
Malam hari yang sepi namun tentram bagi sepasang suami istri yang tengah di landa asmara. Meski telah lebih satu bulan menikah masih rasa pengantin baru. lepas makan malam keduanya langsung kembali ke kamar. Ada banyak hal yang ingin di ceritakan dari keduanya pada diri masing-masing pasangan. Apalagi ustadz A'ab yang sudah tak sabar melihat ekspresi cemberut sang istri yang pasti sangat menggemaskan saat mendengar cerita darinya.
" cantiknya istriku ini !" ujar Ustadz A'ab membawa sang istri kedalam pelukannya.
" gombal ah, !" ujar laura malu-malu
"mau dengar ceritaku ndak ? gimana hari pertamaku kerja ?" tanya ustadz A'ab membelai lembut kepala sang istri.
"pasti banyak cewek genitnya kan ?" tebak laura segera dengan tatapan mematikannya membuat sang suami tergelak.
" iya, cantik-cantik lagi !" jawab ustadz A'ab dengan terkekeh.
sudah pasti dapat di tebak seperti apa ekspresi laura saat ini. Ekspresi yang memang sangat di nantikan oleh sang suami. Membuatnya begitu gemas dan ingin segera memakan bibir imut yang sedang di manyunkan itu.
" Tapi lebih cantik istriku ini !" ujar Ustadz A'ab lagi menjawil hidung sang istri membuat wajah laura memerah dan menghangat.
Ustadz A'ab menceritakan kejadian yang di alaminya pagi tadi ketika di sekolah termasuk tentang Bu Angel guru matematika yang juga menggodanya.
" awas aja kamu berani macem-macem, apalagi sama bu Angel bu Angel itu!" ancam laura tegas dan lagi-lagi membuat sang suami semakin gemas di buatnya.
" mana berani aku macem-macem, istriku lebih cantik dari pada bu Angel yang pakaiannya kurang bahan itu !" jawab ustadz A'ab masih dengan kekehannya.
Laura tak pernah meragukan cinta suaminya. Menunggunya lebih dari 4 tahun saja masih setia. Tapi tetap saja yang namanya istri pastilah cemburu kalau suaminya di goda oleh perempuan lain.
Laura juga menceritakan berita bahagia dari fitri yang sudah melahirkan. mereka berencana untuk pergi ke surabaya sabtu besok sepulang sekolah sekalian menjenguk sang ibu yang memang sudah sangat dirindukan. Tapi ada hal yang mengganggu pikiran laura. Sampai detik ini juga belum ada tanda kehamilan. memang baru satu bulan tapi tentu saja ia takut mengahadapi kenyataan saat ibu mertuanya itu menanyakan tentang kehamilan.
" apa yang sedang kamu fikirkan ?" tanya ustadz A'ab yang selalu tahu saat ada yang mengganggu pikiran sang istri.
tanpa menjawab laura hanya sesenggukan dalam pelukan sang suami. Entahlah rasanya kenapa sesak, padahal mereka menikah juga belum lama. Laura terus berfikiran takut kalau dia tidak bisa memberikan keturunan pada sang suami yang sudah berusia matang itu.
" apa kamu memikirkan tentang anak lagi?"
tanya ustadz A'ab mencoba menebak isi hati sang istri.
Bukan berhenti, justru tangis laura semakin menjadi mendengar perkataan itu. ia merasa jadi istri yang tak sempurna bagi suaminya.
" kita menikah baru berapa lama ? mungkin Allah hanya ingin kita berpacaran dulu, bukankah kita belum pernah pacaran sebelumnya ? jadi kita nikmati saja, kalau sudah waktunya juga pasti di kasih, kalau belum ya biar kita seperti ini saja, aku bisa bebas peluk kamu tanpa ada halangan !" ujar Ustadz A'ab lembut mencoba memberikan kehangatan dan pengertian pada sang istri.
"aku takut mengecewakan ibu !" ujar laura dalam isak tangisnya.
