
"betul kata Felisha."kata Elina
"Yan, kok anak aku kaya gini sih? kamu kasih apa sampai bisa ngolok ayahnya sendiri?"kata Kendra
"Tanya aja Ama mareka sono." jawab Dian, ibu Aria
"bisa gak reuniannya nanti aja."kata Achilles dingin
"kok bisa sih anak tertua gue nyeramin gitu?"bisik Kendra ke ibu Aria
"kan anak kamu mas."jawab ibu Aria Santai
"ya.... tapi gak gitu juga."kata Kendra
tok
tok
tok
pandangan Mareka teralihkan ke arah lelaki yang sedang berdiri didepan pintu. "kak Arvin!!"teriak Felisha sambil berlari kearah Arvin
Arvin pun tersenyum sambil mengacak-acak rambut gadis itu. "eh, Arvin masuk sini."kata Elina
Arvin mengangguk dan melangkah masuk diikuti dengan Felisha dibelakangnya. Achilles terdiam melihat Arvin. "eh? ada kak les. bagaimana kabarnya kak?"tanya Arvin ramah
Achilles hanya menatap Arvin datar lalu memalingkan wajahnya kesamping menatap adiknya. "apakah masih sakit?"tanya Achilles kepada Aria.
Arvin tersenyum menahan rasa kesalnya dengan Achilles yang menghiraukan sapaannya. "kak, Kenapa kaka tidak menjawab pertanyaan Arvin?"tanya Aria
"apa di menanyakan sesuatu kepadaku?"tanya Achilles kepada Aria
Achilles menoleh menatap kearah Arvin. "apa yang kau katakan?"tanya Achilles
ingin sekali rasanya Arvin memukul kepala Achilles dengan berkas yang ia berikan kepada Aria tadi pagi. bisa-bisanya Achilles menanyakannya kepadanya dengan wajah polos tanpa dosa setelah mengabaikannya. "a-aku tidak mengatakan apa-apa."jawab Arvin tersenyum
"kau dengarkan."kata Achilles kepada Aria
"kak, bukankah tidak boleh memotong perkataan tamu?"kata Felisha
"hah? jika tamunya semena-mena apakah kita harus mendengarnya?"tanya Achilles balik hingga membuat semuanya terdiam.
"...kalo aku, aku akan mengabaikannya dan pergi menjauh."sambung Achilles
anakku memang hebat. batin Dian dan Kendra tertekan dengan ucapan Achilles
"ah... sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti ini."kata Aria tersenyum
"jika kau mau, kita bisa setiap hari seperti ini."kata Achilles
"kenapa?"tanya Aria heran
"kau sudah mengingatnya?!"heboh semuanya
"kapan? kenapa tidak memberitahu?!"kata Elina sambil menggoyangkan bahu Aria
"a-aduh...a-aku baru meng-ingatnya."kata Aria terbata-bata
"apa? bagaimana bisa?"tanya Kendra
"sebenarnya ayah, saat aku pingsan aku melihat semua yang aku ingat didalam masa lalu."jelas Aria
mareka semua ber-oh ria. "karena Aria sudah mengingatnya, ayah juga akan mengatakan sesuatu..."
mareka semua menatap Kendra dengan wajah penasaran. "sebenarnya ayah dan ibu kalian, tidak bercerai..."ungkap Kendra
"apa?!"
"t-tapi surat yang ada didalam lemari itu.."kata Elina
"ah, surat itu hanyalah surat palsu agar semuanya percaya."kata Kendra
"kak les kau sudah mengetahuinya?"tanya Aria
"begitulah."jawab Achilles
Elina menatap Achilles tajam. "bisa-bisanya kau menyembunyikan ini kak!"kata Elina kesal
"aku sudah menduganya sejak awal jadi lebih baik aku diam."kata Achilles
bugh
Achilles meringis kesakitan saat Elina melayangkan tasnya kearah perutnya. "kau?! dasar adik kurang ajar!!"bentak Achilles
"itu lebih baik daripada Kaka yang brengsek."kata Elina enteng
"Achilles! Elina! jangan bertengkar!"bentak diam menengahi anak-anaknya
"baik Bu."jawab Achilles dan Elina sambil menundukkan kepalanya
"karena Aria sudah mengingatnya, bagaimana jika kita akan mengadakan pesta dimansion Achilles dan mengundang banyak tamu saat Aria sembuh?"kata Kendra
"setuju!!"jawab Elina,Felisha, Aria, dan Arvin
"tunggu! Kenapa harus dimansionku?!"teriak Achilles