Argaria

Argaria
chapter 5



kini Aria berjalan dilapangan tak berpenghuni tersebut. hingga akhirnya ia mendengar suara bising dan ricuh membuat dirinya merasa tidak enak


' suara apa tuh? apa jangan-jangan suara hantu lagi ' batin Aria


Aria pun memberanikan dirinya untuk menghampiri asal suara tersebut. semakin dekat semakin terdengar nyaring seperti orang yang sedang tawuran.


Aria pun menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. ia terkejut melihat banyak remaja yang ikut serta dalam tawuran tersebut.


dan yang paling membuatnya lebih terkejut adalah Arga dan Darren pun ikut serta dalam tawuran tersebut.


' sebenarnya apa yang terjadi? ' batin Aria


Aria pun terdiam melihat Arga yang sedang memukuli Darren. hingga tanpa sadar Aria berjalan mendekati Arga saat Darren ingin menonjok wajah Arga


bugh...


bruk....


Aria yang muncul secara tiba-tiba terkena tonjokan Darren hingga akhirnya ia pun pingsan.


Dengan cepat Arga menangkap tubuh Aria sebelum jatuh ketanah. Darren yang melihat Aria pingsan pun berteriak


"cabut!!!"teriaknya


seluruh anak buah Darren pun lari dari tempat kejadian.


"ri....ria! bangun!"ujar Arga menepuk sebelah pipi Aria pelan


"kita anter aja" usul Alva


"jangan!kalo kita anterin bisa jadi orangtuanya bakal curiga"ujar Bara


"kalo gak dianter malah bikin orangtuanya tambah curiga"ujar Alva


"......kita bawa keapart gue aja"ujar Arga


Alva dan Bara pun menatap Arga terkejut


"entar kalo kenapa-kenapa gimana?"ujar Bara


"makanya kita keapart gue. Lo bertiga nginap"ujar Arga


"bertiga?"beo alva


"oiya!! Leon mana anjim?!"ujar Alva terkejut


tak lama kemudian datang seorang lelaki yang terlihat santai,orang itu adalah Leon.


Alva pun menjitak kepala Leon


"Lo kemana aja bangsat?"geram Alva


Leon pun menatap sekelilingnya yang tampak sepi


"lah? anak bebek mana?"ujar Leon heran


"udah kabur, Lo sendiri ngilang kemana?"ujar Bara


"gue? tadi abis buang air kebelakang"ujar Leon


"lo-"


"cepetan bangsat!!ini kasihan Aria!"bentak Arga


Mareka pun pergi keparkiran. Bara pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. sekitar 45 menit mareka pun sampai di apartemen milik Arga.


Arga pun meletakkan tubuh Aria kekasur dikamarnya dengan hati-hati. lalu ia pun keluar dari kamar.


dialam bawah sadar Aria


tampak Aria melihat seorang anak lelaki kecil yang sedang duduk menunggu seseorang tak lama kemudian seorang anak gadis kecil menghampirinya dengan terengah-engah


"gadis itu aku"gumam Aria


tampak lelaki itu berbicara kepada Aria kecil lalu ia memasangkan liontin leher Aria kecil sambil tersenyum lalu ia menunjukkan sebuah kunci Sambil bergumam dengan suara tak jelas


"sebenarnya siapa dia?" Tanya Aria kepada dirinya sendiri


scene pun berganti. Aria pun kebingungan


BRAK


Aria pun terdiam menatap dua mobil yang bertabrakan. salah satu mobil itu kehilangan kendali dan menuju pembatas dan menabrak hingga membuat mobil itu jatuh ke jurang.


