
Arga pun menatap Alva
"gue juga gak tahu"ujar Arga pelan
Arga pun menatap kearah Aria pergi
' mirip sekali dengan dia ' batin Arga
"bos"panggil Leon
Arga pun berbalik
"apa?"ujar Arga
"naksir ya?"goda Leon
"sabi sih"ujar Arga
"ga bentar lagi tes dimulai"ujar Bara
Arga pun mengangguk lalu pergi. sementara itu Aria sedang duduk di kamar ditemani dengan ke-tiga sahabatnya
"ri.... udah.....gak usah dipikirin"ujar Fania
Aria pun menatap kearah Fania
"gue gak tau.... entah kenapa rasanya sakit banget saat dia kasar gitu tau gak"ujar Aria
"Lo yakin gak ada hubungan sama dia waktu belum hilang ingatan?"ujar shopia
"gue kecelakaan pas berumur 5 taun gak mungkin ketemu dia shop"ujar Aria
"kali aja kalian teman masa kecil"ujar Maria
Aria pun menggeleng
"gak mungkin"sangkal Aria
"udah......Lo ganti baju gih bentar lagi tes keberanian dimulai"ujar Fania
Aria pun mengangguk. tak lama kemudian Mareka kembali keluar
"pasangan kalian sudah bapak tentukan dengan acak biar adil"ujar pak andi
"pasangan pertama Shopia dengan bara"ujar Bu Nita
"lalu aria dengan Arga"ujar Bu Nina
5 jam pun berlalu setelah pemberitahuan pasangan dan banyak pasangan pasangan yang sudah masuk kedalam hutan. Arga pun berjalan ditengah hutan dengan santai berbeda dengan Aria yang sedari tadi berjalan sambil memainkan tangannya yang gemetaran
"Lo takut?"ujar Arga
Aria pun menggeleng
"g-gak ko" ujar Aria
' jelas sekali kalo dia ketakutan ' batin Arga
Arga pun menyeringai entah sejak kapan menjahili Aria adalah kebiasaan
"Lo tenang saja.....disini bakal ada ular yang menggigit mu dan........"ujar Arga menggantungkan perkataannya
Aria pun meneguk salivanya ketakutan
"dan?"ujar Aria
"gue gak bakal mengatakannya tapi kalo Lo memaksa ya sudah"ujar Arga
".......ada banyak hantu yang menunggu mu"ujar Arga pelan
whusss
angin pun bertiup kencang sehingga daun kering terjatuh ke rambut Aria
"KYA!!!!!!"teriak Aria
Arga pun tertawa melihat Aria yang ketakutan
"a-apa? apa itu?"ujar Aria ketakutan
Arga pun menghentikan tawanya
"kemarilah"ujar Arga
Aria pun menggeleng
"CK... kemari, ada daun dirambutmu"ujar arga
Aria pun menghampiri Arga lalu Arga pun mengambilnya daun dari rambutnya
"benerkan?"ujar Arga
Aria pun mengangguk
"em........gue mau minta tolong"ujar Aria
Arga pun menatap Aria heran
"re-resleting gue......em......."ujar Aria Bingung menjelaskannya
"kebuka?"tanya Arga
Aria pun mengangguk pelan
"mungkin.....gara gara tadi"ujar Aria
"balik"ujar Arga
Aria pun berbalik lalu menyingkirkan rambutnya menjadi dua bagian lalu meletakkannya kesamping
srett
"selesai"ujar Arga
Mareka berdua pun kembali berjalan keluar hutan. suasana berubah menjadi canggung
"nama Lo Aria kan?"ujar Arga
"em.....iya Aria Mahendra"ujar Aria
Arga pun menghentikan langkahnya
"kenapa?"ujar Aria Melirik Arga
"Lo?!"ujar Arga terkejut
Aria pun menatap Arga kebingungan
"Lo gak ingat gue?"ujar Arga
Aria pun menggeleng
"emang Lo siapa?"ujar Aria
Arga pun menggeleng
"gak bukan apa-apa"ujar Arga
"tapi......gue bingung sama Mesa lalu gue"ujar Aria
Arga pun menatap Aria
"maksud Lo?"ujar Arga
"gue amnesia"ujar Aria
