Argaria

Argaria
Chapter 37



malam hari.


Aria tidak berbicara sedikitpun dengan Arga karena merasa kesal dengan Arga yang menyemburkan air kewajahnya.


Flashback


BRUUUHH


Aria pun membuka matanya tepat Setelah Arga menyemburkan air kewajahnya. tampaknya wajah Aria yang basah kuyup akibatnya. "Arga maksud LO apa nyemburin air kewajah gue hah?!"kata Aria kesal


"eh?itu.....itu....."


"apa?! Lo kira gue kerasukan setan apa?!"


"ri, gak gitu. soalnya tadi kamu teriak-teriak gak jelas, padahal sudah aku tepuk tuh pipi gak sadar juga. yaudah, aku siram aja pake air."


Flashback off


"Aria, Aria tungguin aku." teriak Arga


sedangkan Aria yang berjalan didepan Arga pun mempercepat langkahnya. Arga menangkap tangan Aria saat berada didekatnya. "Aria, kamu kenapa sih?"


"berisik!! gue mau kekamar."


Arga memegang kedua bahu Aria. "ri, Lo kenapa sih?" tanya Arga menahan kekesalannya


"CK. gue ngantuk."


"gak ada tidur, sebelum kamu jawab."


"gue gak kesal tapi ngidam, puas?"


"ngidam? ngidam apa?"


Aria menatap Arga dengan tatapan datar. "menurut Lo?"


"maksud kamu apa?gak paham aku."


"oke, gue ngidam gak mau ngomong sama lo." kata Aria berlalu pergi


Arga terdiam mendengar jawaban Aria. kenapa jadi gue? batin Arga


Arga menghela nafas. "aneh."gumamnya sambil duduk dikursi taman


Arga menoleh saat merasa ada seseorang yang duduk disampingnya. tampak seorang lelaki duduk dan meletakkan dua cangkir kopi. satu untuk dirinya dan Arga. "ini, minum."


Arga pun menerima cangkir tersebut. "makasih."


lelaki itu tersenyum dan meminum kopinya. Arga menatapnya lekat. "siapa lelaki ini?" pikir Arga


lelaki itu menoleh."kau pasti bingung kan?"


"apa?"


"aku adalah teman Achilles, Handry. bisa dibilang sekretaris pribadinya. oh,ya ku dengar kamu seorang gengster, apa itu benar?"


"iya."


"begitu ya, jadi teringat masa lalu."


"maksud anda?"


"apa kau tahu king of Drakness dari geng Drak Blood?"


"bukankah itu gengster terkenal? saya denger mareka bubar."


"tidak sepenuhnya, sebagian dari mereka keluar dan sebagiannya lagi membuat kelompok baru."


"dan sampai sekarang masih aktif walaupun hanya untuk senang-senang karena tidak ada misi."


"bagaimana anda tahu semua itu?" tanya Arga


"karena aku adalah-"


"Handry! disini kau rupanya. aku mencarimu kemana-mana."kata Achilles Duduk disamping Handry


Achilles menatap Handry dan Arga. "kalian sedang ngomongin apa?"


"b-bukan apa-apa."kata Handry


"Arga?"


"hm?ah.....saya hanya mendengarkan kak Handry membicarakan tentang geng Drak Blood"


"jadi apa yang dia katakan?"


"sebagian mareka membuat kelompok baru dan masih aktif."


"kau tidak tahu kelompok apa yang dia buat? bahkan gengster sepertimu tidak akan bisa selamat dari Mareka."kata Achilles datar


"memangnya kelompok apa yang mareka buat?"


"mafia."


seketika Arga pun terkejut. "mafia? bukankah itu ilegal?"


"memang itu ilegal. tapi bagaimana jika ada yang melindungi Mareka dari hukum-hukum itu? dengan bergitu mareka tidak akan ketahuan." kata Handry


"bagaimana bisa?"


"entahlah. tapi yang jelas sebagian orang yang paling kuat digengster tersebut mengikuti pemimpin mareka sampai sekarang."kata Achilles


"bagaimana anda bisa mengetahuinya?"


Achilles terdiam. sepertinya aku terlalu banyak bicara sekarang. batin Achilles


"dugaan." kata Achilles


tampak seorang pelayan tergopoh-gopoh menghampiri Achilles dan membisikkan sesuatu di telinganya. "apa maksudmu?"


"iya, tuan. sebaiknya anda menjawab telepon tuan besar."


Achilles menghela nafas. "oke."


Achilles POV.


sebenarnya apa yang diinginkan oleh Pria tua itu. dulu dia memisahkanku dari ibu sekarang apa lagi? batinku sambil menggenggam telpon


"halo."


"......"


"apa?! tidak, dia tidak ada disini." bagaimana bisa dia mengetahui kalau Aria ada disini."pikirku


"....."


"anda ingin menemuinya? buat apa?"


"....."


"tidak! anda sudah menghancurkan hidupku sekarang anda ingin menghancurkan hidup adikku? tidak akan!" kataku dengan menaikan suaraku dan langsung mematikan telponnya


aku pun duduk dengan menyandarkan tubuhnya kekursi. rasanya kepalaku mau pecah akibat memikirkan masalah tadi.


Achilles POV end


ceklek


pintu ruangan Achilles terbuka menampakkan Arga yang menatap Achilles dengan tatapan sedikit terkejut karena salah masuk kamar. "m-maaf."kata Arga cengengesan


Achilles menatap Arga dengan tatapan kesal. "apa mau mu?"


"salah masuk kamar." kata Arga menutup pintu dengan pelan


"tunggu."


"apa?"


"kemari, ada yang ingin ku bicarakan."


dengan ragu Arga masuk kedalam ruangan Achilles dan duduk dihadapannya. "sebebas itukah kau sampai bisa tinggal dimana pun tanpa memedulikan kedua orangtuamu?"


"tidak, orang tua saya lagi diluar negeri jadi saya bisa pergi kemanapun."


"kapan orangtuamu pulang?"


"mungkin sekitar 1 atau setengah bulan lagi."


"baiklah, apa yang akan kau lakukan jika ada seseorang yang menggunakan Ariana untuk keuntungannya sendiri?"


"em..... entahlah, rasanya sangat menyakitkan."


"aku bertanya apa yang kau lakukan bukan yang kau rasakan. dasar bego."