Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Terima kasih



Setelah merasa lebih baik dari pada mulut yang tengah bergetar dan jantung yang berdetak tak menentu karena pengalaman pertamanya, laura segera menghubungi orang yang dari tadi mengubungi ponselnya. iya, adik dari papanya itu memang tidak datang ke acara pernikahannya kemarin karena berbarengan dengan acara wisuda sang anak di London sana. mungkin ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.


📲Assalamualaikum


📱wa'alaikumussalam cantik, lama banget angkat telponnya pengantin baru, Habis ngapain hayoooo ?


📲 aku lagi kedatangan tamu kali om, ga usah mikir macam-macam


📱VC ya, ada bobi sama tante kamu juga disini


📲ok baiklah,


Laura memutus sambungan telponnya dan menekan tombol Vidio call yang terpampang di layar Ponselnya. ia juga teramat rindu dengan keluarga itu, sayang tak bisa hadir di acara pernikahannya kemarin.


" eits,....pakai jilbabnya dulu, biar aku pegangin !" titah ustadz A'ab yang dari tadi berada disisi sang istri.


" why ?" laura menaikkan satu alisnya heran.


" om sama tante memang mukhrim, tapi tidak dengan sepupu kamu !" terang ustadz A'ab yang akhirnya di turuti oleh laura meski dengan dengusan kecil.


📲wah, pengantin baru wajahnya berseri seperti itu...!" goda reno begitu tersambung dengan pasangan pengantin baru itu.


📱om reno lebay ih, !" sahut laura memutar bola matanya malas


📲gimana sayang malam pertamanya? " kini wina yang berbicara menaik turunkan alisnya.


📱tante sama aja kaya om, ga ada apa pertanyaan lain....


📲Hahahaha, ....iya lah apa yang coba yang pantes di tanyakan pada pengantin baru ?


📱ngasih ucapan selamat kek, di doain, kasih hadiah juga boleh, tanya kog yang harusnya di rahasiakan,...!" celoteh laura mencebikan bibir membuat sang suami yang dari tadi menjadi bantalannya menjadi gemas dan melayangkan cubitan dipipi sang istri.


" Awww,,, kog di cubit sih hub, sakit tau !" gerutu laura.


" kalau bicara sama orang tua di jaga mulutnya sayang, !" ujar ustadz A'ab kini menjawil hidung mancung sang istri.


Pemandangan sepasang suami istri itu terlihat oleh layar ponsel yang ada di depannya membuat satu deheman melayang dari benda pipih itu.


📲disini masih ada orang woy, main mesra mesraan aja !" suara bobi ikut nimbrung obrolan jarak jauh itu.


📱situ di bawah umur, ga usah ikut ikut !" cibir laura yang justru sengaja melingkarkan tangan di perut sang suami.


📲Astaga, mata bobi ternoda ma, pa...


📱lebay loe, oh ya Btw selamat atas wisuda lo bob, ya meskipun gue kesel loe ga dateng di acara nikahan gue,..


📲hihihi, iya sory dech habis acaranya barengan, loe juga selamat ya, mana wajah suami loe ? dari tadi cuma loe lihatin perutnya doang !"


📱kalau mau lihat suami gue pulang dulu,


Obrolan jarak jauh itu berlangsung lumayan lama. Dan ustadz A'ab masih setia disisi sang istri yang tengah melepas rindu dengan adik papanya beserta keluarga yang berada jauh di london itu.


Setelah obrolan berakhir dan laura mulai bosan dengan aktivitas di kamar, laura mengajak sang suami untuk turun berharap di bawah ada orang lain yang bisa menjadi hiburan bagi keduanya. Namun ternyata setelah sampai di lantai bawah rumah sepi entah kemana para penghuninya.


" Biasanya tu kakak kembar pulang ga pernah sepi ni rumah ? kenapa jadi kaya kuburan gini rumah gue ?" heran laura masih menapaki setiap sudut rumahnya yang memang teramat sepi tak seperti biasa. sedangkan sang suami dengan setia membuntuti kemanapun gadis di hadapannya melangkah.


