Argaria

Argaria
Chapter 89



Aria melepaskan pelukan Arga dan menatapnya lekat. "apa?"Tanya Aria datar.


Aria menjauhkan tangannya saat Arga ingin menyentuhnya. Arga hanya menghela nafas pasrah. "please ri... beri aku satu kesempatan...aja."pinta Arga.


"buat apa?"tanya Aria.


"aku bakal bahagian kamu sebagai tebusan dari aku."kata Arga.


Aria tertawa garing, dirinya menatap Arga dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "Lo kira gue apaan hah?! Lo ga tahu rasanya saat Lo nyakitin gue dengan kata-kata kasar Lo itu."


"jika lukanya di tubuh gue, gue bisa ngobatinnya tapi kalo dihati? gimana nyembuhin nya bego?!"bentak Aria membuat Arga terdiam.


"Lo tahu ga?... kita udah end! gue udah gak sanggup ga! selama ini yang berjuang cuma gue."lirih Aria.


"ri... dengerin gue-"


Aria menyatukan kedua tangannya didepan Arga dengan tatapan berkaca-kaca. "gue mohon ga...Lo pergi dari sini! gue juga mau bahagia disini.... hiks...hiks...."ucap Aria.


Arga terdiam melihat Aria, kini. dirinya malah merasa semakin bersalah. "ri...."


"gue mohon pergi sekarang, jangan ganggu gue lagi....."lirih Aria.


"ri... setidaknya maafin aku.."kata Arga.


Aria berbalik meninggalkan Arga yang menatapnya sendu. dirinya berjalan sambil menghapus air matanya yang mengalir. "Aria."panggil seseorang.


Aria berbalik menatap orang itu. Yap, Raga menatapnya dengan tatapan heran karena melihat gadis pujaannya sedang menangis. "kenapa hm?"tanya Raga menghapus air mata Aria.


Aria langsung berhamburan ke pelukan Raga dan menangis tersedu-sedu disana. Raga tertegun sejenak, dengan ragu-ragu dirinya mengangkat tangannya untuk membalas pelukannya dan mengelus rambut Aria. "kenapa hm?"tanya Raga lembut.


Aria menggelengkan kepalanya pelan didalam pelukan tersebut. Raga melepaskan pelukannya. "CK,lalu kenapa kau nangis hm?"Tanya Raga sambil menghapus air mata Aria.


"bukan... apa-apa."lirih Aria.


"apa kau mau ikut denganku?"tanya Raga membuat Aria mengernyitkan dahinya.


"kemana?"tanya Aria.


"sudahlah, ikut saja."kata Raga menarik tangan Aria.


Raga terhenti dan menatap Aria. "a-apa?"Tanya Aria heran.


Tampak Raga mengeluarkan sebuah kain dari sakunya dan memakainya kepada Aria untuk menutupi matanya. "apa yang kau lakukan? bagaimana aku melihat jika kau menutupi wajahku?"tanya Aria.


"ikuti saja aku, dan jangan mengintip."kata Raga membuat Aria mendengus kesal.


"kau buta? mataku kau tutup pakai kain, bagaimana aku bisa mengintip?"kata Aria kesal.



Aria berbalik menatap Raga. "kamu yang membuatnya?"Tanya Aria terkejut.


"iya...tapi bukan aku saja."kata Raga.


"benarkah?"tanya Aria dianggukki oleh Raga.


"ayo,jalan."kata Raga.


Mareka berjalan ditempat tersebut sambil bercanda ria. "Raga?"tanya Aria yang dijawab deheman oleh Raga.


"kamu gak bilang kemana kita pergi?"kata Aria.


"aku harus mengatakannya?"Tanya Raga menatap Aria.


"tentu saja."jawab Aria.


Raga menunjuk kedepan. Tampak ada sebuah meja lengkap dengan makanannya dan 4 buah kursi.



"ya ampun, Raga, apa-apaan ini?"tanya Aria.


"ini buat tuan Putriku yang cantik ini."kata Raga mengunyel pipi Aria gemas.


"ayo, Aria."ajak Sayuri yang tiba-tiba muncul.


"Sayuri?!"kaget Aria.


"apa? kau berpikir kau akan bersama dengan Raga saja? tidak akan aku biarkan."kata Sayuri.


mareka pun tertawa bersama.


"dimana Devan?"Tanya Aria.


"aku disini nona Aria."kata Devan muncul dari samping bersama dengan seseorang.


"siapa dibelakangmu?"Tanya Raga.


"hm?oh, tadi aku bertemu dengannya di pantai."kata Devan.


lelaki tersebut berjalan kesamping Devan membuat Aria menatapnya tidak suka. "nama aku Arga, Arga Alexander."kata lelaki itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum kearah Aria.