Argaria

Argaria
Chapter 73



Arga berjalan didalam hutan bersama Bara mengikutinya dari belakang. Arga mengambil ponselnya disakunya lalu menekan tombol. "...."


Bara hanya menatap Arga yang sedang menelpon seseorang. "kita udah sampai dihutan. apakah kami langsung menyelamatkan Aria?"tanya Arga


"...."


Arga menyimpan ponselnya kembali kesakunya. "apa?"tanya Arga kepada Bara yang sejak tadi menatapnya.


"Achilles?"tanya Bara.


Arga menggangguk. Mareka terus berjalan hingga mareka melihat sebuah air terjun. Arga pun berjalan duduk dibatu besar dekat air terjun. tampak keringat bercucuran diwajahnya ditambah dengan dirinya yang mulai kesulitan untuk bernafas membuat Bara merasa khawatir. "ga, mending Lo keluar aja dari hutan."kata Bara.


"...gue gak apa-apa, bar."kata Arga menenangkan Bara walaupun dirinya merasa kesulitan.


"Lo gak bawa obat?"tanya Bara.


Arga hanya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan. "...gue udah minum tadi pagi."kata Arga.


sementara itu Kendra dan Achilles tiba disebuah gudang tua yang hampir roboh. Achilles menyeringai. "tidak disangka akan menemukannya secepat ini."kata Achilles.


Achilles berjalan meninggalkan Kendra yang menunggu diluar sedangkan dirinya masuk kedalam gudang.


Brak.


Achilles menendang pintu gudang tersebut hingga terbuka. matanya membulat sempurna kala melihat adiknya yang duduk dalam keadaan ke-dua tangannya yang terikat dengan tali didinding. "Aria!"kata Achilles.


baru saja dirinya hendak menghampiri Aria seketika nampak 2 orang yang menghadang jalannya. "heh! mau menghalangiku? sepertinya kalian tidak tahu siapa aku."kata Achilles tersenyum menyeramkan.


Prok.


Prok.


Prok.


seorang gadis muncul dari belakang kedua orang itu. "siapa kau?!"kata Achilles lantang.


"heh! ku pikir kau sudah mengenalku."


"baiklah, aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Grisella Pratama."kata gadis itu sopan.


"tapi...tidak ku sangka dia tidak mengetahui ku. apa jangan-jangan kau belum menceritakan tentangku."kata Grisella bertanya kepada Aria.


"he... kenapa?"tanya Grisella.


"bukankah wajahnya yang sekarang tampak lebih cantik dari yang lalu."kata Grisella sambil mendongakkan kepala Aria secara paksa.


Achilles mengepalkan tangannya saat melihat wajah adiknya yang penuh luka ditambah dengan matanya yang telah redup. seolah-olah putus asa dengan apa yang terjadi. "k-kak."gumam Aria pelan.


mendengar suara adiknya yang pelan itu membuat Achilles tertegun. "kakak sudah tiba, kakak pasti akan menyelamatkamu."kata Achilles.


"yakin? serang!"perintah Grisella terhadap kedua anak buahnya itu.


"heh! hanya dua orang aku bisa mengurusnya."kata Achilles meremehkan.


"benarkah?"tanya Grisella meremehkan.


Achilles tertegun saat menyadari ada seorang yang mencondongkan pistol di belakangnya namun cepat dia menetralkan wajahnya.


Bugh.


Achilles menendang pistol tersebut hingga terjatuh kelantai.


...****************...


uhuk...uhuk...


"Lo yakin mau lanjut, ga?"tanya Bara khawatir.


"hm."jawab Arga sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Bara melihat sekeliling lalu bangkit. "Lo disini aja! biar gue yang lanjut."kata Bara meninggalkan Arga.


"perasaan tadi gue denger suara orang lagi baku hantam."batin Bara yang semakin dekat dengan tempat Achilles.


Bara yang Melihat Kendra yang sedang melawan Dhika pun masuk kedalam gudang tersebut diam-diam. tampak Bara yang tercengang melihat Achilles melawan anak buah Grisella sendiri.


sampai saat Grisella yang menarik pelatuk pistol untuk menembak Achilles dirinya tanpa pikir panjang langsung mendorong tubuh Achilles.


Bugh.


Achilles meringis pelan saat tubuhnya terbentur dinding gudang tersebut. "sial...apa yang kau lakukan?!"kesal Achilles