Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
rahasia kevan



Berita kehamilan laura telah sampai kepada para sahabat dan keluarga yang lain. Termasuk juga Rania yang tengah berada di negeri orang tak lupa memberi ucapan selamat dan do'a kepada sahabat kecilnya itu. Fitri, Reza, Aisyah dan juga ibu mertua laura pun turut bahagia mendengar kabar kehamilan sang menantu. Apalagi dirinya memang sudah sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu.


Malam itu Handika, Ratih dan juga kedua kakak kembar laura sengaja datang untuk merayakan tanggal ke satu tahun pernikahan laura. Tak lupa semuanya telah menyiapkan kado istimewa untuk sang putri dan adik tercinta yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu itu.


" Apa kabar sayang ?" tanya Handika memposisikan duduk di samping putri tercinta.


" seperti yang papa lihat, laura sangat sehat dan dalam waktu setahun ini laura g pernah masuk rumah sakit loch, kecuali kemarin di paksa sama dua bocah itu !" Jawab laura bermanja di akhiri dengan delikan tajam kearah dua saudara kembarnya.


Masih terekam bagaimana cara kedua kakaknya itu membawanya kerumah sakit dua hari lalu. Dan itu selalu membuatnya merasa kesal, meskipun berkat kedua kakaknya membawanya secara paksa ia jadi tahu kalau sedang hamil. Tetap saja menurutnya itu bukan yang di harapkan.


" inget dek berkat kita loe jadi tahu kalu lagi hamil, coba kalau kita ga maksa !" sahut kevin tak terima.


" tul !" imbuh kevan mengangkat dua jempolnya.


" tetep aja loe berdua bawa gue kaya anak kucing !" delik laura tak terima.


" ck, ga tau terima kasih banget sih loe dek !" decak kevin


" oh, jadi loe mau pamrih sama gue !"


" sudah sudah, jangan buly anak papa yang cantik ini kasian dedeknya nanti ikut nangis !" lerai Handika mengelus perut datar putri kesayangannya membuat laura semakin ingin bermanja pada pria tersayangnya itu.


Sementara sang suami seperti biasa, lebih memilih menonton drama keluarga itu. Karena memang sudah menjadi ciri khas keluarga sang istri ketika berkumpul penuh dengan drama kolosial.


" adek ustadz, masih betah punya bini kaya laura ?" kevin bertanya pada adik ipar yang duduk di samping sang istri.


Jangan tanya bagaimana ekspresi laura yang sudah siap menerkam kakak keduanya itu.


" Gimana ya, kalau di kamar selalu manis sih kak, jadi ya mana mungkin aku ndak betah !" jawab ustadz A'ab sukses meredakan amarah laura yang sudah siap melempar buah apel yang ada di tangannya ke arah sang kakak.


" penasaran gue muka manisnya si laura, perasaan dari kecil ngeselin !" ujar kevin mencebikkan bibir.


" gue ngeselin tapi udah laku kak, lah elo masih jomblo !" delik laura tak terima.


" sudah sudah, kalian ini kalau bersatu ga pernah ada akurnya, sudah yuk makan dulu mama udah laper, apalagi cucu mama tuh dari tadi emaknya ngegas mulu !" lerai ratih pusing mendengar kedua anaknya tang tak pernah akur itu.


" anak laki mama tu yang rese, ga tau apa cucu mama udah laper !" kesal laura melayangkan tatapan tajamnya pada sang kakak masih tak terima.


Sebelum sampai kerumah sang putri Handika dan Ratih memang sudah membelikan beberapa menu untuk makan malam mereka malam ini. Mereka juga sudah bilang kepada laura untuk tidak memasak makan malam karena ini adalah hari spesialnya. bukan hanya itu Ratih dan Handika juga sudah menyiapkan hadiah untuk putri tercintanya itu. Sebagai bentuk syukur keduanya akan hadirnya anggota baru dalam keluarga mereka.


" ini hadiah dari papa buat cucu papa, !" ujar Handika menyodorkan sebuah kunci mobil pada laura.


" siapa bilang kamu ga mampu beli, papa tahu anak papa ini sudah jadi pelukis terkenal, papa cuma ngasih hadiah buat cucu papa !" ujar Handika tak ingin membuat sang anak tersinggung dengan pemberiannya. Karena memang selama ini setiap kali Handika ingin memberikan apapun laura selalu menolak dan menganggap kalau orang tuanya selalu meragukan kebahagiaannya hidup sederhana dengan sang suami. Padahal kehidupan rumah tangganya saat ini sudah jauh lebih baik.


