pertunangannya."kata Shopia sambil mencium kedua pipi Aria begitu pula dengan Maria. "...kalian tahu darimana?" tanya Aria


"hm? bukannya semuanya diundang ya?"tanya Maria heran


"semuanya?"tanya Aria


"iya."kata Shopia


"tapi-"


"aku yang undang Mareka."kata Arvin menatap Aria yang berada disampingnya.


"masa teman-teman kamu gak diundang."kata Arvin


"tau tuh, kurang ajar banget deh."kata Maria


mareka semua pun tertawa. "jadi setelah ini Lo bakal sekolah lagi apa gak?"tanya Shopia


"gak, tahu deh."kata Aria


"ngomong-ngomong soal Arga gimana?"tanya Maria


Aria terdiam tidak berani menjawab pertanyaan yang dilontarkan Maria kepadanya. "Lo jangan bahas itu lagi Dugong."bisik Shopia menegur Maria


"ya, maaf. gue lupa."bisik Maria


Arvin berdiri dari duduknya. "aku pergi kesana dulu, ada urusan."kata Arvin


Aria hanya terdiam melihat Arvin yang pergi menjauh. "gara-gara Lo sih."geram Shopia


"maaf ri, gue gak maksud buat Lo sama dia berantem kaya gini."kata Maria


"tidak apa-apa, lagian dia pasti mengerti."kata Aria tersenyum manis


"tapi beneran deh ri, gue penasaran sama Arga."kata Shopia


"...gue sama dia udah putus kontak sih, mungkin...em.... sekitar 1 bulan."kata Aria


"tunangannya datang."kata Aria


"apa?! jadi Arga udah tunangan?!"kejut mereka berdua


Aria memukul bahu Mareka berdua. "bisa gak sih, jangan teriak!"tegur Aria


"hehehehe maaf."kata Maria


"Lo serius?"tanya Shopia


"iya, katanya dia udah ditunangin saat umur 5 tahun."kata Aria sambil mengambil minumannya


sementara itu disisi lain Arvin sedang berhadapan dengan seorang lelaki dihalaman mansion. "datang juga Lo."kata Arvin dengan nada merendahkan lelaki dihadapannya.


lelaki itu hanya terdiam melihat Arvin dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "kenapa?Lo gak suka kalo gue sama Aria tunangan?"tanya Arvin


"makanya mikir!! Aria lebih baik daripada j*l*ng yang bersama Lo itu!"kata Arvin meninggikan suaranya


Arga, lelaki itu menatap Arvin. "Aria memang menjadi tunangan Lo. tapi ingat, dihatinya cuma ada gue, Arga."kata Arga


"oh,ya? lalu kenapa dia menerima tunangan ini Jiak dihatinya ada Lo? jelaskan, di udah lupain Lo."kata Arvin


"dia gak bakal pernah lupain gue."kata Arga yakin


"bodoh. asal lo tahu ya, Aria.... terlalu baik untuk disakiti oleh orang Kaya Lo."kata Arvin


"gue gak pernah nyakitin Aria, asal lo tahu."kata Arga


"oh ya? 1 bulan yang lalu, Lo ingat gak?"kata Arvin


Arga mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan Arvin. "saat Lo putus sama Aria, Lo gak ngejar dia sama sekali kan? lalu apa salahnya jika gue bersanding dengan Aria sebagai pengganti Lo?"kata Arvin


"gak, Aria milik gue, selamanya hanya milik gue!! hanya gue Yang pantas melindungi Aria."kata Arga


Arvin menatap Arga datar. "melindungi? ini Lo bilang melindungi?"tanya Arvin


"saat 1 bulan yang lalu Lo kemana ga? saat Lo sama j*l*ng itu apa Lo ngejar Aria? gak kan?"kata Arvin