Argaria

Argaria
Chapter 84



lelaki itu duduk didekat Raga yang sedang sibuk. "omong-omong dimana sayu?"tanya lelaki itu kepada Raga.


"Entahlah."jawab Raga seadanya.


"sepertinya biasa aku selalu diabaikan."Pasrah lelaki itu.


Brak.


"Yahoo...aku datang."kata Sayuri heboh.


"sayu, darimana saja kau?"tanya Lelaki itu.


"apa? apakah kau kangen padaku?"tanya sayu membuat lelaki itu menatapnya dengan tatapan aneh.


Raga mendongak menatap seseorang yang berada dibelakang Sayuri. "siapa yang kau bawa?"Tanya Raga.


"hm?ah...dia anak baru itu Loh.."kata Sayuri menarik tangan Aria untuk berdiri disampingnya.


"namanya Aria."lanjut Sayuri.


"m-maaf mengganggu."kata Aria menunduk.


"he....jadi ini murid Baru itu?"kata lelaki yang berada didekat Raga.


dia menatap Aria dari bawah keatas seolah-olah menilai penampilan Aria. "duh...Devan, apa yang kau lakukan? apakah kau mesum?"kata Sayuri memukul kepala lelaki itu.


"aduh! apa yang kau lakukan?!"kata Devan kesal.


"jangan menatapnya seperti itu!"tegur Sayuri.


"terserah aku kan."kata Devan.


"oy, Raga! bukankah kau kemarin jalan bersama dengannya disekolah?"tanya Devan.


"apa?!"kaget Sayuri.


"hm?ya."jawab Raga.


"darimana kau tahu?"tanya sayuri.


"hehehehe kau tidak bisa meremehkan ku."kata Devan.


"sudahlah, Aria. ayo, kita pergi."ajak Sayuri.


"eh?iya."jawab Aria.


"ah, tunggu!"kata Devan tetapi tidak didengarkan oleh kedua gadis itu.


"Ra- Eh?!"


Devan terkejut saat melihat Kursi yang diduduki oleh Raga kosong.


...----------------...


kini Aria dan Sayuri duduk dikantin dengan makanan yang sudah tersaji hadapan mareka berdua. "lalu? kenapa dia ada disini?"tanya Sayuri menunjuk Raga yang duduk disamping Aria.


"memangnya aku peduli? pergi sana!"usir Sayuri.


"Aria saja tidak keberatan."kata Raga mengambil alih makanan milik Sayuri dan memakannya.


"itu milikku! Aria juga, jangan hanya tertawa."tegur Sayuri.


"biarkan saja, ini, makan saja milikku."kata Aria memberikan makanannya kepada Sayuri sambil tersenyum manis.


"ugh ...Aria .. makasih!!"kata Sayuri sambil memeluk tubuh Aria dari samping.


"rasanya seperti mengurus anak kecil."batin Aria.


"kau memeluknya terlalu erat."tegur Raga.


Sayuri melepaskan pelukannya dan menatap Raga."kenapa?apa jangan-jangan kau..... cemburu?"goda Sayuri yang langsung mendapat pelototan dari Raga.


"si-siapa juga yang cemburu?"kata Raga sambil mengalihkan pandangannya ke samping.


"benarkah?"tanya Sayuri.


"t-tentu saja."jawab Raga.


"sudahlah kalian berdua, jangan seperti anak kecil."tegur Aria.


...----------------...


bel pun berbunyi. tampak semua siswa membereskan semua buku-buku mareka dan memasukkannya kedalam tas. "Aria...."panggil Sayuri sambil berlari kecil kearah Aria.


"Sayuri... ada apa?"tanya Aria.


"ayo, pulang bareng."ajak Sayuri.


Baru saja Aria ingin menjawab Langsung dipotong oleh perkataan Raga yang berada disampingnya. "tidak bisa."


"kenapa? memangnya kau ayahnya."kata Sayuri.


"sudah aku bilang kan, tidak boleh."jawab Raga bersikeras.


"kenapa? Aria saja belum menjawabnya."kata Sayuri kesal.


"Sayuri, dia baru saja pindah. dia masih belum hapal daerah sini jadi aku yang akan menuntunnya."kata Raga.


"Kenapa? kalo menuntunnya bukankah aku juga bisa? lalu aku khawatir dengan Aria. bagaimana kalo dia kamu apa-apain?"kata Sayuri.


"itu perintah guru, apa kau bisa melawan?"tanya Raga menyeringai.


"lagipula, aku bukan Lelaki br*n*s*k."lanjut Raga.


"ugh...bilang saja kau ingin menyukainya."kata Sayuri pelan.


"apa kau bilang?!"kata Raga menatap Sayuri tajam.