Argaria

Argaria
Chapter 25



Aria terkejut saat Arga mencium tangannya. "bukankah itu juga termasuk sopan santun? jadi jangan terkejut." ujar Arga tersenyum


Aria pun mengangguk dengan wajah yang sedikit memerah. "s-sudahlah, aku mau duduk lagi."ujar Aria pergi


Ting....


Arga melirik Aria yang sedang menatap lurus ke depan. "ponselmu berbunyi."ujar Arga


Dengan cepat Aria mengambil ponselnya yang ia letakkan didalam tas Selempang. tampak Aria yang terdiam saat membaca pesan yang masuk. "ada apa?"tanya Arga penasaran


Aria tidak bergeming. "Aria?"panggil Arga


"ya? kenapa?"tanya Aria menatap Arga


"kau...... baik-baik saja?"tanya Arga khawatir


"y-ya, tentu saja."ujar Aria tersenyum


"kau...... siapa yang-"


"ah....aku harus pergi, byeeee."sela Aria


Arga terdiam melihat Aria yang pergi meninggalkannya dengan terburu-buru. ' sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. ' batin Arga


sementara itu dibelakang sekolah tampak Aria yang sedang celingak-celinguk. "bukankah dia menyuruhku untuk ke- mmph."


Aria terkejut saat seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan. perlahan-lahan pandangan Aria pun gelap.


Aria pun pingsan tetapi dengan cepat orang itu menangkap tubuh Aria dan membawanya pergi entah kemana.


Sementara itu Arga sedang duduk sambil menunggu Aria kembali. "loh? Aria mana?"Tanya Shopia


"dia ada urusan."ujar Arga


1 jam kemudian.


Aria tak kunjung kembali hingga membuat Shopia dan Arga merasa khawatir. "bro, ini udah 1 jam tapi Aria gak datang-datang. sebenarnya dia kemana?"tanya Bara


"entahlah."ujar Arga


"ugh, aku takut dia kenapa-kenapa."ujar Shopia sambil duduk dikursi samping Arga


Bara pun mengelus rambut Shopia sambil tersenyum. "tenang saja, dia akan baik-baik saja."ujar Bara menyakinkan Shopia


"kau benar."ujar Shopia mengangguk


Arga bangkit dari duduknya. tampak hawa dari tubuh Arga terasa sangat dingin, bahkan wajahnya terlihat sangat marah. "ikut gue cari Aria."ujar Arga dingin


"Baik bos."ujar Bara


Bara mengiringi langkah Arga dari belakang. pergi meninggalkan Shopia yang terdiam mendengar Bara yang memanggil Arga dengan sebutan 'bos'. ' aku tahu kalau Bara mengikuti geng terkenal. tapi aku juga tidak menyangka kalau ketua geng prince Devil's ini adalah Arga. ' batin Shopia terkejut


"apa Aria juga mengetahuinya?"gumam Shopia


Aria pun membuka matanya. "aku dimana?"gumam Aria


"hahahahaha."


Aria mendengar suara tersebut melirik kesekitar dengan waspada. "S-siapa?!"


Tap tap tap


seorang lelaki pun muncul dari balik pintu. "Dhika?!" kejut Aria


Dhika, lelaki itu pun tersenyum lalu mengunci pintu ruangan lalu membuang kunci pintu tersebut keluar jendela. "Lo sudah gila." sarkas Aria


Dhika pun mendekati Aria. dengan cepat berdiri pergi membuka pintu.


Ceklek...Ceklek...


Aria pun terkejut. "tidak ku sangka dia benar-benar menguncinya."gumam Aria


Aria terkejut saat mengetahui kalau Dhika berada dibelakang tubuhnya. samar-samar dirinya mencium bau alkohol dari tubuh Dhika. ' Apa yang akan dia lakukan padaku. ' batin Aria ketakutan


Tubuh Aria gemetaran saat Dhika membalikkan badannya hingga berhadapan dengan dirinya. tangannya pun terulur menyentuh wajah Aria dan terus berjalan hingga sampai dada Aria.


