
"itu....."bingung Maria.
"oh iya, Bara. aku bakal suruh Bara jagain kamu."kata Shopia.
"tapi, bagaimana?"tanya Aria.
Shopia tersenyum dan Menarik Aria ke balkon ditempatnya berada. "hanya ini satu-satunya jalan."kata Shopia tersenyum.
"i-ini... bukankah terlalu tinggi?"tanya Aria gugup sambil berdiri dipembatas balkon.
Shopia dan Maria pun tersenyum sambil mengangguk. "tentu saja tidak!"ucap mareka berdua sambil mendorong tubuh Aria.
"tidak!!!!kyaaaaa!!!!"teriak Aria.
"apa-apaan ini...ini terlalu tinggi."batin Aria ketakutan.
bagaimana tidak gedung Vandoria's adalah gedung tertinggi didaerah itu. bahkan gedungnya memiliki 6 lantai dan Aria didorong dari lantai paling atas tersebut. bagaimana tidak takut itupun kalo selamat pasti akan lumpuh atau sebagainya. Aria memejamkan matanya ketakutan. "siapapun tolong aku!!!!"teriak Aria.
Grep.
"dapat."kata Bara tersenyum.
Aria membuka mata menatap Bara yang telah menangkapnya. dirinya pun menghela nafasnya. "terimakasih Bara."kata Aria.
"tidak apa-apa. tapi aku terkejut ternyata kau berani terjun bebas seperti itu ya."kata Bara.
"tidak...ini ulah tunanganmu yang kurang ajar itu." batin Aria
"tapi... kenapa kau terjun dari ketinggian seperti itu?"Tanya Bara heran sambil menurunkan Aria dari gendongannya.
"hah? Shopia tidak memberitahu mu?"Tanya Aria.
"hm?tidak. kenapa?"tanya Bara.
"ah... tidak, bukan apa-apa."jawab Aria.
"Shopia... apakah dia ingin membunuh ku?" batin Aria
"Cepat!!cari nona Aria!!" , "cari sampai ketemu!!" teriak orang yang didalam gedung.
"gawat, aku harus segera pergi sekarang."batin Aria.
"sudah ya. aku pergi dulu."kata Aria terburu-buru.
"hm.... hati-hati."kata Bara sambil melambaikan tangannya.
"gadis itu...bahkan dengan gaun seperti itu masih bisa berlari dengan cepat, memang sangat lincah." batin Bara sambil menggelengkan kepalanya melihat Aria yang berlari begitu cepat.
Aria yang sudah berada jauh dari gedung pun terhenti. "...aku ingin menemui Arga tapi aku tidak tahu dimana dia dirawat ...ah... bodoh sekali."gumam Aria sambil menunduk.
Dirinya pun melanjutkan perjalanan dengan wajah yang murung.
tanpa dirinya sadari ia sampai ditaman bunga tempatnya dan Arga bersama dulu. "ah....tanpa sadar aku kesini."gumam Aria dengan mata berkaca-kaca.
Aria berjongkok dan menangis sejadi-jadinya.
Bruk.
"aduh... dasar gadis...ngapain coba jongkok ditengah jalan." gumam lelaki yang menendang Aria.
Aria berdiri dengan perasaan kesal. "apaan itu?! bukankah seharusnya kau meminta maaf padaku?!"kesal Aria
"eh?! kamu?!" kejut lelaki itu
"Arga?!"kaget Aria.
"apa yang kau lakukan disini?"tanya Arga.
"...aku..."
"ah.... selamat."kata Arga tersebut canggung.
".... heh? untuk?"Tanya Aria heran.
"bukankah...hari ini.... pernikahan mu?"kata Arga sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Arga... seandainya..."
"apa?"tanya Arga
"ah...bukan apa-apa...tidak usah dipikirkan."kata Aria tersenyum.
"...aku pergi dulu...bye.."kata Aria sambil berlari.
"apa-apaan itu tadi?"gumam Arga heran.
"...aku tidak bisa seperti dulu lagi."kata Arga pelan.
Aria yang berlari pun terjatuh akibat terinjak gaunnya. tampak dirinya yang menangis tersedu-sedu di hamparan bunga. "Arga bodoh! kenapa kau tidak mengerti maksud ku?! kenapa?!"
"padahal aku bersusah payah untuk menemuinya bahkan sampai hampir mengorbankan nyawa ku!!"
"Arga bodoh! brengsek! idiot! aku membencinya!!"teriak Aria.