
beberapa hari kemudian.
"Arga, Arga tebak hari ini hari apa?"tanya Aria
"hm? memangnya kenapa?"tanya Arga sambil menatap Aria dengan wajah heran
"ish...tebak dong."kata Aria kesal
"bukannya hari ini akhir pekan?"Tanya Arga
"betul."bangga Aria
sebenarnya ada apalagi? entah kenapa rasanya aku merasa firasat buruk batin Arga
"he-he-he karena ini adalah akhir pekan dan aku dengar ada taman bermain disekitar sini. jadi-"
"kau ingin mengajakku pergi kesana?"sela Arga
"ap-?! ehem, tidak bukan seperti itu."kata Aria
"jadi?"tanya Arga
"hmph, dasar Lelaki tidak peka."kesal Aria sambil memalingkannya wajahnya
"ha....iya,iya jadi nona Aria maukah kau keluar denganku Minggu ini?"tanya Arga
senyum Aria pun mengambang saat mendengar ajakan Arga. Aria menggangguk sambil tersenyum ceria. Arga pun mengusap rambut Aria. "sebaiknya kau masuk kedalam, Aria."kata seorang gadis muda
"ah, kau? siapa kau?"tanya Aria heran
"apa?!kau tidak mengenalku?! setelah beberapa Minggu tinggal disini masih tidak mengenalku?!"marah gadis itu
Aria menggeleng. "dasar gadis j*l*ng, aku adalah nona mudah dirumah ini, Riana Vandoria."kata gadis itu Dengan nada sombong
"Riana? Vandoria? ah, kau adalah adik dari kak les ya? salam kenal aku Aria."kata Aria sambil tersenyum manis kepada Riana
"kau?! apa jangan-jangan kau meremehkanku dengan senyum mu itu?iyakan?!"bentak Riana
"maaf, tapi aku tidak meremehkanmu. justru aku merasa senang karena akhirnya aku bisa bertemu denganmu."kata Aria
"jangan berpura-pura baik dihadapanku!!"bentak Riana
"sebelum kau disini kasih sayang kak Achilles dan ayah hanya untukku! aku sangat membencimu sangat sangat membencimu!"geram Riana
"Aria, sudahlah."kata Arga
"apa minta maaf?"ulang Riana
Riana mendekat kepada Aria lalu menjambak rambut Aria. Aria meringis kesakitan tetapi tidak melawan sedikitpun. "Riana!!apa yang kau lakukan?!"bentak Arga
"mengajarkan j*l*ng yang tidak tahu sopan santun ini!"kata Riana
Arga pun melerai Riana dan Aria. "apa kalian tidak malu bertengkar dihadapan tamu?" kata Kendra
"a-ayah?"kata Riana gelagapan
Riana menatap Aria yang terdiam dengan tatapan kosong lalu menghampiri ayahnya. "ayah, dia yang memulainya duluan ayah, dia bilang aku tidak pantas tinggal disini bahkan dia juga meremehkan ku ayah."adu Riana sambil merangkul lengan Kendra
"Riana Vandoria."geram Kendra
"jaga sikapmu."kata Kendra penuh penekanan hingga membuat Riana menciut
"i-iya a-ayah."kata Riana ketakutan
"Om Kendra, kebetulan hari ini adalah akhir pekan. apakah saya boleh mengajak Aria kepasar malam?"tanya Arga
Kendra berbalik menatap Arga dengan tatapan tajam. "kau-"
"bolehkan ayah?"tanya Aria
Kendra terdiam. "apa kau bilang? kau m-memanggilku ayah?"ulang Kendra
"ah....aneh ya? aku memanggilmu seperti itu karena kau sudah seperti seorang ayah bagiku. tidak apa-apa kan?"tanya Aria
"tentu saja, kalian berdua boleh pergi kepasar malam itu."
"tapi jangan sampai pulang larut malam."tegur Kendra
"benarkah?"tanya Aria dengan tatapan berbinar
"iya."kata Kendra
"yey!!! Arga kita bisa pergi!"kata Aria kegirangan