Argaria

Argaria
Chapter 78



Bara mengusap bahu Shopia. "udahlah, udah mendingan."kata Bara tersenyum kepada Aria.


"Lo sendiri? bukannya Lo juga terluka?"tanya Bara.


"heleh, palingan cuma sedikit."kata Shopia memutar bola matanya.


"Shopia!"tegur Bara.


"gak papa kok, ini udah hampir sembuh juga."kata Aria.


Leon menyenggol lengan Maria yang duduk ditengah-tengahnya dan Alva disofa. "woy, itu pada Kenapa dah?"bisik Leon.


"mana gue tahu kampret!"jawab Maria berbisik.


"ada yang gak beres, ya gak ga?"tanya Leon yang dianggukki oleh Alva.


"Lo kesini bareng siapa?"tanya Bara.


"hm? oh, bareng adikku."kata Aria.


"oh, ya. ini buat Lo."kata Aria memberikan Bara sebuket bunga. "moga sembuh ya."kata Aria.


"makasih banyak ri."kata Bara tersenyum.


berbeda dengan Shopia dan Arga yang menatapnya jengah. "maaf ya? gara-gara aku kamu jadi masuk rumah sakit."kata Aria menunduk.


"maaf? maaf doang mah buat apa?"sinis Shopia.


"Shopia!"


"gak papa kok."kata Bara tersenyum.


Aria menggenggam tangan Bara. "makasih banyak loh,bar. berkat kamu aku bisa kabur dari tempat itu. kalo kamu gak ada, entah gimana nasib aku sekarang."kata Aria menggigit bibir bawahnya.


"gak usah dipikirkan."kata Bara mengelus rambut Aria lembut.


Arga yang melihat itu mengepalkan tangannya. Aria menatap ke sekeliling hingga akhirnya matanya tertuju kepada Arga yang menatap dengan tatapan datar. "aku mau bilang, aku bakal pergi dari tempat ini."kata Aria.


Deg.


semuanya pun terkejut. "Kenapa ri?"tanya Maria menghampiri Aria.


"aku udah nyusahin kalian terus, jadi. aku pikir lebih baik pergi aja."kata Aria tersenyum.


"mending disini aja ri, lagian kalo Lo ke Jepang Lo gak ada temen disana."kata Leon.


Aria menggeleng pelan. "tidak, kak les sudah menyiapkan semuanya, jadi..... selamat tinggal."kata Aria sambil berlari keluar ruangan.


"tunggu, Aria!!"teriak Maria.


Aria tidak menghiraukan panggilan dari Maria dan langsung berlari menuju keparkiran dan masuk kedalam mobil. "jalankan mobilnya."kata Aria.


"eh?apa?kau bilang apa?"tanya Felisha heran.


"aku bilang jalankan mobilnya!"perintah Aria.


Felisha pun langsung menjalankan mobilnya dengan tergesa-gesa.


Malam hari, Aria duduk di pinggiran ranjangnya sambil menatap lurus ke depan. "Aria."panggil Achilles membuyarkan lamunannya.


"hm?"


Aria menoleh kearah Achilles. "ada apa?"tanya Aria.


Achilles menghela nafasnya dan duduk disamping Aria. "apa yang kau pikirkan? Kenapa belum tidur?"Tanya Achilles.


"tidak ada, aku hanya...tidak bisa tidur."kata Aria menunduk.


"pindah bukanlah pilihan yang buruk, mungkin kau memang meninggalkan orang yang berharga bagimu, tapi kamu mungkin akan bertemu dengan orang akan membuatmu lebih bahagia disana."kata Achilles sambil tersenyum.


"apa maksudnya?"tanya Aria menatap kakaknya heran.


"tidak, bukan apa-apa."kata Achilles tersenyum sambil mengusap rambut Aria lembut.


Achilles bangkit dari duduknya. "sudah, waktunya tidur, besok kita akan berangkat."kata Achilles.


"ah? kak les apa maksud perkataan mu tadi?"tanya Aria.


"yang mana?"tanya Achilles heran.


"itu....yang.... membuatku lebih bahagia?"kata Aria.


"entahlah, kau akan mengerti nanti."kata Achilles sambil tersenyum kearah Aria.


sebelum pergi Achilles mematikan lampu kamar Aria lalu menutup pintunya pelan. "tapi jika berjodoh kalian akan bersatu kembali."batin Achilles menatap keluar jendela yang ada dilorong.