Plak


Aria pun menepis tangan Aria dari wajahnya. "Dasar brengsek!!"bentak Aria


"jika kau menurut padaku untuk ini, aku berjanji akan mengantarmu pulang besok."ujar Dhika


"Lo mabuk Dhik!!! sadar!!!"teriak Aria


Aria pun berlari menjauh dari Dhika saat Dhika ingin menyentuh dirinya. "tidak bisakah kau tenang?!"bentak Dhika


Aria kembali berlari kesudut ruangan saat Dhika mendekat. sungguh dirinya terlihat sangat ketakutan dan gemetaran sekarang.


Tap


Aria terkejut Dhika menggapai tangannya dan melemparkannya keatas kasur yang sudah tersedia didalam ruangan tersebut. ' Siapapun tolong aku?! Arga?!! '. batin Aria berteriak


Dhika pun menindih tubuh Aria. "lepaskan! menjauh dari gue dasar brengsek!" teriak Aria memberontak


Dhika pun mencium bibir Aria. seketika air mata Aria pun menetes saat Dhika menciumnya. "manis, aku suka."ujar Dhika sambil mengusap bibir Aria


Aria pun menjauh dari Dhika saat Dhika sedang melepaskan bajunya. tapi naas Dhika kembali menarik tangan Aria dan melemparkannya ke kasur dan menindihnya kembali. "mau kabur kemana?hm?"bisik Dhika tepat ditelinga Aria


Aria pun merasa risih saat Dhika berada diatasnya tanpa menggunakan pakaian. air matanya pun kembali mengalir. "hei, kenapa menangis?"tanya Dhika lembut


"diam Lo brengsek!!!"bentak Aria


Dhika pun kembali mencium bibir Aria dengan tangannya yang meraba-raba tubuh Aria.


Srek..


Dhika menyobek gaun Aria. "hiks....hiks.... g-gue hiks...sa....hiks...salah apa sama...hiks... Lo..."Isak Aria


malam itu adalah malam terburuk bagi Aria. Masa depannya yang dihancurkan oleh Dhika dalam semalam bahkan Dhika tidak menghiraukan rintihannya hingga membuatnya pingsan.


sementara itu Arga pun menatap keluar jendela. "Lo dimana sih ri."lirihnya


tampak wajah Arga yang penuh keringat akibat mencari Aria dan matanya yang sedikit sembab. "bro, kita udah cari tapi gak ketemu."ujar Bara


"cari lagi." ujar Arga


Bara pun menghela nafas lalu memerintahkan kepada anak buahnya untuk mencari kembali. "mungkin dia udah pulang."ujar Bara


"gak, kalau dia pulang dia bakal beritahu gue atau teman-temannya."ujar Arga


"hah.....gue cari ke sebelah sana."ujar Bara


Arga mengangguk. dirinya pun kembali mencari Aria di koridor lantai dua. hingga akhirnya dirinya pun terdiam melihat sebuah ruangan yang menurutnya sedikit janggal. " acara sudah selesai, siapa malam-malam begini berada ditempat sepi seperti ini?" gumamnya


Ceklek...Ceklek..


"terkunci."gumam Arga ' apa cuma firasatku saja." batin Arga


Arga menjauh dari pintu tersebut. baru saja beberapa langkah dirinya pun menginjak sesuatu. "apa ini?" gumam Arga berjongkok


Arga mengambil benda tersebut. "ini......... anting yang dipakai Aria?!"ujar Arga terkejut


Arga pun menatap pintu tersebut. "Aria ada didalamnya."ujar Arga yakin


Arga pun mendobrak pintu tersebut dengan sekuat tenaga.


Brak.


pintu pun terbuka seketika Arga terkejut melihat apa yang ada didalamnya