Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Andra dan Rania



*Beralih dari kisah sepasang pengantin baru yang tengah di landa asmara *


Rania telah merencanakan keberangkatannya ke Singapura untuk melanjutkan S2 sekitar dua minggu lagi. Namun rasanya masih bimbang jika harus meninggalkan jakarta dalam waktu sesingkat itu. Apalagi rasa hatinya masih tertinggal di ibu kota ini. di tambah lagi beberapa belakangan terakhir ini orang yang di cintai mulai respect kepadanya.


📱ra,


📲Assalamualaikum


📱wa'alaikumussalam, sorry bu hajah lupa


📲kebiasaan emang,


📱gue mau kerumah, loe ada waktu ga ?


📲gue di Surabaya guys, ada apa emang ?


📱pake mudik segala lagi ni orang, kapan balik jakarta ?


📲minggu depan, sekalian bulan madu gue


📱cih, sombong


📲ada apa sih ? ga jelas banget dech loe


📱kalau loe udah balik aja dech, gue ga mau ganggu bulan madu loe


📲serah loe dech,


📱ok gue tutup, Assalamualaikum


📲 wa'alaikumussalam


Rania semakin frustasi memikirkan nasipnya, satu-satunya orang yang tahu tentang perasaannya kepada Andra hanya laura. Dan saat ia lagi butuh untuk menampung curhatannya orangnya justru sedang tidak ada di tempat . Mau cerita ke lolita masih belum siap. Bagaimanapun perasaan itu sudah di pendam sejak lama ia takut kalau lolita tak bisa menerimanya karena rania tak jujur dari awal.


" Hai, boleh duduk ?" tanya seseorang melihat gadis cantik berambut panjang itu tengah duduk sendiri di bangku panjang di sebuah taman.


" emh, kak Andra...!" Rania kaget tiba-tiba orang yang tengah ada di pikirannya itu muncul di hadapannya.


" lagi mikir apa ?" Andra kembali bertanya setelah memposisikan duduk di samping rania.


" gpp kog kak, kak Andra ngapain disini ?" Bohong Rania tak ingin orang yang di maksud tahu kebenarannya.


" cari inspirasi, !" jawab Andra dengan singkat.


Seorang Andra wiguna memilih karir sebagai penulis setelah menyelesaikan perguruan tingginya. Buku pertama kali yang di tulis adalah tentang bagaimana kisah cintanya yang tak sampai kepada gadis pujaannya yang baru saja selesai dirilis beberapa hari lalu setelah gadis itu benar-benar tak dapat di milikinya. sebelumnya Andra juga pernah menulis beberapa artikel di majalah dan koran. namun dalam bentuk buku, tulisan yang berjudul Kasih tak sampai adalah karya perdananya.


" maksud kak Andra? "


" iya, mungkin kamu bisa jadi inspirasi di karya keduaku !" jawab Andra dengan ekspresi wajah yang tak dapat di artikan.


" apa maksud kak Andra aku akan jadi pelarian kak Andra dari perasaan kak Andra pada laura ?" entah keberanian dari mana tiba-tiba pertanyaan itu keluar dari mulut rania.


Andra berdiri dari tempat duduknya dan menapak beberapa langkah kedepan Rania menatap kosong orang yang lalu lalang di hadapanya.


" pelarian ? jadi serendah itu aku dimata wanita,...!" ucap Andra datar tanpa menatap lawan bicaranya.


"lalu apa kalau bukan pelarian ? setelah kak Andra patah hati kak Andra ingin menjadikanku pelarian dari perasaan itu ?


Andra tersenyum menatap gadis yang masih betah pada posisinya duduk di bangku panjang itu.


" kalau bicara patah hati, sudah lama sekali aku patah hati karena di tolak oleh laura berkali-kali , tapi saat menyaksikannya bahagia bersama suaminya beberapa saat lalu, aku iri dan aku ingin merasakan hal yang sama, bahagia tanpa ada bayangannya lagi !" ujar Andra menatap tulus perempuan di hadapanya.