" Tapi ini bukan kunci mobil laura pa ?" Heran laura menaikan satu alisnya.


" mobilmu kan sudah kamu kasih kan ke papa, udah papa rongsokin, mana tega papa biarin cucu papa naik mobil jadul kaya gitu !" jawab Handika datar.


" hah, mobil laura kan masih bagus pa, kenapa dijual ? haish, papa ini !"


" hak papa donk, sudah kamu kasih kan ke papa, udah pokok nya papa ga mau ada penolakan ini mobil buat cucunya papa !" kekeh Handika.


Laura hanya bisa pasrah dan menerima pemberian sang papa. membantah pun percuma karena sang suami lebih dulu memberi kode agar laura tak terlalu membantah kalau sedang berbicara dengan papanya. Yang disayangkan adalah mobil kesayangan yang sudah menemaninya bertahun-tahun sudah di jual oleh papanya. meskipun sudah dikembalikan, rasanya laura masih belum rela kalau harus di jual.


" Kalau loe ga mau buat gue aja dek, lagian mobil gue udah butut !" sahut kevin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Handika.


" Cari istri dulu, buatin cucu untuk papa baru dapat mobil !" ujar Handika yang membuat kevin harus mendengus pasrah jika bahasanya sudah tentang jodoh.


" aku nungguin kevan dulu pa, dia aja macarin anak orang udah lebih dari 10 tahun belum berani nikah !" sahut kevin yang langsung mendapat lemparan anggur dari saudara kembarnya.


Semua orang melongo mendengar pernyataan kevin barusan. Pasalnya selama ini tak ada yang tahu kalau kevan tengah menjalin hubungan dengan seorang gadis. selama dirumah kevan juga sangat jarang keluar, apalagi dengan kesibukannya di amerika mana sempat dia bertemu seorang gadis. Tapi memang kevin adalah orang yang paling tahu seperti apa kehidupan kevan dan bagaimana hubungan asmaranya karena sejak kecil keduanya selalu bersama meski memilih karir yang berbeda.


" bener itu van ?" tanya Handika memastikan.


" kevin aja yang mulutnya receh pa !" jawab kevan tak memungkiri juga tak mengiyakan.


" sampai kapan emang loe mau sembunyikan zahra dari papa dan mama ?" sahut kevin.


" Terusin gue lempar juga loe pake pisau ini !" ancam kevan dengan delikannya mengangkat pisau yang ada di tangannya.


" lah loe kan dokter, loe bisa sembuhin luka gue donk !" sahut kevin santai.


Semua masih tak percaya dengan omongan kevin. Tapi melihat wajah kesal kevan, sepertinya memang ada yang di sembunyikan dari wajah cool dan pendiamnya itu.


karena desakan semua anggota keluarganya akhirnya kevan terpaksa menceritakan kisah cinta yang telah lama di sembunyikan itu kepada keluarganya. kevan menjalin kasih dengan teman SMA nya sejak kelas 11, dan sampai saat ini hubungan keduanya masih terjalin baik meski tak pernah saling bertemu dan hanya berkomunikasi lewat udara.


Baik kevan maupun sang kekasih masih belum ada niat untuk melanjutkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius. Gadis bernama zahra itu saat ini tengah mengejar mimpinya menjadi seorang pengacara. Dan belum ingin menikah sebelum impiannya tercapai. Kevanpun tak ingin menghalangi mimpi gadisnya itu. lagipula masih banyak juga karir yang ingin dia capai dengan profesinya saat ini.


" Jodoh itu tak ada yang tahu kak, orang yang bersama kita belum tentu itu adalah jodoh yang dikirimkan Allah kepada kita meskipun saling mencintai, begitupun dengan karir seperti apapun kita mengejar kalau Allah tidak menghendakinya tidak akan bisa kita capai, kalau sudah saling cocok kenapa ndak segera di resmi kan saja, meskipun tak pernah saling sentuh, tak pernah bertemu, setan itu lebih pandai menggoda kita !" Terang ustadz A'ab setelah dari tadi hanya terdiam memberi tanggapan kepada cerita kakak iparnya itu.


Kevan hanya tersenyum mendengar siraman qolbu dari adik iparnya itu. Semua yang dikatakan benar, tapi ia tak sendiri menjalin hubungan itu. Tak mungkin kalau hanya dia yang mengambil keputusan itu.