Argaria

Argaria
Chapter 80



Aria turun dari kapal bersama dengan Achilles. "apa benar disini?"tanya Aria ragu.


Achilles berjalan meninggalkan Aria dan memasuk kedalam pepohonan yang rindang. "eh? kakak tunggu!"kata Aria menyusul Achilles masuk.


"lambat!"


"lihatlah kita sudah sampai."kata Achilles tersenyum.


Aria tercengang melihat 4 gedung yang letaknya agak berjauhan dari gerbang. "m-mewah sekali."batin Aria.


"k-kak apa kau yakin?"tanya Aria kepada Achilles yang dengan santai membuka gerbang.


"tentu saja, lagian dulu aku juga bersekolah disini."kata Achilles.


lapangan gedung itu sangat Luas bahkan ditengah-tengahnya ada sebuah air mancur yang sangat indah, disekelilingnya terdapat pohon yang tumbuh dengan subur. "itu... Gedung sekolah menengah menjadi satu dengan gedung menengah atas."jelas Achilles sambil menunjuk kedepan.



"apa benar itu sekolah bukan hotel bintang atas?" batin Aria.


"kenapa?"tanya Achilles.


"jalannya terlalu jauh! dari depan sana sampai kesini, aku capek!"kesal Aria.


"ini termasuk latihan untuk kekuatan tubuhmu."kata Achilles.


Aria hanya menghela nafas kesal dan mengikuti langkah Achilles. Aria tercengang melihat lobby sekolah yang sangat mewah itu.


Tap.


Tap.


Tap.


"selamat datang kembali, Achilles."sapa seorang pria paruh baya.


"terimakasih, pak."jawab Achilles sopan.


tampak seorang pria menyambut kedatangan mareka yang Aria dan satu orang lelaki yang memakai seragam disamping Lelaki itu. "mari, kita bicarakan didalam kantor."ucap salah satu lelaki itu yang dianggukki oleh Achilles.


sesampainya di kantor Achilles dan Aria duduk dihadapan pria paruh baya tersebut. "jadi, dia adalah adikmu?"tanya pak Arya, kepala sekolah baru Aria.


"benar pak. jadi, saya mau adik saya sekolah disini."kata Achilles.


"oh, boleh...boleh..."


tampak lelaki yang berada disamping pak Arya langsung mendekat. "ya, pak?"tanya Lelaki itu sopan.


"kamu temani nona ini berkeliling, bapak mau bicara dengan Achilles."kata pak Arya yang dianggukki oleh Raga.


"mari."ajak Raga kepada Aria dengan sopan.


Achilles hanya diam memperhatikan kepergian adiknya bersama dengan lelaki itu. "kenapa dia dimasukkan kesini?"tanya pak Arya.


"bukankah itu bagus, belajar disekolah ini sepertinya akan membuat kemajuan untuknya."kata Achilles tersenyum.


"kamu masih lama seperti dulu rupanya."kata pak Arya tertawa.


"jadi, ada alasan apa?"lanjut Pak Arya.


"tidak ada, tapi aku ingin kau menyembunyikan marganya."kata Achilles membuat pak Arya menatapnya heran.


"iya, bukan sebagai Ariana Vandoria melainkan Ariana Mahendra."kata Achilles.


"kenapa?bukankah lebih bagus jika memakai marga yang sama denganmu?"tanya Pak Arya.


"untuk jaga-jaga."kata Achilles.


Aria menatap lelaki yang sedang mengajaknya berkeliling itu. "bagaimana aku harus memanggilmu?"tanya Aria membuat Lela itu berbalik menatapnya.


"apa perlu?"tanya lelaki itu.


"tentu saja, jika tidak bagaimana aku memanggilmu? kamu?"Tanya Aria kesal.


"namaku tidak penting, lagian kita tidak akan bertemu lagi setelah ini."kata Raga.


"sombong sekali."batin Aria memutar bola matanya malas.


"hei, apakah masih jauh?"tanya Aria.


"kenapa?"


"CK, apakah kau ini robot? kau terus berjalan sambil menerangkan seluruh ruangan. apakah tenggorokanmu tidak kering?"tanya Aria kesal.


"inilah kenapa aku tidak menyukai nona muda sepertinya, sudah lemah cerewet lagi!"batin Raga.


"apakah anda lelah?"tanya Raga.


Aria langsung mendudukkan tubuhnya kekursi yang berada paling dekat dengannya tanpa mendengarkan perkataan dari lelaki itu. "memang semua lelaki itu tidak ada bedanya."batinnya kesal