Argaria

Argaria
Chapter 9



Aria menatap Arga datar.


"Lo kalo ngomong itu yang jelas dong."ujar Aria


"Lo gak bakal paham."ujar Arga


"gimana mau paham kalo lo gak bilang."ujar Aria kesal


"Cieee...ngambek." goda Arga sambil tertawa


"nyebelin."ujar Aria


3 jam kemudian


"kita mau kemana sih? lama banget nyampenya" kesal Aria


"bentar lagi nyampe kok."ujar Arga


tak lama kemudian Mareka berdua pun sampai di sebuah lapangan luas yang penuh dengan hamparan bunga.


"wow..... indah banget"kagum Aria


Arga menatap kearah gadis yang berada disampingnya sambil tersenyum.


"gue pernah kesini sebelumnya?"Tanya Aria sambil menatap Arga


Arga menggangguk.


"gak nyangka ada tempat seperti ini."kagum Aria. wajah senang Aria pun berubah menjadi sedih


"sayang banget gue lupain." sedih Aria


"kan ada gue, gue bakal buat Lo ingat kembali."ujar Arga tersenyum


Aria menatap Arga lalu pergi ketengah-tengah hamparan bunga tersebut sambil berlari-lari


"awas jatuh!"tegur Arga mendudukkan dirinya ketanah.


"ish.... cerewet deh."ujar Aria kesal


Arga mengarahkan ponselnya kearah Aria


ceklek


Aria yang mendengar suara pun menoleh kearah Arga. tampak Arga yang sedang tersenyum menatap layar ponselnya.


"Arga!!Lo motret gue ya?!"ujar Aria kesal


Dengan cepat Arga menyimpan ponselnya saat menyadari kalau Aria menghampirinya sambil menghentakkan kakinya.


"siniin ponselnya"ujar Aria sambil mengulurkan tangannya


"hah? maksud Lo apa sih?"ujar Arga heran


"Arga!!"bentak Aria


Arga pun mengeluarkan ponselnya dari saku seragamnya lalu memberikannya kepada Aria.


dengan lihai Aria mengotak-atik ponsel Arga.



hingga akhirnya ia menemukan foto dirinya saat memotret beberapa saat yang lalu.


"tuh kan bener."ujar Aria


"cuma sekali ri."ujar Arga


"sekali apaan waktu gue tidur di mobil juga Lo foto."ujar Aria kesal


"cuman dua kali berarti."ujar Arga santai


"tapi Lo posting disosmed kan?"ujar Aria


"itu.....gak sengaja ri."elak Arga sambil cengengesan


"yaudah deh gak apa-apa."ujar Aria sambil menekan tombol diponsel Arga.


"tapi gue hapus ya?"tanya Aria sambil tersenyum manis tapi memiliki kesan menyeramkan.


Arga meneguk saliva.


' perasaan gue gak enak .' batin Arga


"..... jangan ri."ujar Arga


tap


"UPS....jari gue kepeleset."ujar Aria sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


' sudah gue duga.' batin Arga


"sudahlah, biarkan saja." ujar Arga pasrah


"gak marah kan?" tanya Aria polos


' nih anak sudah ngapus foto orang sembarangan, sekarang tanya marah enggak dengan wajah polos gitu. ' batin Arga kesal


"Arga marah?" ulang Aria


"gak."ujar Arga memalingkan wajahnya


"Arga beneran marah?" ulang Aria


"enggak ri."ujar Arga


Aria pun mengembalikan ponsel ditangannya kepada pemiliknya.


"kita pulang." ujar Arga bangkit dari duduknya


Aria menatap Arga dengan wajah terkejut.


"apa?!" ujar Aria


"t-tapi kita baru sebentar disini." ujar Aria


"ini udah hampir gelap" ujar Arga


"tapi-"


"Aria, perjalanan kita sampai kesini saja 3 jam lebih dan perjalanan pulang juga sama." ceramah Arga


"kalo begitu kita nginap saja." ujar Aria


Arga menatap Aria heran


"nginap? besok sekolah."ujar Arga


"kalo begitu libur saja." jawab Aria enteng


"Lo lama-lama ngeselin ya?" ujar Arga kesal


Aria cengengesan. Arga pun menghela nafas


"emangnya ibu lo gak nyariin?" Tanya Arga


Aria bergidik ngeri membayangkan ibunya dan Eliana memarahinya habis-habisan.


"iya juga ya." ujar Aria membenarkan ucapan Arga


"tuh kan bener" ujar Arga


jari Aria dengan lincah mengetik dilayar ponselnya. Arga menatap kearah Aria heran.


