Argaria

Argaria
Chapter 49



tampak Raut wajah Aria yang terlihat sedih dengan perilaku Grisella yang tidak menghormati kalung pemberiannya itu. "Grisell apa yang kau lakukan? kau tidak boleh begitu."tegur Dhika sambil menarik tangan Grisella untuk menjauh dari tempat tersebut


dengan kasar Grisella menepis tangan Dhika."apa maksud Kaka? ini berlebihan? ini masih belum seberapa kak."kata Grisella sambil menatap Dhika.


Grisella berbalik menatap Aria dengan tatapan tajam. "dia, si j*l*ng yang tidak tahu diri ini-"


"atas dasar apa Lo bilang dia j*l*ng?!"potong Arga


"Arga, dilihat bagaimanapun dia ini j*l*ng. jelas-jelas dia merebut kamu dari aku Arga."kaya Grisella


"sejak kapan gue milik Lo?"tanya Arga remeh


"hng? sejak kapan? tentu saja sejak kita berumur 5 tahun. bukankah kita sudah dijodohkan?"Tanya Grisella


Aria terkejut. sejak umur 5 tahun? itu berarti Arga.... batin Aria


"gue gak pernah setuju dengan perjodohan itu!!"kata Arga


"a-arga a-apa itu be-benar?"tanya Aria terbata-bata


"iya, itu bener. bahkan kita kita sebentar lagi akan menikah. benarkah Arga?"kata Grisella sambil tersenyum manis


"Arga?!"kejut Aria


"gak, ri. nggak, kamu jangan percaya sama omongan dia,ri."kata Arga berusaha menenangkan Aria


Grisella pun mendekati Arga dan bergelayut manja di lengan Arga. "loh? aku benarkan sayang? kamu gak percaya sama aku?"tanya Grisella dengan mata yang berkaca-kaca


Aria terdiam melihat Grisella yang sedang memeluk lengan Arga dengan wajah sedih. dengan cepat Arga menepis tangan Grisella dari lengannya. "ri, ini gak seperti yang kamu pikirkan. dia bohong ri."kata Arga sambil menyentuh kedua bahu Aria


Aria menepis tangan Arga dari bahunya dengan kasar. "jangan sentuh gue."kata Aria pelan dan berbalik pergi


Baru saja beberapa langkah Aria tertegun dan memejamkan mata menahan air matanya agar mengalir saat Arga menahan lengannya. "Aria dengerin Arga dulu, Arga bisa jelasin." lirih Arga


"Alia, please dengelin alga."rengek Arga


Aria menghela nafas lalu berbalik menatap Arga dan menyentuh ke-dua pundak Arga. "dengerin ga, dia pilihan orangtua lo jadi dia yang terbaik buat Lo ga."kata Aria


"aa....alga maunya Alia."rengek Arga


"Lo denger kan?!! kita gak bakal bersatu Arga!!" bentak Aria


"bisa."kata Arga bersikeras


Plak


Arga terbelalak kaget saat Aria menampar wajahnya dengan keras hingga membuat Arga menoleh kesamping. "ri-"


"kita putus."kata Aria sambil berlalu pergi meninggalkan Arga yang terdiam melihat punggung Aria yang semakin menjauh.


tes...tes...


Aria terhenti dan menghapus anak sungai yang terbentuk dipipinya dengan kasar tetapi tidak kunjung berhenti.


tin!!!tin!!!


Aria tertegun melihat sebuah mobil truk besar sedang menuju kearahnya.


Bruakkk


tubuh Aria terpental jauh kedepan karena ditabrak oleh truk tersebut. darah mengalir dari tubuh Aria memenuhi jalanan yang padat akan orang-orang yang menonton. sebelum dirinya menutup mata, samar-samar dirinya melihat seorang lelaki yang berlari kearahnya dan mendekap erat tubuhnya yang berlumuran darah. "Aria... Aria, bangun Aria."kata lelaki itu sambil memukul pipi Aria pelan


pandangan Aria pun menghitam bersamaan dengan Matanya yang mulai tertutup.