
seorang gadis sedang menatap dirinya di cermin. tampak dirinya kagum melihat potretnya yang cocok dengan menggunakan gaun putih selutut dan rambut yang terurai.
Yap, gadis itu adalah Aria. sudah 1 bulan berlalu pulang kemansion setelah dirinya tinggal dirumah sakit.
pintu terbuka menampakkan Achilles yang sudah siap dengan pakaian formal yang berwarna putih. "Aria, apa kau sudah siap?"Tanya Achilles
Aria berbalik menatap Achilles. "kak, bagaimana? cantik gak?"tanya Aria tersenyum
Achilles terdiam menatap Aria dari atas sampai bawah dengan tatapan kagum. "bagaimana kak?"tanya Aria
"hng? cocok sekali tapi ada yang kurang..."kata Achilles
Aria menatap Achilles heran. "kurang? apa itu?"Tanya Aria penasaran l
Achilles tersenyum dan mengeluarkan kalung dari sakunya. "ini..."tanya Aria
"ini hadiahku untuk adik tersayangku, kemarilah. biar aku yang akan memasangkan"kata Achilles
Aria mendekat kepada Achilles. senyumnya semakin mengambang saat Achilles kakaknya memasangkan kalung ke lehernya"sudah, ayo. kita turun."kata Achilles sambil menggandeng tangan Aria
"iya "jawab Aria bahagia
Mareka berdua pun pergi ke bawah.
Tampak Aria menatap ballroom mansion milik kakaknya itu dengan tatapan kagum. mareka berdua terhenti disamping Kendra dan dian yang sudah berkumpul disamping tangga. "kau cantik sekali hari ini."puji kendra
"terimakasih ayah."jawab Aria tersenyum
dirinya kembali menatap orang-orang yang sedang berkumpul sampai akhirnya pandangannya teralihkan oleh tangan yang terulur didepannya. Aria mendongak menatap wajahnya. "maukah kau berdansa denganku?.... untuk pertama kalinya."kata Arvin
Aria terdiam menatap Arvin dan menoleh kearah ibunya yang tersenyum. Aria menerima ajakan Arvin. "sebuah kehormatan untukku."kata Aria sambil menerima uluran Arvin.
"ya?"jawab Aria
"kau cantik hari ini." puji Arvin
"aku tahu."jawab Aria sombong
"....tentu saja. tetap aku yang paling tampan disini,kan?"kata Arvin bangga
"hahahaha kau terlalu berlebihan."kata Aria sambil memundurkan tubuhnya sedikit kebelakang
"apa yang kau lakukan?kita sedang berdansa. kau harus lebih dekat denganku."kata Arvin sambil menarik pinggang Aria hingga tubuhnya menempel dengan tubuh Arvin.
wajah Aria memanas saat tubuhnya begitu dekat. sampai akhirnya Mareka berdua pun selesai. sebagai penutup Arvin pun mencium tangga Aria.
saat Aria tertegun menatap Arvin, Arvin pun mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya dan membukanya. tampak cincin berlian yang sangat indah terlihat.
Arvin berjongkok dihadapan Aria. "Aria, aku ingin semua orang yang hadir di sini sebagai saksi, maukah kau menikah denganku?"tanya Arvin
Achilles dan Kendra yang berada tak jauh dari Mareka berdua tampak terkejut. sampai-sampai gelas milik Achilles hampir pecah jika saja Handry tidak menegurnya.
Aria terdiam, tidak tahu ingin menjawab apa. "tapi....Vin, aku...."kata Aria
Aria tertegun melihat Arga yang sedang bersama dengan Grisella dari jauh, bahkan Arga menatap dirinya dengan tatapan gelisah. "...aku terima, lamaran mu aku terima."kata Aria yakin
Arvin tersenyum. setelah memasangkan cincin di jari manis Aria, dirinya bangkit dan memeluk tubuh Aria erat. seluruh tamu undangan bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada mereka berdua.
ditengah-tengah kegembiraan itu ada satu orang yang tidak bahagia, dia adalah Arga. "Arga, bagaimana kalau kita mengobrol saja disana?"kata Grisella sambil menunjuk sofa yang berada didekat dinding.
"sebaiknya kita pulang sekarang, Grisell."kata Arga