Argaria

Argaria
Chapter 2



Arga pun menatap Alva


"gue juga gak tahu"ujar Arga pelan


Arga pun menatap kearah Aria pergi


' mirip sekali dengan dia ' batin Arga


"bos"panggil Leon


Arga pun berbalik


"apa?"ujar Arga


"naksir ya?"goda Leon


"sabi sih"ujar Arga


"ga bentar lagi tes dimulai"ujar Bara


Arga pun mengangguk lalu pergi. sementara itu Aria sedang duduk di kamar ditemani dengan ke-tiga sahabatnya


"ri.... udah.....gak usah dipikirin"ujar Fania


Aria pun menatap kearah Fania


"gue gak tau.... entah kenapa rasanya sakit banget saat dia kasar gitu tau gak"ujar Aria


"Lo yakin gak ada hubungan sama dia waktu belum hilang ingatan?"ujar shopia


"gue kecelakaan pas berumur 5 taun gak mungkin ketemu dia shop"ujar Aria


"kali aja kalian teman masa kecil"ujar Maria


Aria pun menggeleng


"gak mungkin"sangkal Aria


"udah......Lo ganti baju gih bentar lagi tes keberanian dimulai"ujar Fania


Aria pun mengangguk. tak lama kemudian Mareka kembali keluar


"pasangan kalian sudah bapak tentukan dengan acak biar adil"ujar pak andi


"pasangan pertama Shopia dengan bara"ujar Bu Nita


"lalu aria dengan Arga"ujar Bu Nina


5 jam pun berlalu setelah pemberitahuan pasangan dan banyak pasangan pasangan yang sudah masuk kedalam hutan. Arga pun berjalan ditengah hutan dengan santai berbeda dengan Aria yang sedari tadi berjalan sambil memainkan tangannya yang gemetaran


"Lo takut?"ujar Arga


Aria pun menggeleng


"g-gak ko" ujar Aria


' jelas sekali kalo dia ketakutan ' batin Arga


Arga pun menyeringai entah sejak kapan menjahili Aria adalah kebiasaan


"Lo tenang saja.....disini bakal ada ular yang menggigit mu dan........"ujar Arga menggantungkan perkataannya


Aria pun meneguk salivanya ketakutan


"dan?"ujar Aria


"gue gak bakal mengatakannya tapi kalo Lo memaksa ya sudah"ujar Arga


".......ada banyak hantu yang menunggu mu"ujar Arga pelan


whusss


angin pun bertiup kencang sehingga daun kering terjatuh ke rambut Aria


"KYA!!!!!!"teriak Aria


Arga pun tertawa melihat Aria yang ketakutan


"a-apa? apa itu?"ujar Aria ketakutan


Arga pun menghentikan tawanya


"kemarilah"ujar Arga


Aria pun menggeleng


"CK... kemari, ada daun dirambutmu"ujar arga


Aria pun menghampiri Arga lalu Arga pun mengambilnya daun dari rambutnya


"benerkan?"ujar Arga


Aria pun mengangguk


"em........gue mau minta tolong"ujar Aria


Arga pun menatap Aria heran


"re-resleting gue......em......."ujar Aria Bingung menjelaskannya


"kebuka?"tanya Arga


Aria pun mengangguk pelan


"mungkin.....gara gara tadi"ujar Aria


"balik"ujar Arga


Aria pun berbalik lalu menyingkirkan rambutnya menjadi dua bagian lalu meletakkannya kesamping


srett


"selesai"ujar Arga


Mareka berdua pun kembali berjalan keluar hutan. suasana berubah menjadi canggung


"nama Lo Aria kan?"ujar Arga


"em.....iya Aria Mahendra"ujar Aria


Arga pun menghentikan langkahnya


"kenapa?"ujar Aria Melirik Arga


"Lo?!"ujar Arga terkejut


Aria pun menatap Arga kebingungan


"Lo gak ingat gue?"ujar Arga


Aria pun menggeleng


"emang Lo siapa?"ujar Aria


Arga pun menggeleng


"gak bukan apa-apa"ujar Arga


"tapi......gue bingung sama Mesa lalu gue"ujar Aria


Arga pun menatap Aria


"maksud Lo?"ujar Arga


"gue amnesia"ujar Aria


"bunda bilang saat gue berumur 5 tahun gue ikut ayah pergi... saat itu hujan deras hingga akhirnya mobil kami tertabrak dan hanya gue yang selamat"ujar Aria