" sayangku, cintaku, my honey, bidadariku, tidak usah terlalu merisaukan hal yang belum terjadi, kita nikmati saja apa yang ada sekarang, nikmat bukan pacaran setelah menikah ? dan masalah ibu, ibu juga pasti mengerti ibu tetap akan menyayangi menantu kesayangannya ini walau dalam keadaan apapun !" Terang ustadz A'ab mendongakkan wajah sang istri menatapnya penuh keseriusan dan pengertian.
Laura selalu tersentuh dengan perkataan sang suami. Baginya perkataan sang suami selalu menyejukan. Tak pernah sedikitpun pernah menyakiti hati dan perasaanya.
" sudah ya, tuh jadi jelek kan kalau nangis gitu, nanti aku nya jadi tertarik sama bu Angel yang sexi itu gimana?" goda ustadz A'ab pada sang istri.
"makanya jangan nangis lagi, biar aku ga lari ke bu Angel !" ujar Ustadz A'ab menjawil hidung sang istri.
" Dasar, awas aja berani macem-macem tak sunat ulang !" ancam laura serius membuat sang suami bergidik ngeri.
" emang kamu tega ? ga bisa buat dedek donk!" celetuk ustadz A'ab menggoda sang istri.
" Dasar ustadz mesum !" Teriak laura mencubit paha sang suami.
" Awww, Dasar istri KDRT !" ringis ustadz A'ab mengusap pahanya yang sakit.
Gemas ustadz A'ab menggelitik sang istri sampai menyerah. Begitupun laura yang tak mau kalah membalas sang suami. malam itu yang awal nya penuh air mata isak tangis laura berubah menjadi canda tawa dan berakhir dengan pergulatan panas antar suami istri.
Memang tak mungkin ada rumah tangga yang sempurna tanpa ujian. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan menjalaninya. Justru dengan adanya cobaan itu tadi akan memperkuat pondasi rumah tangga kita jika kita mampu melaluinya.
" Terima kasih !" ujar Ustadz A'ab memeluk erat tubuh mungil sang istri dalam balutan selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya.
Belum juga sempat laura menjawab, ponsel sang suami tiba-tiba berdering heboh membuat laura berdecak kesal.
" ck, siapa sih malam-malam ganggu orang aja !" gerutu laura.
" hus, ngomongnya , aku ambil dulu ya siapa tahu penting !" ujar Ustadz A'ab beranjak menutup auratnya dan menghampiri meja dimana ponselnya tergeletak.
Iapun menggeleng begitu tahu kalau yang menghebohkan dan mengganggu malam istimewanya dan istri adalah para muridnya yang tadi pagi meminta nomor ponselnya. tanpa berniat membalas satu persatu pesan itu ustadz A'ab kembali menghampiri sang istri yang sudah menatapnya dengan penuh tanda tanya.
" siapa ?" tanya laura menginterogasi
" biasa fans !" jawab ustadz A'ab datar.
" bu Angel ?" tanya laura yang hanya di jawab gelengan oleh sang suami.
" murid kamu ?" tebak laura lagi dan kali ini di jawab dengan anggukan tanpa suara.
Melihat itu laura langsung memasang wajah imutnya dengan bibir manyun lima centi. Tatapan matanya sudah setajam silet siap menusuk hati sang suami. Bukan takut, justru itu membuat sang suami semakin gemas di buatnya.
" udah di bilangin cewek bhakti negara genit-genit, malah pake di kasih nomer hp segala, awas aja kalo.....
Belum sempat laura meneruskan ocehannya sang suami lebih dulu membungkam bibir laura dengan sebuah ciuman hangat. membuat mata laura membulat. Antara kesal, gemas campur aduk dalam dirinya.
" sudah tidur yuk, ngocehnya besok lagi aku ngantuk!" ujar Ustadz A'ab membawa sang istri kedalam pelukannya.
" ta...
cup..Dan satu kecupan lagi untuk membungkam sang istri yang sudah siap siaran langsung seperti radio itu. membuat laura hanya mendengus pasrah dan menurut sebelum akhirnya terlelap dalam pelukan sang suami.