Argaria

Argaria
Chapter 12



Aria Diam menatap foto dirinya bersama Arga.


"kok aku baru Sadar kalo rambut kamu bukan warna hitam."ujar Aria


"emang, baru ada dicat kemarin."ujar Arga fokus dengan ponselnya.


Aria pun menatap ponsel Arga.


"Lo ngapain?"tanya Aria


Arga pun memperlihatkan ponselnya kepada Aria. tampak dirinya sedang memosting foto dirinya dengan Aria.



@arga_alexender's : sarapan dulu sama kesayanganku πŸ’žπŸ’“πŸ’–


disukai oleh : @Leon_king dan 345,256 lainnya.


komen :


@maria_mario : pantes di sekolah gak ada ternyata lagi.....😊😊


@leon_king : moga sukses kencan nya. jangan lupa pajak jadian.


@arga_alexander's : gak membuka bantuan dana sosial 😎


@alva_papa : makan mulu Lo @leon_king


@pacararga : WHAT?!!! udah ada yang punya ternyata πŸ’”πŸ˜±


@cintanya_arga : apaan nih foto bikin sakit mata aja😑🀬


@shopia_beauty : Sadar diri dong Lo tuh jelek gak pantes dibandingkan dengannya πŸ–•πŸ˜‘πŸ˜ @cintanya_arga


sabar pasti akan dapat yang terbaik @pacararga


@bara_biri : ngebucin aja Lo kerjaannya @arga_alexander's


@shopia_beauty : gak sadar diriπŸ™„β˜οΈβ˜οΈ @bara_biri


Arga pun terkekeh lalu menatap Aria yang fokus menatap layar ponselnya.


"kamu gak ikutan?"tanya Arga


Aria menggeleng.


"males."ujar Aria sambil memakan makanan yang baru sampai.


"kamu gak marah?"tanya Arga


Aria menatap Arga lalu kembali fokus ke makanannya.


"tentang?"tanya Aria


"aku posting foto kamu loh."ujar Arga


"terus?"tanya Aria acuh


"lupain, kamu mah gak asik."Ujar Arga


Aria menatap Arga tajam. tangannya pun terulur untuk mencubit pinggang Arga. seketika tawa Arga pun pecah.


"nyebelin tau gak."ujar Aria


"udah, aku cuman bercanda."ujar Arga


disisi lain tampak Dhika yang sedang berkumpul bersama 3 orang remaja lain disebuah bangunan yang tidak terpakai.


"jadi dia dekat dengan Arga?"ucap lelaki


"bagus dong kalo gitu, gak apa-apa kan kalo Lo hancurin tuh cewek."ujar lelaki ke-2


"tapi dia kan cewek gue."ujar Dhika


"yaelah bro, cuma ngorbanin satu cewek aja ribet Lo."ujar seorang ke-3


"lagian nih ya cewek tuh gak cuman dia."Ujar lelaki ke-2


"ya...... tapi kan...."ujar Dhika ragu


"gara-gara dia kan kembaran Lo tiada? ngehancuri tuh cewek masih kurang bro."ujar lelaki pertama.


"oke, tapi akhir-akhir ini Mareka berdua terus, gimana caranya supaya Mareka berdua pisah?"ujar Dhika


mareka terdiam. hingga akhirnya masuk seorang gadis yang seumuran dengan Aria.


"wah....wah.....gue nggak nyangka ada perjumpaan disini?"ujar gadis itu


Dhika pun menatap kearah gadis yang berada didepan pintu.


"siapa Lo?!" ujar Dhika dingin


gadis itu mendekat kehadapan Dhika dengan senyum yang terpampang jelas di wajahnya.


"Lo? bukannya Lo temen-"


"gue? temen cewek murahan itu? gak Sudi"sela gadis itu dengan nada sinis.


"mau apa Lo kemari?"tanya Dhika.


gadis itu pun duduk disofa yang tidak terpakai disamping Dhika.


"gue denger semua yang Lo rencanakan, tapi Lo jangan takut gue gak bakal bilang kok, karena gue disini pengen bantuin Lo."ujar gadis itu


Dhika menatap gadis itu sambil mengernyitkan dahinya mencoba mencerna perkataan gadis yang duduk disamping.


"maksud Lo?"Tanya Dhika


"gue dukung rencana Lo dengan syarat Arga Lo kasih ke gue."ujar gadis itu


"jadi Lo suka sama Arga?"Tanya Dhika


gadis itu tertawa terbahak-bahak.


