
"Lebih baik kau mengatakannya sekarang, Raga. mengingat kau selalu sibuk dengan urusan OSIS-mu itu."kata Aria.
"mengatakan apa?"tanya Raga.
"CK, alasan kau 2 tahun tertinggal kelas."kata Aria.
"yah.... sebenarnya memang tidak penting sih. jadi, lebih baik lupakan saja."kata Raga.
"tapi kau sudah berjanji!"kesal Aria.
"oke,oke, jadi. aku menceritakannya?"tanya Raga.
"menurutmu?"tanya Aria tidak sabar.
"baiklah, alasannya karena aku ingin."kata Raga membuat Aria menatapnya tajam.
"apa kau serius?"tanya Aria kesal.
Raga mengangguk, Aria memukul pundak Raga dengan keras hingga membuat sang empunya meringis kesakitan. "kenapa kau memukulku?"tanya Raga.
"itu balasannya karena membuatku kesal! sia-sia saja aku penasaran dengan alasanmu itu."kata Aria membuang wajahnya kesamping.
Raga memalingkan wajah Aria untuk menatapnya. kedua manik itu bersatu, Terpesona satu sama lain. "a-aria-"
Brak.
pintu terbuka menampakkan Sayuri yang masuk dengan wajah yang tidak bisa diartikan. "apa yang kalian lakukan?"tanya Sayuri melihat Raga dan Aria yang memalingkan wajahnya kearah yang berbeda.
"t-tidak ada."jawab Raga.
Trrrriiing.....
"ah, sudah masuk, aku ke kelas dulu."kata Aria bangkit langsung keluar Ruangan.
melihat Aria yang keluar ruangan dengan tergesa-gesa membuat Raga menatap Sayuri tajam. "apa yang terjadi?"tanya Raga datar.
Sore hari.
Aria memasuki kamarnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. "ugh, capek sekali."gumam Aria.
Dirinya terdiam melihat sepucuk surat diatas Nakas samping tempat tidurnya. Dengan rasa penasaran dirinya mengambil surat tersebut. "apa ini dari Raga?" batinnya bertanya-tanya.
Aria membaca surat tersebut.
Untukmu Ariana Vandoria.
*Aku tahu aku tidak sempurna, aku selalu melakukan kesalahan dan menyakiti orang lain, kadang ucapanku memang tajam dan menusuk. Aku sadar aku salah dan aku siap melakukan apapun untukmu dan menanggung akibat yang telah aku perbuat.
mungkin kata maaf tidak cukup untuk kesalahan yang telah aku perbuat. tapi, kau mohon berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahanku dan aku akan menghargai dirimu.
...aku mencintaimu, kau sangat penting bagiku, kumohon maafkan aku....
...Kekasihmu: Arga Alexander....
Aria merobek Kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. "apa itu? memberikannya kesempatan? yang benar saja."kesal Aria.
Aria bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar kamarnya. kini, dirinya berjalan di pesisir pantai. Angin berhembus kencang membuat Rambutnya berterbangan. "aku rasa aku harus mendinginkan otakku."kata Aria duduk diatas pasir.
wajahnya ia tenggelamnya diantara lututnya sebentar lalu menatap lurus ke depan.
Bruk.
tiba-tiba dirinya dikejutkan dengan seseorang yang memeluknya erat dari belakang. Aroma mint yang khas tercium di penciumannya, "akhirnya...aku menemukanmu."bisik orang itu.
suara yang sangat dirindukan Aria dan juga suara yang membuatnya merasa pedih, dirinya sangat merindukan itu. "kenapa kau kemari?"Tanyanya datar.
sementara itu disisi lain, Raga terdiam mendengarkan perkataan dari gadis yang ada didepannya. Tak lama kemudian, dirinya menarik tubuh Sayuri lalu memeluk nya."pasti berat untukmu."kata Raga mengelus Surai milik Sayuri lembut.
Sayuri menangis tersedu-sedu didalam pelukan Raga. "jangan dipendam, menangislah jika itu membuatmu tenang."ucap Raga menatap tajam kearah Jendela yang menunjukan pesisir pantai pada sore hari, tangannya mengepal kuat menahan amarahnya.