" Dan aku pikir kamu bisa menghapus semua kenangan itu dari memoriku, dan mengisinya dengan memori yang baru! " lanjutnya kemudian membuat rania tertegun mencerna kata-kata yang terucap dari pria yang memang sangat di harapkannya itu.


Di satu sisi tentu ia bahagia mendapat kesempatan itu. Namun disisi lain ia juga merasa takut bagaimana jika ia tak bisa menghapus memori tentang laura dalam pikiran Andra mengingat begitu besar dan lamanya cinta Andra kepada laura. maka selamanya ia hanya akan hidup di atas bayang-bayang itu.


" bagaimana jika aku tak bisa menghapusnya ? apa selamanya aku juga akan menjadi bayangan laura ?" tanya Rania lagi.


" aku memang tidak yakin kalau aku bisa, tapi laura percaya kalau kamu adalah orang yang tepat untuk menghapusnya dari dalam hatiku! "


Rania semakin tak mengerti arah yang di bicarakan orang yang ada di hadapannya itu. Semakin di cerna perkataan itu semakin terasa menyakitkan. dia memberi kesempatan untuk Rania bisa masuk kedalam hatinya. Tapi semua atas dasar saran dari laura. Dan di setiap kata yang keluar seperti ia hanya akan menjadi bayangan dari laura untuk seorang Andra.


" sepertinya keputusanku untuk meninggalkan jakarta adalah tepat, aku ingin menjadi diriku sendiri untuk hidup dalam hatimu kak, bertahun-tahun lamanya perasaan ini tumbuh dalam hatiku dan bertahun-tahun itu pula perasaanmu kepada laura tak juga berurai, dan sekarang kamu ingin aku jadi bayangan laura dalam hatimu setelah laura benar-benar pergi ?" Tanpa sadar air mata itu jatuh berderai membasahi pipi mulus Rania. Rasa lelah memendam perasaan pada seseorang yang tak pernah mengetahuinya bahkan saat ia tahu bahwa orang itu tak pernah mencintainya di luapkan saat itu juga.


" aku memang egois ran, tapi apakah ini juga keinginanku ? aku juga sama tak tahunya dengan kamu yang dengan bodoh menungguku padahal kamu tahu aku mencintai sahabatmu, sama aku menunggu laura meskipun ia terus mengatakan bahwa ia mencintai orang lain, apa memurutmu itu mau kita ???" Andra juga sudah mulai tersulut emosi oleh perasaannya sendiri.


Memang benar apa yang di katakan Andra, sama persis dengan apa yang dikatakan laura beberapa saat lalu saat Rania menceritakan isi hatinya pada laura. Kedua orang yang bernasip sama, apa mungkin saat keduanya membuka jalan untuk bersama akan bisa merubah keadaan. Mengingat jalan berfikir dan kegigihan keduanya untuk menunggu masing-masing orang yang di cintainya sama besar meski sama-sama tak mendapat balasan.


" Pergilah ke Singapura, tak usah risau, jika memang kita berjodoh maka kita akan bertemu lagi suatu saat nanti, jika tidak maka Tuhan telah menyiapkan jodoh terbaiknya untukmu dan juga untukku, !" ujar Andra lagi tahu apa yang ada dalam pikiran gadis itu.


" Jika memang ada kesempatan itu apa salahnya kita mencoba ? mencoba bangun dari perasaan masing-masing ?"


" Biar waktu yang menjawab kisah kita, sekarang fokuslah pada masa depan dan mimpimu yang indah, !" Jawab Andra dengan seulas senyum tulus membelai lembut rambut panjang rania kemudian berlalu meninggalkan gadis itu dalam diamnya.


Sikap yang tak pernah di mengerti Rania dari seorang Andra wiguna. Seolah menarik ulur perasaannya, baru saja memberi peluang tapi seperti menghempaskannya kembali. membuat Rania semakin gemas di buatnya.


Kenapa kamu sangat hobi menarik ulur perasaanku kak ? ini hati bukan layangan,....