"gue cuma pengen liat wajah gadis kurang ajar itu saat dirinya dihancurkan oleh kekasihnya sendiri dan orang yang dicintainya direbut oleh temennya."ujar gadis


Dhika menatap wajah gadis itu dengan raut wajah jijik.


"dasar temen licik."ujar Dhika


gadis itu pun tersenyum menatap Dhika seolah-olah menganggap perkataan Dhika tentang dirinya adalah sebuah pujian.


Drrrt.... drrrt....


"ponsel Lo bunyi."ujar Arga


Aria mengambil ponselnya.


"ah, iya bentar aku angkat dulu."Ujar Aria


Arga menggangguk.


"halo."


"......"


"sekarang? yaudah Kaka pulang sekarang."


"......"


"oke byeeee"


Aria pun menutup telpon.


"siapa?"tanya Arga


"Felisha adik aku, aku pulang dulu ya? katanya banyak pelanggan ditoko ibu."ujar Aria buru-buru


"aku anterin."ujar Arga


"gak usah ga, lagian deket kok, byeeee."ujar Aria pergi


Arga menatap punggung Aria yang semakin lama semakin menjauh.


"loh, Arga?" ujar Fania


Arga mendongak menatap kearah gadis yang berdiri dihadapan.


"apa?"Tanya Arga datar


Set


Fania pun duduk disamping Arga.


"Lo habis kencan ya?" ujar Fania


"bukan urusan Lo kan."ujar Arga dingin


"iya sih, bukan urusan gue sih, tapi Lo lupa apa yang terjadi sama Grisella?"ujar Fania


Arga tertegun dengan cepat dirinya mengubah wajahnya menjadi datar kembali.' *bagaimana dia bisa tahu tentang Sella? sebenarnya siapa dia? ' batin Arga


' ternyata yang dikatakan oleh Dhika memang benar kalo Arga memiliki hubungan dengan seorang gadis bernama Grisella . ' batin Fania*


"Grisella? siapa?"Tanya Arga


Fania pun tersenyum. ' ho.... mencoba menghindar ya? ' batin Fania


"jangan bilang Lo lupa."Tebak Fania


Arga bangkit dari duduknya.


"Lo jangan bicara sembarangan. gue gak kenal dengan Grisella."ujar Arga dingin


Arga pergi meninggalkan Fania yang menatapnya dengan senyum penuh arti.


"kita lihat sampai kapan Lo bisa menyembuhkan semua itu" ujar Fania.


Arga masuk kedalam basecamp gengnya yang berada di gudang samping sekolah yang tidak terpakai. didalam gudang tersebut tampak bara, Alva,Leon dan beberapa orang lainnya.


"widih..... yang abis kencan datang nih." goda Leon


Arga menatap Leon dengan wajah Dinginnya.


"bacot Lo." ujar Arga dingin


Arga duduk di kursi disamping Bara.


"kenapa Lo? ditolak?"tanya Bara


Arga menatap Bara tajam. Bara terkekeh.


"sorry......"


"....jadi lo kenapa bro?"tanya Bara


"gue mau Lo ...."ujar Arga menunjuk kearah Bara.


"... selidiki siapa Fania."ujar Arga


"lah? ngapa emang?"ujar Bara


"gue suruh Lo cari tahu bukan nanya!!!" ujar Arga mengeraskan suaranya.


seketika semuanya yang ada didalam gudang pun menunduk ketakutan kecuali Bara yang menatap Arga dengan wajah santai.


"mengerti?"ujar Arga


Bara pun mengangguk.


"besok gue beritahu."ujar Bara


"oke. gue tunggu."ujar Arga


sementara itu Aria terdiam melihat lelaki yang ada dihadapannya.


"a-apa?"tanya Aria


"gue mau Lo jauhi Arga."ujar Dhika


"emangnya kenapa? Arga itu membantu gue."ujar Aria


"oh,ya? membantu ya?"ujar Dhika


Aria mengangguk


"membantu apa? menghancurkan Lo?"sinis Dhika


"Dhika Lo ngomong apa sih?"kesal Aria


"perlu lo tahu gue gak suka gadis ****** kaya Lo"ujar Dhika


"dan perlu Lo tau gue bukan ****** dan kita..... udah lama putus ka..."


"putus!"bentak Aria Aria