Argaria

Argaria
Chapter 66



Hari ini adalah hari bahagia keluarga Vandoria karena Aria akan segera menjadi milik seorang lelaki yang bernama Arvin.para tamu berdatangan memenuhi gedung tersebut.


sementara itu Aria sedang duduk didepan cermin dengan beberapa orang MUA yang sedang meriasnya. "kalau boleh tahu nona umur berapa ya?"tanya seorang MUA tersebut.


"19 tahun."jawab Aria tersenyum.


"muda banget... nona gak habis ngapa-ngapain kan jadi dinikahkan."kata seorang MUA yang sedang memakaikan perhiasan ditangan Aria. "tentu saja tidak."jawab Aria tersenyum


2 jam berlalu. kini Aria sudah selesai dirias. tampak dirinya kagum melihat hasil dari MUA tersebut. gaun putih panjang dengan pita dipinggangnya jangan lupa dengan Tiara dan Veil/tudung pengantin diatas kepalanya membuat bertambah anggun.


Tok.


Tok.


Tok.


tak lama kemudian dua orang gadis masuk kedalam ruangan tersebut lalu memeluk tub-uh Aria dengan erat. "Aria, selamat!"kata Maria dan Shopia


"terimakasih."jawab Aria


"wah....kau cocok sekali memakai gaun ini."kata Maria.


Mareka bertiga pun duduk disofa sambil menunggu acara dimulai. "Shopia, bagaimana hubunganmu dengan Bara?"tanya Aria


"tentu saja, baik-baik saja. bahkan, dia merencanakan untuk segera mengadakan pesta pertunangan kami bulan depan."kata Shopia gembira


"wah... selamat."kata Aria.


"kalian sih enak punya lelaki yang tertarik sedangkan aku?tidak ada seorangpun."kata Maria kesal.


"bagaimana dengan Leon? bukankah dia cocok denganmu."kata Shopia


"hah?! tidak sama sekali!"kata Maria kesal.


"lagian Leon itu orangnya bodoh dan terlalu humoris, berbeda dengan diriku yang acuh."kata Maria


"dia tidak sadar diri."kata Aria membuat dirinya dan Shopia tertawa.


"kalian..."kesal Maria.


"lalu.... bagaimana dengan Arga?"Tanya Aria


"maksudku bagaimana keadaannya?"tanya Aria.


"ah... Aria, kau nggak tahu?"tanya Maria


"apa?"Tanya Aria heran


"Arga mengurung dirinya sendiri beberapa hari lalu kemarin, kami dapat kabar dari Bara kalo dia membakar dirinya hidup-hidup dikamarnya."kata Shopia.


"bagaimana keadaannya sekarang?"tanya Aria khawatir.


"bagaimana? katanya sih sekarang dia berada dirumah sakit. apakah Arvin tidak mengatakannya?"tanya Maria.


"tidak."kata Aria menggelengkan kepalanya.


"benarkah? bukankah mareka itu sepupu? kenapa bisa seperti itu ya?apa hubungan mareka tidak baik?"tanya Shopia.


"entahlah, aku juga tidak tahu. lalu apakah kalian ada mengunjungi Arga?"tanya Aria


"ada sih, tapi aku heran deh. soalnya tubuh Arga ada banyak memar dan luka sayatan. bukankah dia membakar dirinya sendiri kenapa ada luka ya?"heran Maria membuat Aria bertambah khawatir tentang Arga sekarang.


"sudahlah... daripada itu bukankah kau akan menikah? bagaimana perasaanmu sekarang?"tanya Shopia


"aku...."kata Aria menggantungkan kalimatnya.


"pasti senang kan?"tanya Maria


Aria berdiri membuat kedua sahabatnya heran."aku mau melihat Arga."kata Aria


"eh?!...tapi acaranya sebentar lagi dimulai."kata Shopia.


"Aria!!aku cepat turun."panggil Elina


Aria terkejut mendengar panggilan dari kakaknya. dirinya menatap kedua sahabatnya. "aku mohon bantu aku."kata Aria memegang kedua tangan sahabatnya.


"Aria, yang kau lakukan ini salah."kata Maria.


"aku tahu, tapi aku sudah mencoba melupakan Arga dan mencoba menerima Arvin tetap saja aku tidak bisa. aku tidak bisa melupakan Arga, aku tahu saat aku bersama dengan Arvin, aku merasa sangat bahagia tetapi berbeda saat aku bersama dengan Arga. aku merasa bisa menjadi diriku sendiri, Karena itu aku mohon bantu aku."kata Aria memelas