
Aria yang melihat si kembar yang tenang pun bangkit untuk membereskan apartemen Arga yang terlihat sangat berantakan itu. mulai dari menyapu, mengepel dan membuang sampah. "Ujung-ujungnya gue malah jadi babu disini."gumamnya ke samping kesal
Aria menghela nafas sambil duduk disamping si kembar yang tertidur pulas. "yah..... setidaknya gue bisa minta gaji ke Arga."ujar Aria sambil mengusap rambut Dara yang tidur disampingnya.
sementara itu disisi lain Arga sedang duduk sambil memainkan ponselnya. "kenapa tadi gak masuk?"tanya Bara yang baru datang
Arga mendongak. "terserah gue lah."Jawab Arga
"kenapa Lo manggil gue?"tanya Bara
Arga pun memberikan memory card kepada Bara. "gue mau Lo cari pelaku kecelakaan 5 tahun yang lalu, disini kejadiannya."ujar Arga
"kecelakaan 5 tahun Lalu? tumben Lo."ujar Bara menerima memory card tersebut dan meletakkan kedalam saku nya
"Lo gak usah banyak tanya."ujar Arga
"aelah.....sensian amat Lo."cibir Bara
"gue balik."ujar Arga sambil bangkit dari duduknya
"lah,lah....Lo ninggalin gue disini."ujar Bara
Bara menghembuskan nafasnya melihat sahabatnya yang meninggalkan sendirian ditempat tersebut.
Arga membuka pintu apartemen yang tampak sepi hingga membuatnya merasa heran. "kok sepi?"pikir Arga
Arga masuk kedalam. tampak ke-dua keponakannya sedang tertidur dilantai dengan seorang gadis cantik yang ikut terlelap. "baru ditinggal bentar aja udah tidur."ujar Arga tersenyum
Arga pun berjongkok dihadapan Mareka. jari jemari Arga terangkat kearah wajah gadis yang terlelap tersebut. menyentuh setiap inci dari wajah gadis itu, jarinya pun terhenti saat menyentuh bibir gadis itu.
senyuman manis pun terukir diwajahnya tampannya. "cantik."pujinya
Arga pun mendekatkan wajahnya pada gadis itu, sangat dekat. sampai-sampai dirinya bisa merasakan hembusan nafasnya. "eum....panas." igau Darren
Arga menjauhkan wajahnya, terkejut saat mendengar igauan Darren. ' *sial, hampir aja* ' batin Arga
Arga pun mengangkat ponakannya itu dan meletakkannya kedalam kamarnya, lalu berbaring disamping Aria yang masih terlelap. "Lo pasti lelah kan? maaf ya gue malah nyusahin Lo."gumam Arga sambil menatap wajah tenang Aria
**cup**
Arga mencium kening Aria, lalu memejamkan matanya menyusul gadis tersebut kedalam mimpi.
**Sore hari**
Aria membuka matanya perlahan-lahan Karena merasa ada sesuatu yang menimpa perutnya. "apa ini?"gumam Aria
Aria menoleh kesamping, seketika dirinya terkejut melihat Arga yang tertidur pulas disampingnya sambil memeluk tubuhnya. "kyaaaaaa!!"
"eum.... apa sih?"tanya Arga sambil menggeliat
Aria bangkit dari rebahannya dan menjauhkan dirinya dari Arga. "l-lo? kok ada di sini?"tanya Aria panik
"ya......ini kan apart gue,masa gue gak boleh Disini."Jawab Arga Sambil menatap Aria heran
"maksud gue-" ujar Aria
Aria terdiam saat tidak mendapati Dara dan Darren
"d-dimana Mareka?"Tanya Aria
"Mareka?ah.... maksud Lo ponakan gue?"Tanya Arga
Aria mengangguk. "dikamar."Jawab Arga santai
"Lo sendiri? kapan datang?"tanya Aria
"Lo kenapa sih?"tanya Arga heran "kok panik gitu?kalo Lo mikir gue macem-macem sama Lo, maaf aja ya gue bukan lelaki kaya gitu."ujar Arga berterus-terang
Aria menghela nafas lega. "..... karena gue cuma ada satu macem gak macem-macem."sambung Arga
Aria mendelik menatap Arga. sedangkan yang ditatap hanya tertawa."gak,gue gak macem-macem ke Lo kok."ujar Arga
ekspresi Aria pun kembali tenang saat Arga mengatakan hal tersebut. "syukurlah."gumamnya
"tapi gue gak nyangka Lo bisa ngurus anak-anak....."