Aria pun menatap ke kanan terlihat seorang gadis berumur 5 tahun dengan berlumuran darah di kepalanya yang terbentur aspal.


tubuh Aria pun gemetaran melihat gadis itu


"t-tolong" ucap gadis itu terbata-bata


tampak seorang perempuan yang sedang membawa benda tajam


"gara-gara kamu....semua ini terjadi"ujar perempuan itu


gadis kecil itu pun menggeleng


"b-bukan hiks tolong"isak tangis gadis itu


perempuan itu mendekat Sambil mencondongkan pisau hingga hampir mengenai dada gadis kecil itu.


gadis itu pun berlari ketakutan hingga akhirnya ia terjatuh membuat kepala berdenyut. ia pun kehilangan kesadaran.


terakhir yang ia dengar adalah suara perempuan itu dan sirine ambulan. hingga akhirnya semua pun gelap


DEG


Aria pun membuka matanya dan nafas yang memburu. detak jantungnya berdetak lebih kencang dan keringat dingin yang membasahi wajahnya.


sementara itu Arga sedang duduk di sofa sambil menatap liontin kunci yang melingkar di lehernya dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.


Arga pun menatap pintu kamar yang tertutup rapat


"apa jangan-jangan dia sudah bangun?"gumam Arga


Arga pun menatap ketiga temannya yang tidur dilantai dengan posisi yang berbeda-beda


"CK... menyusahkan"ujar Arga


Arga pun melewati ketiga temannya. hingga akhirnya ia sampai didepan pintu kamar


******ceklek******


Arga pun membuka pintu yang ia lihat pertama kali adalah seorang gadis yang berdiri didepan balkon. Arga pun tersenyum lalu ia menghampiri gadis itu.


"gak Dingin?"tanya Arga


gadis itu pun berpaling seketika Arga terkejut melihat gadis yang ada dihadapannya sedang menangis. Aria pun memeluk Arga dan menangis di dalam pelukannya


"ada apa?"ujar Arga sambil mengusap punggung Aria


"takut...."ujar Aria


Arga pun terdiam saat merasakan tubuh Aria yang gemetaran dan nafasnya yang memburu.


"aku takut Ar"ujar Aria


Arga pun tertegun mendengar kata Ar dari perkataan Aria. sebenarnya ia sangat merindukan gadis didepannya memanggilnya dengan sebutan tersebut


Arga pun melepaskan pelukannya


"kamu bilang apa?"ujar Arga terkejut


Aria pun terdiam nampak pandanganya yang kosong menatap Arga. Arga pun menghela nafas


Arga pun menggendong tubuh Aria untuk meletakkan kembali kekasur. Arga pun melangkah pergi seketika Arga pun tertegun saat Aria menggenggam tangan Arga.


"Mau kemana?"ujar Aria


"keluar"ujar Arga


"mau kemana?"tanya Aria lagi


terdengar suara tangis Aria walaupun pelan tapi Arga bisa mendengarnya.


Arga pun duduk disamping Aria


"aku tidak kemana"ujar Arga


Arga pun mengusap rambut Aria lembut


"jangan pergi"ujar Aria


"hm tidak akan"ujar Arga


"kau.....akan menemani aku kan?"ujar Aria


"iya..... Sampai kapanpun"ujar Arga


perlahan-lahan Aria pun menutup matanya dan


tertidur sambil menggenggam erat tangan Arga.


sementara Arga hanya menatap Aria dengan wajah terluka. sungguh sakit hati Arga melihat gadis yang ia cintai terlihat lemah dan putus asa seperti itu.


' seandainya aku tidak meninggalkanmu saat itu mungkin tidak akan seperti ini ' batin Arga


Arga pun tersenyum melihat wajah damai Aria. ia pun pindah duduk kelantai sambil meletakkan kepalanya kekasur sambil menatap wajah Aria.


Arga pun menutup matanya menyusul Aria kedunia mimpi


pagi hari


Aria pun menatap sekitar dengan wajah terkejut


"ini bukan dirumah, gue dimana?!"panik Aria


Aria pun terdiam melihat wajah Arga yang tertidur disampingnya


"kyaaaaaa!!!!!" teriak Aria


Arga pun terbangun dari tidurnya dan menatap Aria yang terkejut


"apa sih?ini masih pagi tahu"ujar Arga


"Lo-lo-lo kok tidur disini?!!"teriak Aria


Arga pun menatap Aria heran


' bukannya dia yang menyuruhku jangan pergi ' batinnya


"jawab!!"bentak Aria


Arga pun menghela nafas


"tadi malam-"ujar Arga


"stop! jangan!!"teriak Aria malu


Arga pun menatap Aria bingung


' tadi disuruh jelasin ' batin Arga