Argaria

Argaria
Chapter 92



Devan memutar bola matanya. "ekhem... ekhem...kepada pasangan yang bermesraan tidak tahu tempat, kita ini sedang mengantar pengunjung untuk pulang bukan honeymoon."tegur Devan.


Raga dan Aria pun terdiam dan sedikit menjaga jarak dengan Raga. Raga mendekat kepada Aria lalu menggenggam tangannya erat.


Devan menggeleng kepala, lihatlah, kedua sahabatnya ini malah bermesraan dihadapannya, dirinya kan jadi pengen. "sudahlah, ya... intinya hati-hati."kata Devan kepada Arga.


"kita nungguin kamu disini."kata Raga dianggukki oleh Arga.


Arga menatap Aria sebentar lalu masuk kedalam kapal. "hati-hati!!"teriak Raga dan Devan.


sedangkan Aria? dirinya hanya diam menatap kepergian Arga, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


setelah kepergian Arga, Raga menatap Aria begitupun sebaliknya. "ugh, kenapa kalian berdua selalu berpandangan begitu?"tanya Devan.


"kau tidak akan mengerti."sahut Raga menatap Devan datar.


"oke, oke, aku mengerti, terserah kalian saja. aku tidak ingin menjadi orang ke-3 diantara kalian."kata Devan beranjak pergi dari tempat itu.


Raga menatap Aria yang sedang bermain air pantai itu, dirinya pun menghela nafas lalu menghampirinya.


Byurrr


Aria berbalik menatap orang yang sudah menyiraminya dengan air, sedangkan sang pelaku cengengesan saat Aria menatapnya tajam. "Raga."geram Aria.


"sorry..."kata Raga pelan.


Byurrr.


Dengan cepat Aria mendorong tubuh Raga untuk masuk kedalam air. Raga mengangkat kepalanya yang sempat masuk kedalam air, dirinya menunjukkan wajah datar.


Aria tertawa puas melihat wajah Raga yang kelihatan sangat kesal itu. "kau benar-benar...."geram Raga.


"maaf, Raga. kan kamu .... kyaaaa!"


Raga menyibakkan air kearah gadis yang sudah mendorongnya jatuh kedalam air. Berakhirlah Mareka berdua yang saling menyirami satu sama lain dengan air.


Karena terlalu asik bermain air hingga mareka tidak sadar bahwa hari menjelang Petang.


"sudah sore, ayo pulang."ajak Raga.


Aria menggeleng dengan bibir yang dikerucutkan membuat Raga menjadi gemas. "ayo pulang, nanti flu gimana?"kata Raga.


Baru saja Raga mengatakannya Aria pun bersin. "tuh kan. Flu kan jadinya. aku bilang juga apa."kata Raga.


"Ng... nggak."jawab Aria.


Raga membawa Aria kepelukannya sebentar lalu menggendongnya. Aria tersenyum tipis. walaupun dirinya mendengar Omelan Raga yang memarahinya.


...----------------...


Raga menurunkan tubuh Aria dikamar Aria. "ingat, setelah ini langsung mandi air hangat."perintah Raga.


"iya."jawab Aria.


"yasudah aku pergi dulu."kata Raga.


baru saja beberapa langkah, Raga berbalik menatap Aria saat gadis itu memanggilnya. "apa?"tanya Raga.


Aria mendekat kepada Raga lalu


Cup.


Aria mencium pipi kanan Raga setelah itu dengan cepat dirinya masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Raga yang syok karenanya. "...gadis nakal."kata Raga tersenyum sambil memegang pipi kanannya itu.


Aria keluar dari kamar mandi dan berbaring di kasurnya. Dirinya merasakan sangat lelah hari ini karena bermain dengan Raga.


Tok


Tok


Tok


"CK, siapa yang datang malam-malam begini."kesal Aria.


Dirinya bangkit dari kasurnya dan menbuka pintu. "Aria! gawat! Raga .."panik Sayuri.


"ada apa dengan Raga?"Tanya Aria.


"dia....dia terkena demam tinggi!"kata Sayuri membuat Aria kaget.


"apa?!"kaget Aria.


"apa yang terjadi? bukankah tadi dia baik-baik saja?"batinnya bertanya-tanya.


"ayo, kita pergi kekamar Raga."ajak Aria.