' bukannya ayah aria bercerai kenapa jadi seperti ini ' batin arga kebingungan


"gue sendiri gak tahu apa itu benar"ujar Aria


"begitu "ujar Arga


"Lo sendiri?"ujar Aria


Arga pun tersenyum


"gak ada yang menarik"ujar Arga


"ceritain aja"ujar Aria


"oke..... jujur gue terlalu bodoh telah meninggalkan teman masa kecil gue"ujar Arga


"Lo meninggalkannya kemana?"ujar Aria


"keluar kota......dan saat gue kembali gadis itu teman masa gue sudah gak ingat dengan gue dan gue gak tahu penyebab. dan sekarang gue udah bertemu dengannya walaupun dia gak ingat dengan gue"ujar Arga menatap Aria teduh


Aria pun terdiam


"maksud lo dia amnesia kaya gue?"ujar aria


Arga pun mengangguk


"semoga lo ngerti ar"ujar Arga pelan


"Lo bilang apa?"ujar Aria


"bukan apa-apa"ujar arga menggeleng


BLAAAR


petir pun bergemuruh membuat Aria terkejut


"seperti hendak hujan ayo pergi"ujar Arga


Arga pun mempercepat langkahnya hingga Aria tertinggal dibelakangnya


"tungguin" ujar Aria


BRUK


Aria pun terjatuh ke tanah. dengan cepat Arga menghampiri Nya


"gak apa-apa kan?"ujar Arga membantu Aria berdiri


"sakit"ringis Aria


Arga pun melihat kaki Aria yang berdarah. tanpa pikir panjang Arga pun langsung menggendong tubuh Aria


"t-tu-turunin"ujar Aria terkejut dan malu


"kita harus cepat"ujar Arga


tak lama kemudian Mareka berdua pun sampai di luar hutan


"gak apa-apa Ar?"ujar Arga


Aria pun mengangguk sambil menatap Arga


' entah kenapa gue rasanya familiar dengan Arga ' batin Aria


"Aria Lo gak apa-apa?"ujar Shopia


Aria pun mengangguk. Shopia pun menatap Arga


"turunin"ujar Shopia dingin


Arga pun menurunkan tubuh Aria


"ayo"ujar Shopia


Shopia pun mengajak Aria kembali kekamar


"ini pasti gara-gara dia kan?"ujar shopia mengobati luka Aria


"gak .... dia yang nolongin gue"ujar Aria


"Lo gak usah bohong deh"ujar Shopia


"beneran"ujar Aria


"em......shop gue ngerasa familiar dengan Arga apa jangan-jangan dia....."ujar Aria


"gak!"sela shopia


"dia gak bakal ada dimasa lalu lo. Lo lupa apa yang dia lakuin Ke lo? gue yakin tuh anak cuma membual"ujar Shopia


"tapi......"ujar Aria ragu


"udah.....gak usah dipikirin"ujar Shopia


"masalahnya bukan itu"ujar Aria


Shopia pun menatap Aria heran


"lalu?"ujar Shopia


"tapi.....


Aria pun mengeluarkan liontin yang ia kenakan


".....ini"ujar Aria


Shopia pun menatap liontin yang dikenakan Aria


"ini kan cuma liontin biasa ria....."ujar Shopia


Aria pun menggeleng


"bukan....."


Aria pun memperlihatkan belakang liontin sehingga Shopia melihat ada lubang kunci


"maksud lo yang ada didalamnya?"ujar Shopia


Aria pun mengangguk. Shopia pun terdiam


"gimana?"ujar Aria


"sorry...gak gak tahu"ujar Shopia


Aria pun menunduk sedih


"besok aja kita cari petunjuknya ,sekarang kita tidur dulu"ujar Shopia


Aria pun mengangguk. disisi lain tampak Arga dan bara sedang duduk di luar penginapan


"gue udah nemuin gadis gue"ujar Arga


bara pun menatap Arga


"maksud lo...Aria?"ujar bara memastikan


Arga pun mengangguk


"beritahu sama anak-anak yang lain......"ujar Arga menggantungkan perkataannya


"...... jaga Aria kalo ada lecet sedikit.... kepalanya akan terpisah dengan tubuhnya...."sambung Arga dingin