Argaria

Argaria
Chapter 42



Arga diam menatap kedepan tempat dimana Aria ditahan disana. "kita pulang saja."pasrah Arga


"Lo yakin? kesempatan seperti ini tidak akan ada kedua kalinya."kata Bara


"gue tahu, tapi gue bakal ngerasa bersalah jika sekarang."kata Arga menunduk


"Lo bukan Arga yang gue kenal. siapa Lo sebenarnya?"tanya Bara tajam


"biasanya jika ada kesempatan Lo bakal ngamuk dulu seperti gelar Lo, Devil's. sekarang dimana dirinya Lo itu?"kata Alva


"bukankah itu dulu? sekarang berbeda. rasanya ada yang an-"


DOR!!


Arga dan teman-temannya pun menghindar saat mendengar suara pistol. "Woi. yon, Lo kalo maen pistol jangan sembrono Napa."tegur Alva pada Leon


"lah? ngapa jadi gue yang kena? padahal nih tangan aja lagi nganggur."kata Leon kesal


"lah?kalo bukan Lo sapa lagi?"tanya Alva terkejut


Arga menatap Bara lalu mengangguk memberikan isyarat kepadanya untuk memancing musuh. Bara keluar dari persembunyiannya Mareka sedangkan Arga memasang alat komunikasi yang ada di telinga Achilles ketelinganya.


"tolong kirim bantuan kesini."kata Arga


"Awas bro!!"teriak teman Arga


Arga tertegun saat melihat seorang lelaki yang berada dibelakangnya yang ingin menikamnya. sementara itu Disisi lain Aria terdiam melihat Kendra yang sedang menarik tangan untuk pergi dari ruangan tempat dirinya disekap. "kita mau kemana?"Tanya Aria


"kita harus pergi dari sini, disini sudah tidak aman lagi."kata Kendra buru-buru


Dor!!!


Aria menoleh kebelakang tampak dari raut wajahnya dirinya sangat penasaran dengan apa yang terjadi. "suara apa itu?"tanya Aria


"bukan apa-apa. mungkin anak buahku sedang berlatih, ayo kita segera pergi."kata Kendra


"tunggu sebentar, aku merasa ada Arga disini. bisakah aku menemuinya?"Tanya Aria


"tapi-"


"diam dan ikuti saja perintahku."kata Kendra dingin


Bruk


Aria pun terjatuh karena salah satu anak buah Kendra yang memukulkan ujung pistolnya ke kepala Aria dengan sigap Kendra menangkap tubuh Aria yang hampir jatuh kelantai." jika seperti ini dia tidak akan melawan lagi kan?"tanya orang itu sambil tersenyum


"kau terlalu berlebihan, Arvin."kata Kendra


"maaf paman, aku sedikit kesal karena dia terlalu Santai dan tidak terlihat takut sama sekali."kata lelaki yang dipanggil Arvin itu


"kau tidak boleh seperti itu. bagaimanapun juga dia adalah anakku yang akan menikah denganmu."tegur Kendra


"oke, oke aku mengerti. biarkan aku saja menggendongnya sampai dirumah paman sebagai tanda maafku."kata Arvin sambil menggendong tubuh Aria yang berada di dekapan Kendra


aku tidak mengerti kenapa aku harus menikahi gadis ini? padahal tidak ada yang istimewa darinya sedikitpun. batin Arvin



seminggu berlalu setelah kejadian Achilles yang menerobos masuk kedalam markas ayahnya. dirinya pun membuka matanya dan menatap ke sekeliling ruangannya. "apa yang terjadi? dimana Aria?"tanya Achilles


Handry membantu Achilles untuk menyandarkan tubuhnya. "kau belum menjawab pertanyaanku. dimana Aria?"tanya Achilles


Handry diam bahkan Arga dan Bara yang berada diruangan tersebut pun diam tidak berani menjawab. "siapa yang membantuku saat itu?"tanya Achilles


"s-saya."jawab Arga


Achilles menatap Arga dengan tatapan yang sangat dingin. "apa ini? kau menyelamatkanku tapi adikku tidak? dimana janjimu yang akan melindunginya?" tanya Achilles


"saya bimbang, jika saya menyelamatkan Aria anda bisa saja terjebak disana."kata Arga membela dirinya sendiri


"aku tidak peduli selama adikku selamat bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku sendiri aku akan menerimanya dengan senang hati."kata Achilles