"bunda bilang saat gue berumur 5 tahun gue ikut ayah pergi... saat itu hujan deras hingga akhirnya mobil kami tertabrak dan hanya gue yang selamat"ujar Aria
' bukannya ayah aria bercerai kenapa jadi seperti ini ' batin arga kebingungan
"gue sendiri gak tahu apa itu benar"ujar Aria
"begitu "ujar Arga
"Lo sendiri?"ujar Aria
Arga pun tersenyum
"gak ada yang menarik"ujar Arga
"ceritain aja"ujar Aria
"oke..... jujur gue terlalu bodoh telah meninggalkan teman masa kecil gue"ujar Arga
"Lo meninggalkannya kemana?"ujar Aria
"keluar kota......dan saat gue kembali gadis itu teman masa gue sudah gak ingat dengan gue dan gue gak tahu penyebab. dan sekarang gue udah bertemu dengannya walaupun dia gak ingat dengan gue"ujar Arga menatap Aria teduh
Aria pun terdiam
"maksud lo dia amnesia kaya gue?"ujar aria
Arga pun mengangguk
"semoga lo ngerti ar"ujar Arga pelan
"Lo bilang apa?"ujar Aria
"bukan apa-apa"ujar arga menggeleng
BLAAAR
petir pun bergemuruh membuat Aria terkejut
"seperti hendak hujan ayo pergi"ujar Arga
Arga pun mempercepat langkahnya hingga Aria tertinggal dibelakangnya
"tungguin" ujar Aria
BRUK
Aria pun terjatuh ke tanah. dengan cepat Arga menghampiri Nya
"gak apa-apa kan?"ujar Arga membantu Aria berdiri
"sakit"ringis Aria
Arga pun melihat kaki Aria yang berdarah. tanpa pikir panjang Arga pun langsung menggendong tubuh Aria
"t-tu-turunin"ujar Aria terkejut dan malu
"kita harus cepat"ujar Arga
tak lama kemudian Mareka berdua pun sampai di luar hutan
"gak apa-apa Ar?"ujar Arga
Aria pun mengangguk sambil menatap Arga
' entah kenapa gue rasanya familiar dengan Arga ' batin Aria
"Aria Lo gak apa-apa?"ujar Shopia
Aria pun mengangguk. Shopia pun menatap Arga
"turunin"ujar Shopia dingin
Arga pun menurunkan tubuh Aria
"ayo"ujar Shopia
Shopia pun mengajak Aria kembali kekamar
"ini pasti gara-gara dia kan?"ujar shopia mengobati luka Aria
"gak .... dia yang nolongin gue"ujar Aria
"Lo gak usah bohong deh"ujar Shopia
"beneran"ujar Aria
"em......shop gue ngerasa familiar dengan Arga apa jangan-jangan dia....."ujar Aria
"gak!"sela shopia
"dia gak bakal ada dimasa lalu lo. Lo lupa apa yang dia lakuin Ke lo? gue yakin tuh anak cuma membual"ujar Shopia
"tapi......"ujar Aria ragu
"udah.....gak usah dipikirin"ujar Shopia
"masalahnya bukan itu"ujar Aria
Shopia pun menatap Aria heran
"lalu?"ujar Shopia
"tapi.....
Aria pun mengeluarkan liontin yang ia kenakan
".....ini"ujar Aria
Shopia pun menatap liontin yang dikenakan Aria
"ini kan cuma liontin biasa ria....."ujar Shopia
Aria pun menggeleng
"bukan....."
Aria pun memperlihatkan belakang liontin sehingga Shopia melihat ada lubang kunci
"maksud lo yang ada didalamnya?"ujar Shopia
Aria pun mengangguk. Shopia pun terdiam
"gimana?"ujar Aria
"sorry...gak gak tahu"ujar Shopia
Aria pun menunduk sedih
"besok aja kita cari petunjuknya ,sekarang kita tidur dulu"ujar Shopia
Aria pun mengangguk. disisi lain tampak Arga dan bara sedang duduk di luar penginapan
"gue udah nemuin gadis gue"ujar Arga
bara pun menatap Arga
"maksud lo...Aria?"ujar bara memastikan
Arga pun mengangguk
"beritahu sama anak-anak yang lain......"ujar Arga menggantungkan perkataannya
"...... jaga Aria kalo ada lecet sedikit.... kepalanya akan terpisah dengan tubuhnya...."sambung Arga dingin