Aria pun menatap Arga heran "sebaik ini....."sambung Arga
"udah biasa."ujar Aria sombong
"nah,bagus...."puji Arga
Arga pun mengubah posisinya menjadi duduk. "berarti bisa dong kalo gue-"
"Arga!!"bentak Aria
"iya,iya sorry mama."ujar Arga sambil mengedipkan sebelah matanya
"udah sore,gue pulang dulu ya."ujar Aria
"eh, entar."cegat Arga
Arga masuk kedalam kamarnya sebentar lalu kembali sambil memegang memory card. "kenapa?"tanya Aria
**set**
"tapi....inikan..."ujar Aria ragu
"dari dulu sampai sekarang gue mau memberikan ini ke Lo."ujar Arga
"dulu?"beo Aria
"setelah liat ini,gue harap Lo bisa ingat gue."ujar Arga tersenyum manis
Aria pun menatap wajah Arga lekat. seolah-olah dirinya membeku menatap wajah Arga yang menurutnya sangat tampan ketika sedang tersenyum. "em.... Aria?"panggil Arga
Aria pun tersadar."eh?ya?"
Arga pun memberikan memory tersebut kedalam tangan Aria."hadiah kecil gue buat Lo."ujar Arga
Aria terdiam saat Arga mencium tangannya."g-gue....Lo...."ujar Aria sedikit gugup dan malu
"apa?"tanya Arga
"gue pulang dulu."ujar Aria buru-buru pergi
Arga pun tertawa melihat tingkah Aria. ' *kayaknya* *gue jatuh cinta. ' batin Mareka berdua*
**Beberapa hari kemudian**.
saat ini Aria sedang berhadapan dengan Dhika yang menatap dengan tatapan bersalah."Lo mau apa lagi sih?gue udah bilang kan, kita sudah putus."ujar Aria kesal
"sayang kamu dengerin aku dulu, aku masih sayang sama kamu, cinta sama kamu."ujar Dhika menggenggam tangan Aria
Aria menjauhkan tangannya dari genggaman Dhika. "kata-kata Lo itu basi tau gak."ujar Aria sinis
"Aria,gue janji gak bakal kaya dulu lagi, jadi kita balikan ya?"mohon Dhika
"anjing aja gak ada jaminan gak gigit tuannya untuk yang kedua kalinya,apa lagi Lo."ujar Aria kesal
"Aria gue Mohon sama Lo."ujar Dhika
Aria pun memutar bola matanya malas. "kalo gak..."
"kalo gak apa?"tanya Aria
"Arga bakalan tiada ditangan gue."ancam Dhika
Aria terdiam. "gimana?"tanya Dhika
"..... akhirnya keluar juga diri Lo yang sebenarnya."ujar Aria tersenyum
"apa?"tanya Dhika tidak percaya
"apa hubungannya sama Arga?ini adalah masalah kita Kenapa harus melibatkan Arga?"tanya Aria
"karena Lo suka sama dia kan?"ujar Dhika
' *bagaimana bisa dia mengetahuinya ' batin Aria*
"gue kasih Lo pilihan, Lo mau balikan sama gue atau Arga tiada ditangan gue?"tanya Dhika
"gue......"
Aria menghela nafasnya. "oke, gue balikan sama Lo, tapi Lo gak boleh lukain Arga."ujar Aria
Dhika pun menyeringai. "oke, sayang"ujar Dhika
'*gue minta maaf ga, jujur gue cinta sama Lo tapi gue juga gak mau kehilangan lo ' batin Aria*
"sudah kan?gue masih ada urusan."udah Aria pergi
Aria pun berjalan menuju taman kota lalu mendudukkan tubuhnya kekursi. tampak air matanya mengalir.
"Bro, samperin Sono."ujar Alva mendorong tubuh Arga
Arga menatap Alva tajam."mau gue potong tuh lidah."ujar Arga dingin
alva menggeleng. Arga pun berjalan menghampiri Aria. "Aria?"panggil Arga
**Sruk**
Aria memeluk Arga, Arga terdiam saat merasakan bajunya yang basah akibat air mata Aria. "a-aria?"Tanya Arga terkejut
Arga pun mendongakkan wajahnya Aria."apa yang terjadi? kenapa nangis?"tanya Arga
"Arga.....gue-gue suka sama Lo."