" ra,...!" ucap ustadz A'ab setelah keduanya beberapa saat terdiam.


" emmm,....


" makasih ya,....!" ujar ustadz A'ab dengan tulus.


" untuk ?" heran laura


" telah bersedia menjadi istriku,


Laura tersenyum dengan perkataan pria yang baru sehari menjadi suaminya itu.


" Harusnya aku yang berterima kasih, kamu sudah menungguku selama itu, maafkan aku akan keegoisan itu !" sesal laura menatap hamparan air yang ada di hadapanya kemudian menunduk.


" aku tidak pernah marah, jadi tidak perlu ada yang di maafkan! " ustadz A'ab membawa gadis di sampingnya kedalam pelukan dada bidangnya.


" aku tidak tahu bagaimana jadinya aku jika kamu benar-benar pergi dariku dan memilih orang lain, apakah rasanya akan seindah ini !"


" tidak usah menyesali apapun yang sudah terjadi, biar itu menjadi muhasabah diri bagi kita untuk menjadi lebih baik !"


Laura benar-benar bersyukur dengan hidupnya saat ini. ia tahu perjalanan rumah tangganya kedepan mungkin tidak akan mulus mulus saja, ujian itu pasti ada. Tapi ia yakin bersama orang yang ada di sampingnya ia akan mampu melewatinya.


" kalau saja aku ga egois dan meninggalkanmu pasti sekarang kita sudah bisa punya yang seperti aisyah, tapi karena......


" sssttt....dengan cepat ustadz A'ab menutup mulut laura dengan jari telunjuknya.


" Jodoh, mati, rizky itu di tangan Allah, Allah tidak pernah salah ataupun terlambat mempertemukan seseorang dengan jodohnya, begitupun dengan kita, ujian kita selama 4 tahun lebih itu akan memperkuat pondasi rumah tangga kita kedepannya, berhentilah untuk menyesasi semuanya,!" ustadz A'ab menatap tulus mata bulat sang istri yang sudah berkaca-kaca karena ucapannya.


Laura yang tak dapat mengungkapkan perasaannya lewat kata memilih kembali berhambur memeluk tubuh kekar di hadapanya. Hanya air mata itulah yang berbicara betapa bersyukurnya laura memiliki orang yang saat ini tengah mendekapnya. Berkali-kali melayangkan kecupan di kepala memberi semangat dan ketenangan untuknya.


" mentang-mentang pengantin baru, mesra mesraan ga tau tempat! " cibir kevin yang entah dari mana sudah duduk di bangku panjang tak jauh dari sepasang pengantin baru itu bersama saudara kembarnya.


" sirik aja loe kak, !" delik laura tajam tak ingin bergeming dari pelukan sang suami.


" gue jadi pengen juga kali dek, !" kevan ikut berbicara.


" makanya nikah kak, jangan nyari duit mulu !" ujar laura menyindir sang kakak yang terlalu sibuk sampai tidak punya waktu untuk memikirkan menikah.


" gue pengen ponakan dulu dek, baru nikah !" sahut kevan


" ya kali aku mau minjemin anak aku buat kakak, !" ketus laura.


" loe ngomongin apa sih van, keponakannya aja belum di proses, iya kalau adonannya cepet jadi, kalau lama ? jadi jomblo tua loe !" sahut kevin mencibir saudara kembarnya.


" Na'udzubillah, sembarangan loe kak kalo ngomong, loe do'ain gue biar lama punya anaknya ?" delik laura setelah melemparkan sendal jepit yang di kenakan di kepala sang kakak.


" siapa yang do'ain coba ? umpamanya, lagian kan loe belum ngadon ponakan gue dek, apa salahnya sih omongan orang ganteng ini !" sergah kevin tak terima.


" sama aja, !" Delik laura semakin membuat kevin bergidik.


Sementara itu kevan dan ustadz A'ab hanya menggeleng menyaksikan perang suara antar saudara itu. Kevin dan laura memang mempunyai watak yang hampir sama, kalau sedang cocok keduanya akan sangat manis sebagai kakak adek. Tapi kalau sudah seperti saat ini, keduanya tidak akan ada yang tinggal diam.