Argaria

Argaria
kedatangan Achilles



Aria menghela nafasnya mendengar perdebatan Dua orang lelaki yang ada dihadapannya, siapa lagi kalo bukan Raga dan Arga. "besok Aria akan pergi denganku!"kata Raga.


"tidak! dia pergi denganku! besok kau kan sibuk dengan urusan OSIS-mu itu!"kata Arga tidak mau kalah.


Aria memijit pelipisnya pening. Sudah 3 jam lamanya ia berada dikamar hanya karena dua lelaki itu ingin pergi ke Festival bersamanya.


Aria menatap keluar jendela, pandangannya tertuju kepada kapal yang baru saja berhenti di pantai itu. "sepertinya akan ada Murid baru lagi."batinnya.


Aria membelalakkan matanya melihat seorang lelaki yang turun dari kapal itu. Bergegas dirinya pergi keluar meninggalkan Arga dan Raga yang bertatapan heran. "apa yang terjadi?"tanya Raga kepada Arga.


"ya mana aku tahu, tolol."kata Arga kesal.


...----------------...


Aria berlari dan memeluk lelaki itu dari belakang. "kakak!!"kata Aria tersenyum.


Achilles tersenyum lalu berbalik membawa adiknya itu kedalam pelukannya. "apa disini menyenangkan?"Tanya Achilles melepaskan pelukannya.


"iya, sangat-sangat menyenangkan."kata Aria.


"baguslah kalau begitu."kata Achilles mengusap rambut Aria lembut.


"kaka, kenapa kemari?"tanya Aria.


"hm? bukankah besok ada Festival? aku kan alumni disini, apakah aku tidak boleh ikut? lagipula aku ingin bertemu dengan adikku yang imut ini.."kata Achilles mengunyel pipi Aria.


Arga dan Raga yang baru saja tiba disana hanya diam menatapnya. "lupakan saja, kalo dia datang untuk pergi dengan Aria hanya mimpi."kata Arga


"memangnya siapa dia?"tanya Raga kepada Arga.


Arga menatap Raga datar. "ternyata kau lumayan juga. apa kau tidak tahu dia adalah kakaknya yang paling posesif kepadanya, dulu saja saat aku mendekatinya dia menanyakan segala hal kepadaku."jelas Arga.


"tunggu, jadi kau pernah berhubungan dengan Aria?"tanya Raga menatap Arga.


"ya....aku mengerti. kau memang salah, tidak seharusnya kau menyakiti hati seorang wanita hanya karena masalah kecil."kata Raga menepuk pundak Arga.


Achilles melirik kearah Dua orang lelaki yang menatapnya dari jauh lalu menatap Aria. "siapa mareka?"tanya Achilles.


"hm?dia? Raga dan Arga."jawab Aria.


"tidak, maksudku kenapa Mareka disini?"Tanya Achilles.


"ouh, Raga adalah ketua OSIS disekolah kalo Arga.....dia.... hanya murid baru dikelas."kata Aria.


Achilles menghela nafas. "lupakan saja."kata Achilles.


Achilles berjalan diikuti Aria dari belakang. "apakah ibu dan ayah sehat?"tanya Aria.


"ya.... begitulah."jawab Achilles


Achilles melirik ke-dua lelaki itu dengan tatapan tajam. "jika kalian berani menyakiti adikku atau menyentuhnya walau seujung kuku saja, kalian akan berurusan denganku."bisik Achilles sambil berlalu pergi.


Arga dan Raga meneguk Salivanya, bahkan tubuhnya saja menegang mendengar ancaman dari Achilles itu. "apa kakak mengatakan sesuatu?"Tanya Aria.


"tidak ada."jawab Achilles.


Arga dan Raga berbalik menatap kakak beradik itu. "sudah kubilang, rencana untuk mengajaknya kencan tidak akan terwujud."kata Arga.


"ya..... setidaknya kita sudah berusaha."kata Raga.


Mareka berdua berpandangan. "heh! sepertinya kau berharap aku akan menyerahkan?"kata Raga meremehkan Arga.


"kau tahu, aku tidak akan menarik kata-kataku. besok akan kupastikan Aria akan kencan denganku, lihat saja."kata Raga meninggalkan Arga yang menatapnya datar.


"dasar naif, dia tidak tahu saja, kakak dari Ariana Vandoria itu seperti apa."kata Arga.