
Aria terkejut saat Arga mencium tangannya. "bukankah itu juga termasuk sopan santun? jadi jangan terkejut." ujar Arga tersenyum
Aria pun mengangguk dengan wajah yang sedikit memerah. "s-sudahlah, aku mau duduk lagi."ujar Aria pergi
Ting....
Arga melirik Aria yang sedang menatap lurus ke depan. "ponselmu berbunyi."ujar Arga
Dengan cepat Aria mengambil ponselnya yang ia letakkan didalam tas Selempang. tampak Aria yang terdiam saat membaca pesan yang masuk. "ada apa?"tanya Arga penasaran
Aria tidak bergeming. "Aria?"panggil Arga
"ya? kenapa?"tanya Aria menatap Arga
"kau...... baik-baik saja?"tanya Arga khawatir
"y-ya, tentu saja."ujar Aria tersenyum
"kau...... siapa yang-"
"ah....aku harus pergi, byeeee."sela Aria
Arga terdiam melihat Aria yang pergi meninggalkannya dengan terburu-buru. ' sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. ' batin Arga
sementara itu dibelakang sekolah tampak Aria yang sedang celingak-celinguk. "bukankah dia menyuruhku untuk ke- mmph."
Aria terkejut saat seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan. perlahan-lahan pandangan Aria pun gelap.
Aria pun pingsan tetapi dengan cepat orang itu menangkap tubuh Aria dan membawanya pergi entah kemana.
Sementara itu Arga sedang duduk sambil menunggu Aria kembali. "loh? Aria mana?"Tanya Shopia
"dia ada urusan."ujar Arga
1 jam kemudian.
Aria tak kunjung kembali hingga membuat Shopia dan Arga merasa khawatir. "bro, ini udah 1 jam tapi Aria gak datang-datang. sebenarnya dia kemana?"tanya Bara
"entahlah."ujar Arga
"ugh, aku takut dia kenapa-kenapa."ujar Shopia sambil duduk dikursi samping Arga
Bara pun mengelus rambut Shopia sambil tersenyum. "tenang saja, dia akan baik-baik saja."ujar Bara menyakinkan Shopia
"kau benar."ujar Shopia mengangguk
Arga bangkit dari duduknya. tampak hawa dari tubuh Arga terasa sangat dingin, bahkan wajahnya terlihat sangat marah. "ikut gue cari Aria."ujar Arga dingin
"Baik bos."ujar Bara
Bara mengiringi langkah Arga dari belakang. pergi meninggalkan Shopia yang terdiam mendengar Bara yang memanggil Arga dengan sebutan 'bos'. ' aku tahu kalau Bara mengikuti geng terkenal. tapi aku juga tidak menyangka kalau ketua geng prince Devil's ini adalah Arga. ' batin Shopia terkejut
"apa Aria juga mengetahuinya?"gumam Shopia
Aria pun membuka matanya. "aku dimana?"gumam Aria
"hahahahaha."
Aria mendengar suara tersebut melirik kesekitar dengan waspada. "S-siapa?!"
Tap tap tap
seorang lelaki pun muncul dari balik pintu. "Dhika?!" kejut Aria
Dhika, lelaki itu pun tersenyum lalu mengunci pintu ruangan lalu membuang kunci pintu tersebut keluar jendela. "Lo sudah gila." sarkas Aria
Dhika pun mendekati Aria. dengan cepat berdiri pergi membuka pintu.
Ceklek...Ceklek...
Aria pun terkejut. "tidak ku sangka dia benar-benar menguncinya."gumam Aria
Aria terkejut saat mengetahui kalau Dhika berada dibelakang tubuhnya. samar-samar dirinya mencium bau alkohol dari tubuh Dhika. ' Apa yang akan dia lakukan padaku. ' batin Aria ketakutan
Tubuh Aria gemetaran saat Dhika membalikkan badannya hingga berhadapan dengan dirinya. tangannya pun terulur menyentuh wajah Aria dan terus berjalan hingga sampai dada Aria.
Plak
Aria pun menepis tangan Aria dari wajahnya. "Dasar brengsek!!"bentak Aria
"jika kau menurut padaku untuk ini, aku berjanji akan mengantarmu pulang besok."ujar Dhika
"Lo mabuk Dhik!!! sadar!!!"teriak Aria
Aria pun berlari menjauh dari Dhika saat Dhika ingin menyentuh dirinya. "tidak bisakah kau tenang?!"bentak Dhika
Aria kembali berlari kesudut ruangan saat Dhika mendekat. sungguh dirinya terlihat sangat ketakutan dan gemetaran sekarang.
Tap
Aria terkejut Dhika menggapai tangannya dan melemparkannya keatas kasur yang sudah tersedia didalam ruangan tersebut. ' Siapapun tolong aku?! Arga?!! '. batin Aria berteriak
Dhika pun menindih tubuh Aria. "lepaskan! menjauh dari gue dasar brengsek!" teriak Aria memberontak
Dhika pun mencium bibir Aria. seketika air mata Aria pun menetes saat Dhika menciumnya. "manis, aku suka."ujar Dhika sambil mengusap bibir Aria
Aria pun menjauh dari Dhika saat Dhika sedang melepaskan bajunya. tapi naas Dhika kembali menarik tangan Aria dan melemparkannya ke kasur dan menindihnya kembali. "mau kabur kemana?hm?"bisik Dhika tepat ditelinga Aria
Aria pun merasa risih saat Dhika berada diatasnya tanpa menggunakan pakaian. air matanya pun kembali mengalir. "hei, kenapa menangis?"tanya Dhika lembut
"diam Lo brengsek!!!"bentak Aria
Dhika pun kembali mencium bibir Aria dengan tangannya yang meraba-raba tubuh Aria.
Srek..
Dhika menyobek gaun Aria. "hiks....hiks.... g-gue hiks...sa....hiks...salah apa sama...hiks... Lo..."Isak Aria
malam itu adalah malam terburuk bagi Aria. Masa depannya yang dihancurkan oleh Dhika dalam semalam bahkan Dhika tidak menghiraukan rintihannya hingga membuatnya pingsan.
sementara itu Arga pun menatap keluar jendela. "Lo dimana sih ri."lirihnya
tampak wajah Arga yang penuh keringat akibat mencari Aria dan matanya yang sedikit sembab. "bro, kita udah cari tapi gak ketemu."ujar Bara
"cari lagi." ujar Arga
Bara pun menghela nafas lalu memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari kembali. "mungkin dia udah pulang."ujar Bara
"gak, kalau dia pulang dia bakal beritahu gue atau teman-temannya."ujar Arga
"hah.....gue cari ke sebelah sana."ujar Bara
Arga mengangguk. dirinya pun kembali mencari Aria di koridor lantai dua. hingga akhirnya dirinya pun terdiam melihat sebuah ruangan yang menurutnya sedikit janggal. " acara sudah selesai, siapa malam-malam begini berada ditempat sepi seperti ini?" gumamnya
Ceklek...Ceklek..
"terkunci."gumam Arga ' apa cuma firasatku saja." batin Arga
Arga menjauh dari pintu tersebut. baru saja beberapa langkah dirinya pun menginjak sesuatu. "apa ini?" gumam Arga berjongkok
Arga mengambil benda tersebut. "ini......... anting yang dipakai Aria?!"ujar Arga terkejut
Arga pun menatap pintu tersebut. "Aria ada didalamnya."ujar Arga yakin
Arga pun mendobrak pintu tersebut dengan sekuat tenaga.
Brak.
pintu pun terbuka seketika Arga terkejut melihat apa yang ada didalamnya