Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
permintaan kevin



Sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter bahwa kondisi laura sudah membaik dan di perbolehkan pulang hari ini juga. Ratih meminta anak perempuannya itu untuk sementara waktu agar tinggal bersamanya. Mengingat kondisi nya yang juga belum pulih betul dan masih juga harus beberapa kali kontrol ke rumah sakit. Apalagi dengan adanya si kembar yang pasti akan membuatnya semakin kerepotan.


Baik laura maupun ustadz A'ab tak ada yang keberatan. Meski laura sudah ingin pulang kerumahnya sendiri yang baru beberapa hari di tempati. Kondisinya belum memungkinkan, untuk bangun dari tidurnya saja laura masih kesusahan. Apalagi akan mengurus baby twins seorang diri. Ditambah lagi suaminya tak mungkin terus berada disisinya seperti saat ini karena harus bekerja. Dan ibu mertuanya juga akan kembali ke surabaya mengingat disana juga masih punya amanah yang harus di jalankan.


" asssekkk, bisa nongkrongin si kembar tiap hari !" girang kevin begitu adik perempuannya itu menyetujui usulan sang mama.


" awas aja loe kak kalau nularin virus gila ke anak gue !" ancam laura dengan sinis membuat semua orang terkekeh melihat ekspresi cengo kevin.


" kalaupun nanti anak loe ada yang gila dek, nurun dari emaknya, jelas bukan dari gue lah, kevin seganteng ini !" ucap kevin dengan bangganya.


" Na'udzu billah, anak gue mah bakal kalem kaya abinya noh, lagian gue juga kalem kali kalau ga loe turunin sifat loe yang pecicilan itu !" protes laura dengan cebikkan bibir mungilnya.


Semua orang hanya menggeleng menyaksikan adu mulut kakak beradik yang memang terlalu biasa mereka lihat itu. Dimana ada laura dan kevin pastilah akan heboh dengan sendirinya.


Semua perlengkapan telah selesai di kemas. Laura sudah tak sabar ingin bertemu kedua buah hatinya yang saat ini dirumah bersama ibu mertuanya sebelum besok harus kembali lagi ke surabaya. Setelah menyelesaikan semua admisitrasi rumah sakit laura tak ingin menunggu lagi dan ingin segera pulang bertemu dengan kedua buah hati tercinta.


" Assalamualaikum, twins umi pulang !" teriak laura semangat memasuki rumah besar kedua orang tuanya.


" wa'alaikumussalam umi, !" jawab bu khomsah dengan Ali dalam gendongannya.


" fatimah mana bu ?" tanya laura.


" Fatimah lagi bobok, anak ganteng ini susah bobonya makanya ibu ajak main !" jawab bu khomsah dan laura mengangguk.


Dengan segera laura mengambil alih anak laki-lakinya dari tangan ibu mertua dan membawanya melenggang menuju ruang keluarga. Sementara sang suami lebih dulu menyimpan perlengkapan mereka yang dari rumah sakit.


" dek, boleh gue gendong si ali ?" tanya kevin yang sedari tadi mengekor di belakang adik perempuannya itu. sementara kevan masih tertinggal di rumah sakit karena mengurus administrasinya sebelum mulai bekerja dirumah sakit itu minggu depan.


" emang loe bisa kak ?" tanya laura.


" makanya loe ajarin donk !" jawab kevin.


Melihat wajah memohon kakak yang selalu membuatnya kesal itu membuat laura tak tega untuk mengajaknya adu mulut lagi. Sepertinya kevin memang benar-benar menginginkan bayi yang ada di gendongannya. Dengan hati-hati laura memindah bayi berusia 10 hari itu ke pangkuan sang kakak yang sudah dengan antusias menyambutnya.


" loe udah pengen banget kak ?" tanya laura melihat kakaknya itu terlihat begitu antusias bermain bersama bayi kecilnya.


" anak loe lucu banget dek, sumpah !" ujar kevin tanpa memperdulikan pertanyaan sang adik dan terus berceloteh dengan bayi di pangkuannya.