"kirim SMS ke ibu."ujar Aria


"Lo serius mau nginep disini? sama siapa?"Tanya Arga sedikit terkejut


"iya, gue serius terus gue disini ya Bareng Lo lah, memangnya sama siapa lagi?"ujar Aria sambil menyimpan ponselnya


"tapi gue-"


"gak apa-apa kan?" tanya Aria dengan mata berkaca-kaca


Arga mengangguk


"oke."ujar Arga pasrah


Aria pun melompat-lompat kegirangan.


"Yeay!!!!"teriak Aria


Arga tersenyum menatap Aria.


"kek anak-anak aja Lo"ujar Arga


"terserah gue wleee..."ujar Aria sambil menjulurkan lidahnya


"emang Lo bawa baju ganti?"Tanya Arga


"ya....gak sih."ujar Aria cengengesan


Arga berjalan meninggalkan Aria.


"eh? Arga!! Lo mau ninggalin gue?!!!!"teriak Aria


"cepetan!!!"teriak Arga


Aria pun berlari menyusul Arga. Mareka berdua berjalan dijalanan yang sepi.


"kita mau kemana?"tanya Aria


"udah... ngikut aja."ujar Arga


"Lo kek om-om pedo deh ngomong gitu."ujar Aria


Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Aria. tak lama kemudian Mareka berdua pun sampai disebuah pohon besar.


Aria pun mendongakkan. tampak sebuah bangunan diatas pohon tersebut.


"ini.....rumah pohon?"tanya Aria


"iya."ujar Arga


Arga pun naik keatas rumah pohon tersebut diikuti oleh Aria yang berada dibelakangnya menatap kagum kedalam rumah pohon tersebut.


"kita nginep disini?"tanya Aria


Arga menggangguk menjawab pertanyaan Aria.


"tapi..... disini cuma ada satu tempat tidur."ujar Aria


"apa itu masalah?"ujar Arga


"tapi.....Lo.....gue..."ujar Aria Bingung dan panik bercampur aduk


Arga menatap Aria dengan alisnya yang terangkat sebelah. pertanda kalo dirinya sedang menatap Aria heran.


"Lo kalo ngomong yang bener." tegur Arga


"Lo kalo jadi lelaki itu yang peka." ujar Aria menggembungkan pipinya


"Lo..... jangan bilang Lo lagi mikir yang enggak-enggak?" interogasi Arga


wajah Aria pun memerah.


"h-hah? ya-yang a-aneh gimana?"ujar Aria terbata-bata


Arga menatap mata Aria. seolah-olah sedang melihat apa yang Aria bayangkan. Arga pun tersenyum menahan tawanya saat melihat Aria yang memejamkan matanya.


"Lo pikir gue mau cium lo apa?"ujar Arga


Aria membuka matanya. menatap Arga kesal bercampur malu.


"Lo suka banget deh kayaknya buat gue kesel"ujar Aria


Arga mengedikkan bahunya.


"entahlah."ujar Arga


"Arga Lo punya baju ganti gak?"tanya Aria


"liat aja dilemari."ujar Arga


Aria membuka lemari yang ada disamping kamar tidur. tampak baju yang tersusun rapi.


"Lo sebenarnya ada berapa Orang sih?"ujar Aria


Arga yang berbaring pun menatap Aria.


"satu aja cukup."ujar Arga


"tapi kayaknya baju lo banyak banget. diapart ada, disini ada. Lo suka tidur banyak tempat ya?"ujar Aria


"begitulah."ujar Arga simpel


Aria mengambil satu set baju ganti yang menurutnya cocok untuk dirinya.


"gue pinjam yang ini deh."ujar Aria


"hm."ujar Arga sambil memainkan ponselnya


Aria berjalan kesana kemari hingga membuat Arga merasa kesal.


"Lo ngapain sih?"ujar Arga kesal


"gue cari kamar mandi"ujar Aria


"Lo kira ini hotel ada kamar mandi, ini tuh rumah pohon mana ada kamar mandi"ujar Arga


"jadi gue gak bisa bersihin tubuh gue dong"gumam Aria


"iya, mending Lo langsung ganti baju lo."ujar Arga


"gak mau!!"tolak Aria mentah-mentah


"entar gatel gatel lagi"ujar Aria


Arga menatap ke arah jendela seolah-oleh sedang berpikir. hingga dirinya mengingat sesuatu.


"gue ingat!!"ujar Arga


"ngagetin aja Lo, ingat apa emang?"ujar Aria


"Deket sini ada-"


"ada apa?toko?hotel?apa jangan-jangan hantu?"ujar Aria


Arga menghela nafasnya mendengar perkataan Aria yang asal-asalan tersebut.


"ada danau tapi lumayan jauh sih"ujar Arga


"anter gue kesana, pengen mandi"ujar Aria