Argaria

Argaria
Chapter 58



Aria terdiam mendengar persyaratan yang diajukan oleh Arvin kepadanya. "apa?"heran Aria


"iya, temenin aku kerumah Tante aku."kata Arvin menggangguk


"kenapa?gak mau? yaudah."kata Arvin sambil berjalan keluar


"...aku mau."kata Aria terpaksa


"yaudah, cepat siap-siap."kata Arvin


Aria menatap Arvin yang pergi keluar tampak terdengar senandung Arvin walaupun samar-samar. "gitu aja seneng."kata Aria tersenyum


Aria bangkit bersiap-siap untuk pergi dengan Arvin.


sementara itu ditempat lain tampak Arga sedang duduk di kursi taman menunggu seseorang. "cepatlah datang Aria."gumam Arga sambil memejamkan matanya menikmati semilir angin yang berhembus menerpa wajahnya.


dua jam berlalu tetapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Aria membuat Arga merasa sedih. "mungkin dia tidak bisa datang." kata Arga sedih


dengan berat hati Arga bangkit dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


sementara itu Aria yang sedang duduk disamping Arvin yang sedang mengemudi. "hei, kau ingin kemana?"tanya Arvin sambil fokus ke jalanan


"hm?ketaman."jawab Aria singkat


"taman mana?"tanya Arvin


Aria terdiam. ' iya juga ya.' batin Aria


"taman.....em...."pikir Aria


"taman bermain apa taman bunga?"tanya Arvin


"eh?t-terserah."jawab Aria bingung


"oke, taman bunga. bunga apa? mawar?lavender? apa matahari?"tanya Arvin membuat Aria merasa semakin bingung.


"cukup! kita langsung kerumah Tante kamu aja."pasrah Aria


"lah? katanya mau ketaman."kata Arvin


"gak jadi."kesal Aria


Arvin tertawa melihat Aria merasa kesal kepadanya. 'gemes' satu kata itulah yang ada didalam pikiran Arvin tentang Aria.


Arga masuk dan berbaring di kasur yang sudah tersedia didalam basecampnya itu. tampak ke-tiga sahabatnya menatapnya heran. "kenapa si bos?"tanya Leon menyenggol lengan Alva


"biasa. pasti masalah si Aria."kata Alva


"kenapa bro?"tanya Bara menghampiri Arga yang sedang berbaring dengan sebelah tangan yang menutupi wajahnya.


"berisik!!"jawab Arga ketus


"sabilah, ga. gadis gak cuma ria doang, mending Lo lepasin aja."kata Bara menyemangati Arga.


"Lo bisa diem gak sih?!"bentak Arga menatap Bara tajam


"gue cuma kasih Lo nasehat,ya. kalo Lo gak mau yaudah."kata Bara


Arga menghela nafas lalu menepuk pundak Bara. "sorry."kata Arga


Aria dan Arvin pun tiba diperkarangan mansion yang tampak begitu megah. "sudah sampai."kata Arvin sambil keluar dari mobil dan berjalan membukakan pintu mobil untuk Aria.


Aria keluar dari mobil. wajahnya tampak kagum melihat mansion didepannya walaupun tidak sebanding dengan mansion milik keluarganya.


"ayo masuk."ajak Arvin sambil mengulurkan tangannya kepada Aria


Aria diam menatap tangan Arvin lalu menerima uluran tersebut sambil tersenyum. "ayo."kata Aria tersenyum


Meraka pun berjalan masuk kedalam mansion tersebut. "dimana Tante Neris?"tanya Arvin kepada seorang pelayan paruh baya.


"nyonya sedang berada di dapur, tuan muda."kata pelayan tersebut


Arvin tersenyum. "baiklah, terimakasih... Aria kamu duduk dulu disini, aku mau kedapur bentar."kata Arvin gembira


Aria menggangguk sambil tersenyum. "baiklah."jawab Aria


Arvin pun meninggalkan Aria sendirian diruangan tengah tersebut. tampak Aria yang menatap sekeliling hingga matanya menangkap sebuah Foto yang terletak diatas lemari kecil disamping sofa.


Aria mengambil foto tersebut. "sepertinya aku pernah melihat wajah anak ini."gumam Aria


"aku pulang!"ucap seorang lelaki yang baru saja tiba


Aria terkejut menatap lelaki tersebut.