
tampak Arga yang sedang berjalan menuju tempat duduknya. karena tidak fokus dirinya pun menabrak seorang gadis memakai dress berwarna cream. "Ah... maaf, gue-"
DEG
Arga tertegun melihat gadis yang ditabraknya tadi. seketika wajahnya berubah menjadi pucat dan tubuh sedikit gemetaran seperti habis melihat hantu. ' bagaimana bisa? bukankah dia sudah tiada.' batinnya
"tolongin dong."ujar gadis itu
Namun Arga tidak bergeming hingga akhirnya gadis itu berdiri sendiri sambil menatap Arga kesal. "dimana sopan santun anda? anda sudah mendorong tubuh seseorang jatuh harusnya anda tolong bukannya malah diam mematung seperti itu."ujar gadis itu kesal
gadis itu semakin kesal saat Arga tidak menggubris perkataannya sedikit pun. seolah-olah dirinya sedang berbicara dengan patung. "dasar bajingan."maki gadis itu pergi meninggalkan Arga
Arga pun menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh masuk kedalam keramaian. "apa yang aku pikirkan? tidak mungkin itu adalah Grisella."gumamnya sambil melangkah
"dari mana aja Lo?"Tanya Shopia
Arga menatap Shopia acuh. "terserah gue."ujar Arga sambil meminum minuman hingga tandas.
Alva, Maria, Leon, Shopia dan Bara pun terkejut Melihat mahkota kecil didalam minuman Arga. "Kenapa?"tanya Arga heran
melihat teman-temannya yang menatap gelas dengan tatapan terkejut, Arga pun menatap gelasnya. seketika dirinya terdiam melihat sebuah mahkota kecil didalamnya. "siapa yang membuat mahkota ini?"geram Arga
"Arga, apa Lo gak dengar apa yang dikatakan MC?"tanya Shopia
"apaan?"ujar Arga kesal
"siapapun yang menemukan mahkota itu adalah Raja pesta tahun ini."jelas Maria
"hah? Raja? jangankan Raja, yang ada bakal mati, Apa mareka sudah gila? meletakkan mahkota itu didalam gelas jika tertelan bagaimana?"gerutu Arga
"sudahlah, cepat kedepan."ujar Bara
"apa?! Lo nyuruh gue ke panggung hanya Karena mahkota kecil ini?! sedangkan mareka sudah hampir membunuhku?"bentak Arga "Lo aja sana."suruh Arga kepada Bara
"hah....gue ngerasa kasian sama Aria."ujar Shopia Sambil menghela nafas
Maria pun melirik Shopia tampak Shopia mengedipkan sebelah matanya seolah-olah sedang menyuruh Maria untuk ikut berakting bersamanya.
Senyum Maria pun merekah saat mengerti dengan isyarat dari Shopia. "iya, kasian Aria harus berada diatas panggung sendirian, iya kan?"Tanya Maria sedih kepada Alva dan Leon yang berada disampingnya
"lah, bukan-"
BRAK
Alva pun terkejut saat Maria menginjak kakinya sambil tersenyum. "i-iya, k-kasian"ujar Alva tersenyum paksa
"apa sih?bukannya-"
Maria pun menginjak kaki Leon, seketika Leon terdiam tidak bisa berbicara. "kenapa Lo berdua?"tanya Arga heran
"hehehehe gak apa-apa kok bos, ya gak?"tanya Leon kepada Alva yang dijawab dengan anggukan
Arga melirik Bara. "jadi gue maju nih?"tanya Arga
"ya, mau gimana lagi."ujar Bara
Arga menghela nafas berat lalu bangkit naik keatas panggung. semua orang Bingung melihat Arga yang duduk dikursi disamping Aria. "m-maaf tap-"
Ucapan sang MC pun terpotong saat Arga melempar sesuatu kepada MC tersebut. "meletakkan benda kecil ini didalam minuman, Lo mau bunuh gue?"tanya Arga tajam
"maafkan aku."
Tampak semua orang sedang menari berpasangan kecuali Arga dan Aria yang hanya duduk diam diatas panggung. "Hoam.... membosankan."gumam Arga
Arga menolah melihat Aria yang sedang duduk sambil menatap keramaian. "hei."
"ya?"tanya Aria menoleh kesamping
""tidak,lupakan."ujar Arga
Aria pun memutar bola matanya lalu kembali melihat orang-orang yang sedang menari. "hei."
"hm?"
".... bagaimana kabarmu?"
Aria menatap Arga yang sedang menatapnya lekat. "baik, kau sendiri?"
"jika kau baik aku juga baik."ujar Arga tersenyum
"....bohong."ujar Aria
"kenapa aku harus berbohong? kekasihku baik-baik saja, tentu saja aku jug-"
"tidak bisakah kau jujur padaku."gumam Aria
"aku harus jujur bagaimana lagi?"tanya Arga menatap kerumunan.
seketika dirinya tersenyum saat melihat sosok seorang lelaki dari kejauhan yang menatap Mareka berdua dengan tatapan marah. "ada apa?"tanya Aria heran melihat Arga yang tersenyum sendirian
"hm? bukan apa-apa, hanya saja aku melihat seorang yang melihat kita dengan tatapan amarah yang menggebu-gebu."ujar Arga menatap Aria
seketika Aria tertegun melihat Dhika yang menatap datar. "a-aku-"
"sekarang giliran kalian yang berdansa, mari kita sambut Raja dan Ratu pesta tahun ini."ujar MC
PROK PROK PROK
Semua orang pun bertepuk tangan dengan meriah. "ma-maaf tapi aku tidak bisa berdansa."ujar Aria gugup
"tidak apa-apa, kau bisa mengikuti gerakan ku."ujar Arga sambil menarik tangan Aria turun dan ketengah Aula
"Arga, aku tidak bisa."ujar Aria
"CK sudahlah, percaya saja padaku."yah Arga
Arga pun menarik tangan Aria dan meletakkannya kebahunya dan sebelahnya lagi didalam genggaman Arga.
"Arga?!"
Aria terkejut saat Arga merangkul pinggangnya. "segini tidak apa-apa kan?"goda Arga
musik pun terdengar diiringi dengan tarian Arga dan Aria. tampak wajah Aria yang memerah karena tubuhnya yang menempel ditubuh Arga dan tangan Arga yang berada di pinggang begitu erat. "apakah harus sedekat ini?"tanya Aria
"apakah kau merasa malu?"tanya Arga
"bukan itu masalahnya."ujar Aria kesal
musik pun berakhir. Arga pun menunduk sambil memegang tangan Aria. "terimakasih sudah mau menari dengan saya."ujar Arga sopan
Cup