
Arga pun menatap Aria yang menutupi wajahnya yang merona. Arga pun mengangguk memahami apa yang Aria pikirkan.
' kerjain ah ' batin Arga
Arga pun berdehem
"ya....lo pas tahu kan apa yang dilakukan oleh sepasang kekasih saat berdua-duaan?"ujar Arga serius
Aria pun menatap Arga yang sedang menatapnya serius
"Lo ngerti kan?"ujar Arga
Aria pun terdiam mencerna perkataan Arga. seketika matanya membulat sempurna.
BUGH
BUGH
Aria pun memukul dada Arga dengan kuat sedangkan Arga hanya tertawa
"hahahaha.... aws.. sakit ri..... padahal gue cuma bercanda doang"ujar Arga
"biarin"ujar Aria kesal
TAP
Arga pun menangkap tangan Aria. Aria pun memalingkan wajahnya ke samping dari tatapan Arga.
Arga pun mendekatkan wajahnya ke samping Wajah Aria
"kenapa? Lo mau?"bisik Arga
Aria pun menatap Arga. seketika dirinya terkejut melihat wajah Arga yang begitu dekat dengannya. bahkan hembusan nafas Arga pun dapat didengar oleh Aria
BRAK
pintu pun terbuka tampak lelaki yang seumuran dengan Arga masuk
"hah.....sial... bisa-bisanya gue dipeluk dua orang gak guna itu saat tidur"keluh Bara
Bara pun menghela nafas saat menatap ke-dua manusia yang sedang bertatapan.
"woiiii!!!! udah pagi!!!"teriak Bara
Aria yang terkejut pun mengalihkan pandangannya dari tatapan Arga.Arga pun menatap Bara dengan tatapan tajam.
' dasar pengganggu ' batin Arga
Bara yang ditatap seperti itu pun hanya menatap Arga datar seolah-olah tatapannya mengartikan ' anak orang mau diapain woiiii '
Arga pun memalingkan wajahnya kearah kanan Sambil berdecak kesal. sementara itu Aria pun mengecek ponselnya
"jam 10:45?!!"teriak Aria
Arga dan Bara pun menatap Aria dengan tatapan terkejut.
"sial gue telat"ujar Aria panik
Arga dan Bara pun berpandangan lalu menatap Aria dengan heran
"telat kemana?"tanya Arga
"sekolah lah bego"ujar Aria kesal
tak lama kemudian kedua lelaki yang ada dihadapannya pun tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik Aria hingga Aria sendiri dibuat bingung
"kenapa? kenapa tertawa?"ujar Aria
"ini tuh hari Minggu"ujar Bara disela-sela tawanya
Aria yang melihat Arga tertawa terbahak-bahak sampai hampir terjatuh pun merasa kesal. Aria
pun berjalan masuk kamar mandi Sambil menghentakkan kakinya.
BRAK
Aria pun membanting pintu hingga membuat Arga dan Bara terkejut.
"menyebalkan"gumam Aria
15 menit kemudian. Aria pun selesai membersihkan dirinya tapi ia tidak keluar dari kamar mandi Karena lupa kalo dirinya tidak memiliki baju ganti.
Aria pun kebingungan terpaksa Aria pun membuka sedikit pintunya hingga terdapat celah. Aria pun menjenguk keluar
tampak Arga yang sedang rebahan sambil memainkan game di ponselnya
"ar-arga"panggil Aria
Arga yang merasa terpanggil pun menoleh kearah Aria
"ngapain Lo disitu?"Tanya Arga
"i-itu....... anu....."ujar Aria gugup
"Lo udah kan? gantian dong"ujar Arga
"tapi......"ujar Aria bingung
Arga pun bangkit menuju Aria. saat ia sampai dihadapan Aria. Aria malah menutup pintu
**BRAK
BRAK**
Arga pun menggendor pintu
"Aria!!!buka ri!!!!"teriak Arga
"gak mau!!!"teriak Aria
"Lo gak jatuh cinta sama kamar mandi gue kan?!!"teriak Arga
"ya.... enggak lah bego!!"teriak Aria
"makanya keluar!!"teriak Arga
Aria pun menutup mulutnya dengan perasaan malu
Arga pun membuka pintu kamar mandi. sontak Aria terkejut melihat Arga yang masuk kedalam kamar mandi.
