Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
kerumah zahra



Dalam kesendiriannya kevan mulai memikirkan apa yang di katakan adik ipar dan keluarganya tentang arah hubungannya dengan sang kekasih. Bagaimanapun 10 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menjalin kisah. Tapi sampai saat ini bahkan ia belum berani untuk menemui orang tua zahra. sejak awal pacaran zahra sudah mempunyai prinsip tidak ingin keluar berdua dengan Kevan. zahra lebih mempersilahkan jika kevan ingin main kerumah, tapi sampai saat ini kevan masih belum juga ada keberanian untuk menampakkan wajah di depan orang tua zahra. Dan hubungan keduanya hanya sebatas lewat pesan dan media sosial. Apalagi semenjak zahra meneruskan S2 di swiss mereka sangat jarang berkomunikasi.


📨 Assalamualaikum


📩 wa'alaikumussalam


📨 kapan pulang ke indo?


📩 ini masih di indo, knp?


📨 boleh aku kerumah ?


📩 seriously???


📨 balik kapan ?


📩 lusa


📨 ok, besok aku kerumah, tunggu ya 😊


📩 akhirnya 😊


📨 ya udah, bobok dulu gih biar ketemu dalam mimpi


📩 Assalamualaikum


📨 wa'alaikumussalam


Tak pernah ada percakapan panjang antara kevan dan sang kekasih. Meskipun begitu hubungan mereka masih terjalin dengan baik. Zahra adalah anak seorang tokoh agama di lingkunganya itulah alasan mengapa ia tak ingin hubungannya dengan kevan merusak nama baik keluarganya. meski ia juga tahu kalau dalam agamanya pacaran tak di perbolehkan, tapi selama ini hubungannya dengan kevan bukanlah hal yang merusak moral. hanya saja perasaan mereka yang memang tumbuh sangat indah di dalam sana. yang akhirnya mempertahankan mereka sampai saat ini.


Pagi sekali sebelum adik iparnya berangkat kerja kevan sudah sampai di rumah laura. Hari ini ia akan mengajak laura untuk berkunjung kerumah zahra kekasihnya. ia sengaja datang sangat pagi untuk meminta izin kepada adik iparnya untuk membawa sang adik.


" suami loe mana dek ?" tanya kevan


" masih di kamar mandi, ada apa emang ? tumben banget dateng pagi-pagi?" heran laura.


" gue mau izin sama laki loe dek, mau ngajak loe merjuangin cinta!" jawab kevan.


" whidich, kakak gue udah berani nich ???" goda Laura menaikan alisnya.


" ach, males gue ngeladenin drama loe dek, gue laper mau numpang makan !" ujar kevan menyelonong masuk ke dapur.


Sementara itu si tuan rumah sudah mendengus dan mengumpatnya dengan habis-habisan dari belakang. Acuh dengan umpatan sang adik, kevan segera mengambil beberapa makanan dan menikmatinya sembari menunggu sang adik ipar keluar dari kamar mandi.


" Assalamualaikum, tumben kak kevan pagi-pagi sudah kesini?" tanya ustadz A'ab menghampiri kakak ipar yang tengah menikmati sarapannya.


" wa'alaikumussalam, !" kevan lebih dulu menghabiskan makanan yang ada di mulutnya dan meminum segelas air sebelum menanggapi pertanyaan adik iparnya.


" iya, jadi tujuan ku kesini....


" mau minta makan !" potong laura segera sebelum sang kakak menyelesaikan omongannya.


" ra,...!" ustadz A'ab memperingati sang istri.


" kalau loe ga ikhlas gue utahin dech dek, !" ujar kevan malas menanggapi omongan sang adik yang selalu memancing emosi itu.


" lanjut, kak kevan mau ngomong apa ?" ustadz A'ab memotong perdebatan agar tak jadi panjang mengingat ia juga harus segera berangkat kerja.


" iya gini adik ipar, aku mau izin bawa adek cantikku ini kerumahnya zahra, seperti yang kamu bilang semalam kalau sudah saling cocok kenapa tidak, iya kalau zahra segera jadi pengacara, kalau tidak bisa-bisa kita ga nikah selamanya donk !" terang kevan tentang tujuannya.


" kamu percaya sama kak kevan ?" tanya laura memicing.


" percaya lah, dia pasti akan menjaga istri cantikku dan dedek yang ada disini dengan baik, ya udah aku berangkat sudah telat, Assalamualaikum!" Jawab Ustadz A'ab mendaratkan satu kecupan di kening dan satu lagi di perut sang istri sebelum benar-benar keluar dari dalam rumah.


" wa'alaikumussalam !"


