
sementara itu Arga sedang berjalan di koridor menuju kantin sekolah. Arga mengamati setiap orang yang ada didalam Kantin hingga akhirnya dirinya menemukan orang yang dicari-carinya sedang duduk sendirian di pojok kanan.
dirinya pun tersenyum. dengan langkah pelan Arga menuju meja Aria.
"hayo!!!lagi ngapain?!!"kejut Arga
uhuk..uhuk...
Aria menatap Arga dengan tatapan tajam.
"gila lo!"ujar Aria kesal
Arga tertawa lalu duduk dihadapan Aria.
"ngapain Lo disini?"ujar Arga
"Lo buta?apa gimana?gak liat gue lagi makan."ujar Aria
"keknya enak tuh."ujar Arga menatap Aria yang sibuk memakan kue kering.
"oh, pasti, banget malah."ujar Aria menyuap kue tersebut.
"kata mai-mai Lo lagi ketoilet kok disini?"tanya Arga
"mai-mai siapa?"ujar Aria menatap Arga
"itu.....sih ma.....ma....."ujar Arga Bingung
"Maria maksud Lo?"ujar Aria
"iya, sama aja."ujar Arga
"tadi emang gue ketoilet tapi pas ditengah jalan cacing yang ada diperut gue malah disko minta makan."jelas Aria
"Lo gak kasian sama si sop sama Mai-mai?"ujar Arga
"Maria."ralat Aria
"gak sih, perut gue lebih penting soalnya."ujar Aria
"perut lebih penting."ujar Arga pelan
"Lo bilang apa?"ujar Aria tajam
"hm? gak, gue bilang You are everything....." ujar Arga
"maksud Lo?"tanya Aria heran
".....for me."lanjut Arga
Aria terdiam dengan wajah yang sedikit merona. dengan cepat Aria menormalkan wajahnya.
"basi tau gak."ujar Aria datar
"kok basi?itu bukan makanan Loh."ujar Arga
Aria pun bangkit dari duduknya. ingin pergi dari kantin tetapi Arga menahan tangannya.
"apa lagi sih?"ujar Aria sedikit kesal
"malam ini Lo ada waktu?"tanya Arga
"kenapa emang?"ujar Aria mengernyitkan dahinya
"gue pengen ngajak Lo kesuatu tempat."ujar Arga
"em...... nanti gue kasih tau."ujar Aria
Aria melepaskan tangan Arga. lalu berbalik pergi meninggalkan Arga.
Malam hari.
Aria sedang duduk sambil menunggu Arga untuk mengangkat teleponnya.
"Arga.... angkat dong."ujar Aria kesal
Tut...
"halo" jawab seseorang diseberang sana
"jadi gak? gue udah nunggu 3 jam nih."ujar Aria
"ah...... maaf gue sibuk."
"tapi-"
"lain waktu ya?oke?"
"tapi-"
"jangan marah ya manis.... byeeee"sela Arga
Tut....Tut....
Aria terdiam saat Arga mematikan telponnya secara sepihak.
"Arga brengsek!!!"teriak Aria kesal
Aria menatap pantulan dirinya dicermin.
"padahal gue udah dandan gini."ujar Aria pelan
bruk
Aria menjatuhkan tubuhnya keatas kasur. sementara itu disisi lain tampak Arga sedang berkumpul bersama ketiga temannya.
"kelihatan si Fania bersetongkol dengan si Fika."ujar Leon
"bersekongkol nyet bukan bersetongkol."ujar Alva menjitak kepala Leon
"lagian namanya itu Dhika bukan Fika." sambung Alva lagi
Yaps, kini Mareka berkumpul untuk membicarakan tentang apa yang didengar oleh Shopia saat didepan ruangan OSIS.
"gue juga sebenarnya udah curiga sih."ujar Arga
Mareka bertiga pun menatap Arga.
"karena gue gak peduli."ujar Arga
"jadi sekarang gimana?"ujar Leon
"kan acaranya bentar lagi."sambung Alva
Arga pun memukul meja yang ada dihadapannya hingga membuat Alva dan Leon kaget.
"ngagetin aja Lo bos."ujar Leon kesal
"udah gue duga."ujar Arga
"maksud Lo?"ujar Bara heran
"Mareka pasti mau nyelakain Aria."tebak Arga mantap.
"Aria?tapi kan Dhika pacarnya."ujar Alva
"betul, kagak mungkin mau nyelakain...."ujar Leon mengangguk
"..... kecuali kalo dia bego sih."sambung Leon
"ya....kita kan juga gak tau."ujar Arga
"..... menurut gue yang dikatakan Arga kemungkinan besar sih."ujar Bara
"tapi kan Fania sahabat Aria."ujar Alva
"gue gak peduli."ujar Arga
Bara mengangguk.
"kalo orang yang sudah dibutakan amarah, Mareka tidak memikirkan apa yang akan terjadi dan siapa yang telah ia limpahkan amarah."ujar Bara
Alva dan Leon menatap kearah Bara dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bara barusan.
"maaf ganggu nih, tapi tadi itu maksudnya apa ya?"ujar Leon
"pikir sendiri lah ogeb kan lo punya otak."ujar Bara
"berapa hari lagi acaranya?"ujar Arga serius
"katanya seminggu lagi sih."ujar Bara
"dalam seminggu itu gue bakal buat Aria jadi milik gue."ujar Arga
"moga berhasil."ujar Alva dan Leon
Arga pun menatap Mareka berdua dengan tatapan tajam.
"kalian juga bantu lah."ujar Arga
"lah? yang ingin dekati Aria kan bos masa kita."ujar Arga
"serah Lo gue mau balik dulu."ujar Arga pergi berlalu meninggalkan ke-tiga temannya tersebut.
...keesokan harinya....
tampak Aria sedang berjalan santai di trotoar menuju ke sekolah. hingga akhirnya ketenangannya terganggu akibat suara klakson mobil.
Tin!!! Tin!!!
' ya ampun Kenapa sih?!"batin Aria kesal
Aria membalikkan badannya seketika dirinya terdiam melihat wajah lelaki yang tidak asing baginya.
Aria kembali berjalan mengabaikan Arga.
"kenapa sih?"gumam Arga pelan
Bam
Arga menutup pintu mobil lalu mendekati Aria.
"hei."sapa Arga
hening.
tidak ada Jawaban apapun dari Aria.
"kamu.......marah?"tanya Arga
"Menurut Lo?"ujar Aria tersenyum
Arga pun ber-oh ria.
"mau ikut gue?"ajak Arga
"gak."ujar Aria langsung pergi meninggalkan Arga
Arga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ' salah gue apa? padahal dia hanya menunggu 3 jam, apakah itu lama? ' ujar Arga membatin sambil menatap punggung Aria yang semakin menjauh.
Arga berlari menyusul Aria yang semakin menjauh.
"apa?"ujar Aria
"aku.... mau jalan aja..."
Aria menoleh kearah Arga yang berada disampingnya.
".... sama kamu."ujar Arga
"Lo bego? apa gimana sih?"ujar Aria
"maksudnya?"ujar Arga
"Lo bawa mobil tapi pengen jalan, Kenapa gak sekalian aja dari rumah?"ujar Aria kesal
"itu terjadi karena..... seseorang."ujar Arga
"oh, ya? siapa?"ujar Aria
Arga mendekat kepada Aria, bahkan begitu dekat sampai Aria dapat mendengar hembusan nafas Arga. ' sial, masih pagi sudah begini, pengen buat gue jantungan aja nih orang ' ujar Aria membatin sambil memejamkan matanya