
"d-dan sshh i-itu g-gue "kata Bara.
"gak, ada yang perlu berkorban demi gadis sialan ini."kata Arga menggeleng.
"l-lo sshhh g-ga-k b-***-leh sshhh k-kaya gi-tu."tegur Bara Kepada Arga.
Arga mendengus kesal mendengar teguran Arga. "a-aku minta maaf."kata Aria
"a-aria. i-ini shhh...b-bu-kan s-sa-salah Lo."kata Bara.
"l-lo j-jang-an sshhh kh-khawa-tir shhh."kata Bara tersenyum.
"angkat dan bawa ke rumah sakit."perintah Kendra kepada anak buahnya yang baru saja tiba.
kini tinggal Arga, Aria, Kendra dan Achilles yang tersisa disana. Arga berbalik pergi meninggalkan tempat itu. "Arga!"panggil Aria ragu-ragu.
"jangan panggil nama gue, bangsat!"kata Arga.
"maaf, t-tapi bukankah kau tidak tahu jalan pulang? jadi, ikut-"
"cih! gak Sudi."kata Arga berjalan pergi sambil memasukkan tangannya ke saku jaketnya.
"sudahlah, kita juga harus pulang."kata Achilles memegang pundak Aria.
Aria menggangguk pelan.
beberapa Minggu kemudian. luka di tubuh Aria juga sudah mulai sembuh. "kak, hari ini aku mau kerumah sakit."kata Aria meminta izin kepada Achilles yang sibuk dengan pekerjaannya.
Achilles menatap Aria sebentar lalu kembali ke laptopnya. "dengan siapa?"Tanyanya.
"sendiri."kata Aria.
"tidak boleh."larang Achilles tegas.
"kenapa? aku mau kerumah sakit mengunjungi Bara."rengek Aria.
Achilles menghela nafasnya. "dengar, aku tahu dia sudah menyelamatkanmu tapi pergi sendirian juga bahaya."kata Achilles menatap Aria Lekat. "terlebih lagi kita tidak tahu motif Mareka." batin Achilles.
"kumohon, izinkan aku!"kata Aria sambil menyatukan kedua tangannya.
"hah...."
"aku bosan dirumah terus."lirih Aria.
"hah....baiklah, bawa saja Elina atau Felisha."kata Achilles memutuskan.
"benarkah?! terimakasih kak!!"kata Aria gembiranya.
Aria bergegas keluar dari ruangan kerja Achilles. "ah! Aria tunggu!"panggil Achilles.
Aria yang sudah diambang pintu menoleh kearah Achilles. "ya?"tanya Aria.
"aku lupa bilang kalau besok kita akan pindah ke Jepang."kata Achilles.
"oke, kita pindah ke- APA?! JEPANG?!"kaget Aria.
"iya."jawab Achilles.
"tapi, kenapa?"tanya Aria.
"disini tidak aman untukmu."jawab Achilles seadanya.
"masalah sekolah, barang yang kamu pakai dan sebagainya, tenang saja. aku sudah mempersiapkannya disana."kata Achilles.
"tapi - tapi -tap-"
"tidak ada tapi dan tidak ada penolakan."kata Achilles.
"baik, aku pergi dulu."kata Aria dengan wajah murung.
sesampainya di rumah sakit. Aria Masuk ke ruangan Bara bersama Felisha. didalam sudah ada kedua teman Aria dan teman-teman Arga yang sudah datang lebih dulu. "hai, semuanya."sapa Aria membuat semua orang didalam ruangan menoleh kearahnya.
"halo, Aria."kata Bara tersenyum.
Aria pun berjalan mendekati bara yang terbaring lemah. tampak Shopia menatapnya dengan tatapan tidak suka. "bar, gimana kabarnya?"tanya Aria.
"Lo buta? udah tahu dia sakit malah Tanya."sinis Shopia kepada Aria.
Shopia menjadi sangat benci kepada Aria setelah pulang dari hutan tersebut, tidak ada yang tahu kenapa. "aku tanya Bara, bukan kamu."kata Aria.
"oh, tentu. tapi perlu Lo tahu gara-gara Lo pertunangan gue sama Bara diundur!"kata Shopia membentak Aria.