
Aria pun berjalan-jalan di pesisir pantai sambil menikmati angin yang berhembus. Aria menyelipkan rambutnya ketelinganya. "setidaknya aku bisa bersantai selama beberapa hari disini."guman Aria
Aria diam. bayangan Arga saat menolongnya keluar dari gedung terbakar pun muncul dibenaknya. "apa Arga baik-baik saja? dia terluka sangat parah saat itu, apa sekarang sudah sembuh?" gumam Aria
disisi lain tampak Arga yang sedang berbaring dikasur sambil melamun menatap langit-langit kamarnya. "apa yang dilakukan Aria sekarang ya?" gumamnya
Arga bangkit mengambil jaketnya lalu pergi keluar rumah mengendarai mobilnya. Arga menghentikan mobilnya saat sampai ditempat tujuan.
baru saja dirinya menutup pintu mobil angin pun berhembus. "sudah lama gue gak kepantai."
Bruk
"ah, sorry." ucap seorang gadis sambil berlalu pergi
Arga menggangguk. tak lama kemudian dirinya pun tertegun menyadari kalau gadis yang menabraknya adalah gadis yang dirinya cari-cari. "Aria?" gumam Arga sambil berpaling tapi tidak ada siapa-siapa. aku yakin tadi benar-benar Aria. apa jangan-jangan dia ada disini. pikir Arga
Achilles pun duduk sambil menatap laptopnya yang menampilkan apa yang sedang Aria lakukan. "sepertinya dia tidak sadar sedang diawasi."
Pintu pun terbuka dengan cepat Achilles menutup laptopnya dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Handry, apa yang kau lakukan disini?"tanya Achilles kepada temannya sekaligus sekretarisnya
Achilles membuka laptopnya kembali. "cuma mengawasimu."
"bukan anak kecil."
Handry merebut laptop Achilles dirinya terdiam melihat seorang gadis yang cantik sedang berjalan di pantai. "hehehe cantik kan?"
"syukurlah kau masih waras. ku pikir kau tidak waras karena diumur setua ini belum menikah."
"kau kira aku gila?dan lagi aku masih muda." kata Achilles kesal
"benarkah? aku saja sudah memiliki 2 orang anak, sedangkan kau? jangankan anak, istri saja tidak ada."
"bukankah perkataanmu terlalu keterlaluan dengan atasanmu?"
"entahlah, aku hanya mengatakan yang sebenarnya."
"kau jahat sekali."
"lupakan itu, jadi kapan kau akan menikahi gadis ini?"
"menikah?"
"iya."
"dengan gadis ini?"
Handry mengangguk. seketika tawa Achilles meledak mendengar kata-kata Handry. "oke, jangan bilang kalau ini adalah seorang lelaki yang menyamar sebagai gadis atas perintahmu untuk membuktikan kau memiliki pasangan, seperti dulu."
"kapan aku seperti itu?"
"kau lupa? 2 tahun yang lalu kau-"
"cukup!! lupakan,ini benar-benar seorang gadis."
"oke, oke tapi aku serius. gadis ini adalah adik perempuanku."
"apa? kau punya adik?"
"tentu saja, sebagai seorang lelaki tampan. tentu saja aku punya adik."
Handry menatap Achilles tajam." terserah kalo gak percaya."
"kalian berdua tidak mirip."
"kau?!!"
Handry memperlihatkan laptop Achilles kepada pemiliknya seketika Achilles terkejut melihat seorang wanita tua yang sedang berjalan. "kau serius ini adikmu?"
Achilles pun menjitak kepala Handry dengan keras Karena kesal. "apa kau gila?! dia bukan adikku. adikku yang duduk dikarang sebelah sana."
"Kenapa tidak bilang."
Handry menatap Aria yang sedang duduk. "kau yakin dia adikmu?"
"tentu saja, dia adalah adik kandungku."
"berbeda sekali dengan adik tirimu ya."
"begitulah."
Aria duduk termenung. sejak tadi entah kenapa dirinya merasa malas sekali untuk berjalan dipasir yang putih, padahal dirinya sudah tiba dipantai. "Aria?"
DEG
seketika dirinya tertegun mendengar suara yang sangat dirinya kenali dan dirinya rindukan. Aria berbalik tampak seorang lelaki dengan nafas tidak beraturan berada didepan. "a-arga?"
Sruk
lelaki itu pun langsung menerjang ke tubuh Aria dan memeluknya erat. jika Aria tidak menahan tubuhnya dapat dipastikan bahwa dirinya akan terjatuh tetapi dia menahan tubuhnya dengan tangannya sendiri."a-apa yang kau lakukan disini?"
"jalan-jalan. kau sendiri?"
"aku juga jalan-jalan."
"kemana saja kau sebulan ini? kau tahu aku sangat rindu, Jika saja kau tidak selamat saat kebakaran hari itu. aku tidak akan bisa memaafkan diriku seumur hidup."
"maaf,tapi....bisa tidak bangun dulu orang-orang sedang menatap kita."
Arga pun bangkit dari atas tubuh Aria dan duduk sambil membantu Aria berduduk. "maaf."
"tidak apa-apa."
"oh,ya gimana kabarmu?"
"baik....mungkin."
Arga diam menatap Aria lekat. apa dia sudah mengetahuinya? pikir Arga