"Arga Lo?!!"ujar Aria terkejut
Arga pun melepaskan jaket yang masih melekat ditubuhnya lalu memakaikan ketubuh mungil Aria. Aria pun terdiam saat melihat Arga yang menutup matanya.
Arga pun membuka sebelah matanya untuk mengintip jaket yang ia pasangkan ketubuh Aria sudah benar atau belum. setelah dirasa sudah benar Arga pun membuka matanya
"sudahkah? sekarang keluar"ujar Arga
Aria tidak bergeming ia tetap fokus menatap Arga
"ri? Aria?"panggil Arga
Aria pun sadar dari lamunannya
"ya? Lo bilang apa?"ujar Aria
"gue tadi bilang Lo mau mandi bareng gue gak?"ujar Arga Sambil menaik turunkan alisnya
"ya....eh?gak"ujar Aria cepat
"yaudah keluar"ujar Arga
Aria pun berlari keluar dengan cepat
"huh....bisa gila aku"gumam Aria
tak lama kemudian Arga pun keluar dengan anduk yang melingkar di pinggangnya. Aria pun terkejut saat Arga keluar dari kamar mandi
Aria pun membalikkan badannya sambil menutup kedua matanya. Arga pun menatap punggung Aria. Arga pun menyeringai
"Lo mau menggoda gue ya?"ujar Arga
"k-ka-kata siapa?"ujar Aria gugup
"buktinya Lo masih pake handuk"ujar Arga
"pake handuk sama menggoda apa hubungannya?"ujar Aria
Arga pun mendekati Aria. kini Arga ada dibelakang Aria Sambil menyesuaikan tinggi badannya dengan Aria
"kalo handuknya ja....."bisik Arga
"Arga!!!!"teriak Aria
Arga pun tertawa.
"salah sendiri dari tadi gak pake baju?"ujar Arga
"baju gue gak ada"ujar Aria
Arga pun membuka pintu lemari yang ada dihadapan Aria tanpa merubah posisinya sedikit pun
"pilih"ujar Arga
Aria pun meneliti lipatan baju yang ada didalam lemari
"kok gak ada baju gadis?"tanya Aria
"karena gue lelaki"ujar Arga
"kelihatannya kebesaran semua deh"ujar Aria
Arga pun menarik asal bajunya lalu memberikan kepada Aria.
"seingat gue ini paling kecil"ujar Arga
Aria pun masuk kembali kekamar mandi untuk memakai baju tersebut. setelah selesai Aria pun keluar dari kamar mandi
seketika Arga tertawa melihat Aria memakai bajunya
"padahal itu baju gue yang paling kecil tapi tubuh lo aja tenggelam make nya"ujar Arga sambil tertawa
Aria pun menatap Arga datar lalu berjalan keluar kamar dan pergi ke dapur diikuti Arga
didapur
Aria pun membuka kulkas dan sebagainya membuat Arga yang dibelakangnya kebingungan
"nyari apa Lo?"tanya Arga
"nyari bahan lah buat sarapan"ujar Aria
"gak usah pesen aja"ujar Arga
"gak.mau"tekan Aria
"serah Lo aja deh"ujar Arga duduk di meja makan sambil fokus menatap Arga yang sedang memotong bahan dan sebagainya
"Lo masak apa?"Tanya Arga
"serah gue"ujar Aria kesal
"ri.... serius deh"ujar Arga pasrah
"Lo gak liat gue lagi masak"ujar Aria acuh
Arga pun mengangguk sambil ber-oh ria. tak lama kemudian Bara, Alva dan Leon pun datang
"widih.....harum apa nih?"ujar Leon
Alva pun menghampiri Aria sementara Leon dan Bara pun duduk di kursi. Karena diantara mareka bertiga hanya Alva yang paling pintar memasak
"gue bantuin?"ujar Alva merebut pisau dari pegangan tangan Aria
"eh?gak usah"ujar Aria menjauhkan pisau yang ada ditangannya
tetapi Alva tetap bersikeras untuk membantu Aria hingga tangan Alva menggenggam tangan Aria.