
"dasar, aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran anak lelaki itu."kata Sayuri.
"oh ya, Aria. kita pulang bareng yuk?"ajak Sayuri.
"hm? maaf, tapi..."jawab Aria menggantungkan perkataan.
"jangan bilang aku keduluan lagi sama Raga?"tebak Sayuri yang dianggukki oleh Aria.
"ugh, menyebalkan."kesal Sayuri.
"maaf, Sayuri. tapi aku janji besok, kita pulang bareng deh."kata Aria tersenyum.
"beneran? baik, aku tunggu."kata Sayuri gembira.
...----------------...
keesokan harinya, Saat istirahat. Aria menatap kearah kursi Sayuri yang kosong, "dimana dia?"batin Aria.
"mungkin diruangan milik Raga."pikir Aria.
Aria pun berdiri keluar dari kelasnya. dirinya berniat pergi keruangan Raga setelah kekantin untuk membawakan Raga dan Sayuri kue.
Dengan riang Aria berjalan di koridor sekolah.
Tok.
Tok.
Tok.
Aria mengetuk pintu ruangan Raga.
"masuk."
mendengar suara dari dalam, Aria pun membuka pintu. tampak terlihat Raga yang sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk dihadapannya, entah berkas apa itu.
"Raga, aku membawakan kue loh ."kata Aria berjalan ke sofa didekat meja Raga.
"oh, oke."jawab Raga.
Raga duduk berhadapan dengan Aria. "ah, aku ambilkan teh dulu."kata Aria.
"entah kenapa rasanya aneh jika aku bersamanya dalam satu ruangan."batin Raga.
"ini."kata Aria memberikan secangkir teh hangat kepada Raga.
"terimakasih."kata Raga mengambil cangkir tersebut.
"oh ya, Raga, apa kau melihat Sayuri?"Tanya Aria.
"hm? bukankah dia membantu guru?"tanya Raga.
"benarkah?"tanya Aria.
"iya, dia tidak mengatakannya?"kata Raga yang dijawab gelengan kepala oleh Aria.
"padahal aku berjanji untuk mengajaknya pulang bareng."kata Aria pelan.
".... gantinya aku gak apa-apa kan?"tanya Raga membuat Aria menatapnya terkejut.
"Kenapa?"Tanya Raga.
suasana berubah menjadi hening,
"....em... Aria, aku mau bertanya sesuatu."kata Raga.
"ya?" tanya Aria.
"itu.... A-aku...-"
"Raga, kenapa wajahmu memerah?"tanya Aria
Dengan cepat Raga memalingkan wajahnya kesamping. "kenapa?"tanya Aria.
"t-tidak a-apa-apa."kata Raga.
Aria bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Raga, tangannya terulur menyentuh kening Raga. "panas?! A-Apa kau demam?" panik Aria.
"tentu saja, tidak."Jawab Raga sambil menjauhkan tangan Aria dari keningnya.
"ini gara-gara kamu."batin Raga.
"oh, ya Raga, aku dengar Sebentar lagi akan ada Festival kan?"tanya Aria.
"ya, festival itu setahun sekali."jawab Raga.
"aku tidak sabar lagi."kata Aria mendudukkan tubuhnya kesofa disamping Raga.
Raga melirik Aria yang sedang senyum-senyum sendiri membayangkan Festival tersebut. "apa disekolahmu dulu tidak ada festival?"Tanya Raga.
"ada kok, hanya saja ini pertama kalinya aku berada di festival sekolah terkenal."kata Aria.
"omong-omong Raga, aku dengar kau tinggal kelas selama 2 tahun kan?"kata Aria.
"ugh, itu ada alasan khusus."jawab Raga.
"benarkah? apa?"tanya Aria menatap Raga.
"itu.... Rahasia."kata Raga.
"beritahukan padaku..... please...."kata Aria menggunakan puppy eyes.
Wajah Raga kembali memerah. "i-imut sekali."batin Raga.
"i-itu.... a-aku beritahu nanti."kata Raga.
"sekarang saja."kata Aria.
"n-na-nanti."kata Raga sambil mengelus rambut Aria.
"entah kenapa rasanya mengasikkan membuatnya malu-malu begini."batin Aria.
Aria menyandarkan kepalanya kebahu Raga membuatnya menjadi gugup. "a-aria?"panggil Raga.
"Raga, kau tahu rasanya sangat menyenangkan bersamamu seperti ini."kata Aria.
"a-aku juga."kata Raga.
"dia sangat mirip dengan Arga."batin Aria.