Tak lama ustadz A'ab menghampiri kedua orang itu bersama dengan Fatimah dalam gendongannya. Kemudian memposisikan duduk di samping kiri sang istri karena di samping kanannya sudah ada kakak ipar yang sibuk berceloteh dengan anak laki-lakinya.


" kak kevin cepat cari istri biar bisa buat yang kaya ali !" celetuk ustadz A'ab memindahkan bayi di pangkuannya ke pangkuan sang istri. melirik betapa hebohnya kakak iparnya itu berceloteh dengan anak laki-lakinya.


" jiahh adek ustadz, makanya cariin donk !" jawab kevin.


"kenapa ga sama Lolita aja kak ? kayaknya kalian akrab ?" ucap laura.


" ogah gue sama demit kaya gitu, lagian dia katanya juga mau di jodohin sama bokapnya !" jawab kevin.


Laura dan ustadz A'ab saling menatap heran. Pasalnya mereka mengira kalau kevin tengah dekat dengan Lolita karena beberapa kali kerumah sakit juga mereka selalu bersama.


" Terus kalau misalnya Lolita ga di jodohin bokapnya loe mau ?" tanya laura.


" ogah!" jawab singkat kevin.


" Kenapa?" heran laura.


" kevan dapat zahra yang kalem banget, loe yang model pecicilan kaga ada diamnya gini aja dapat adek ustadz yang ganteng dan sekalem itu, masa iya gue nikah sama demit kaya Lolita, ga memperbaiki keturunan banget donk gue !" jawab kevin panjang lebar membuat laura yang terkekeh mendengar curahan hati kakaknya itu.


" yah emang nasip loe kak !" tawa laura melihat wajah melas sang kakak yang selalu menjadi kebahagiaan tersendiri baginya itu.


Sementara kevin hanya mendengus saat adik kesayangannya itu tertawa puas di atas penderitaannya. Meskipun selalu berkata santai saat di tanya tentang menikah tetap saja sebagai lelaki normal yang sudah berumur kevin juga ingin merasakannya. Apalagi adiknya sudah mempunyai dua anak dan saudara kembarnya juga akan menikah satu bulan lagi. Hanya saja selama ini wanita yang dekat dengannya belum ada yang cocok. Lolita memang gadis yang baik tapi tak juga membuat kevin tertarik karena semenjak laura berhijab dia juga menginginkan wanita berhijab untuk menjadi istrinya.


" kak kevin serius minta cariin jodoh abinya fatimah sama ali ?" tanya laura mulai serius menatap kakak laki-lakinya itu.


" emang tampang gue kelihatan bercanda dek?" kevin balik bertanya.


Ustadz A'ab dan laura kembali saling menatap melihat keseriusan yang ada di wajah kakak laki-lakinya itu.


" kalau kak kevin serius, besok dech aku ajak kesana!" ujar ustadz A'ab kemudian membuat laura bertanya-tanya secepat itukah suaminya menemukan calon untuk sang kakak.


" emang siapa yang mau aby kenalin sama kak kevin ?" tanya laura tak ingin memendam rasa penasaranya.


"alumni, kebetulan bapaknya minta di carikan jodoh buat anak gadisnya, lah ini kak kevin juga minta di cariin, sekalian aja di pertemukan siapa tahu cocok !" terang ustadz A'ab yang langsung di angguki sang istri.


Memang belum terlalu yakin, apalagi selama ini kevin terkenal banyak dekat dengan perempuan. Tapi ia akan mencobanya siapa tahu berjodoh dan sekalian bisa nikah bareng kevan sebulan lagi pikir kevin.


Sementara laura dan suami berharap kalau memang ini jalan yang terbaik untuk kevin bisa berubah lebih baik. Tak lagi bermain api dengan wanita bukan makhromnya dan di bawa kesana kemari yang akhirnya hanya menimbulkan maksiat dan fitnah.