Selepas kepergian sang adik ipar kevan segera meminta laura untuk bersiap. Karena sebelum kerumah zahra kevan ingin laura menemaninya membelikan oleh-oleh untuk keluarga zahra. Meski dengan berbagai drama akhirnya laura menurut dengan perintah sang kakak.


Perjalanan kerumah zahra tak membutuhkan waktu lama. Sesampainya di pekarangan rumah yang nampak sederhana dan asri itu hati kevan mulai berdebar. Pasalnya ini adalah hal pertama bagi kevan, seumur hidupnya zahra adalah cinta pertamanya sampai saat ini. Dan setelah lebih dari 10 tahun baru kali ini ia berkunjung kerumah zahra.


" gue gugup dek !" ujar kevan sebelum turun dari mobil sportnya.


" Bismillah, niat kak kevan baik untuk beribadah, Insya Allah akan di permudah oleh Allah !" ujar laura menggenggam kedua tangan sang kakak memberi kekuatan.


Kevan tersenyum mendengar ucapan sang adik. meski Bagaimanapun laura adalah orang yang bisa menempatkan diri dalam situasi. meski terkadang menyebalkan baginya, menurut kevan laura lebih bisa di andalkan dalam hal ini dari pada saudara kembarnya kevin. Dan pasti laura lebih pengalaman dalam hal jatuh cinta seperti apa yang di alaminya saat ini.


" Assalamualaikum ! " salam laura sementara kevan masih sibuk menetralkan detak jantungnya.


" wa'alaikumussalam !" seorang gadis manis berkulit kuning langsat di balut dengan busana syar'i berada di balik pintu dengan senyum manisnya.


" mbak zahra ?" tanya laura ramah yang di angguki gadis itu.


Sementara kevan masih melongo di samping laura menatap gadisnya itu. matanya tak berkedip, setelah berpisah sekian lama semenjak lulus dari SMA dan baru bertemu lagi saat ini.


" Astaghfirullah hal 'adziim !" Laura menutup wajah kevan dengan telapak tangannya membuat zahra terkekeh melihat tingkah kakak beradik itu.


Sementara wajah kevan berubah memerah karena malu kepergok memperhatikan kekasih yang lama tak bertemu itu.


" mari masuk, abah ada di dalam !" aja zahra dengan ramah.


Kevan dan laura menurut berjalan di belakangnya. semakin dekat dada kevan semakin berdebar hebat tak karuan. Apalagi harus langsung berhadapan dengan orang tua zahra. Laura menggenggam tangan sang kakak meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.


" apa kabar ?" tanya kevan sedikit canggung karena sudah lama tak berbicara secara langsung.


" Alhamdulillah baik ko, kamu sendiri ?" zahra balik bertanya.


" seperti yang kamu lihat, hari ini lebih baik setelah 9 tahun lamanya !" jawab kevan yang sukses membuat zahra tertunduk malu.


" ehem !" deheman laura merasa menjadi orang ketiga mengalihkan perhatian kedua orang yang tengah melepas rindu itu.


" oh iya ini ?


" ini adik perempuanku zah, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu !" jawab kevan memperkenalkan sang adik.


" Laura !" dengan ramah laura mengulurkan tangannya yang di sambut hangat juga oleh zahra.


Baik kevan maupun zahra sama gugupnya. Apalagi saat kedua orang tua zahra keluar dan menemui kedua tamu itu. Tapi bagaimanapun kevan tetap mencoba tenang, ia harus mengambil keputusan ini. Ia akan mengutarakan niatnya untuk meminang zahra hari itu juga. lagi pula kuliah zahra tinggal satu semester lagi.


" zahra memang sudah cerita banyak tentang nak kevan, jadi apakah nak kevan serius dengan anak saya ?" tanya abah zahra tanpa basa basi.


" Insya Allah pak, saya akan membawa orang tua saya kemari jika sudah mendapat restu dari bapak untuk meminang zahra !" jawab kevan dengan mantap.


" kamu sudah siap ndhuk ?" kini abah bertanya pada putrinya.


" Insya Allah bah !" jawab zahra sama mantapnya mengingat hubungan mereka yang juga sudah terjalin begitu lama dan tak ingin terus tergantung dalam hubungan tanpa ikatan.


Meskipun tak pernah di ungkapkan, zahra memang telah menunggu saat ini sejak lama. Zahra sudah banyak menceritakan tentang kevan kepada kedua orang tuanya namun sampai saat ini barulah kevan berani untuk menemui kedua orang tuanya. selama ini hanya alasan zahra ingin mengejar mimpi karena tak ingin mengganggu karir kevan sebagai dokter. sampai kekasihnya itu benar-benar siap untuk memintanya kepada kedua orang tuanya.