
Seperti yang di rencanakan malam ini ustadz A'ab akan mempertemukan kevin dengan gadis yang akan di kenalkan dengannya. Gugup pasti, tapi kevin mencoba setenang mungkin. padahal biasanya ia selalu enjoy jalan dengan wanita manapun. Tapi malam ini ia merasa begitu gugup mungkin karena tujuannya adalah keseriusan.
Setelah bersiap ia segera menuju kamar sang adik dan adik iparnya. Sebelumnya memastikan keadaan sekitar aman karena ia tak ingin seorangpun tahu tentang rencananya malam ini. kalaupun sudah benar-benar cocok barulah ia akan terus terang kepada keluarganya.
Sebenarnya selepas sholat isya ustadz A'ab telah bersiap untuk pergi bersama kakak iparnya. Namun karena orang itu meminta ustadz A'ab untuk tidak keluar kamar terlebih dahulu sebelum ia menemuinya jadilah ia menunggu sambil bermain dengan anak dan istrinya. Lagi pula seharian ini mereka sudah tidak berkumpul karena ustadz A'ab harus lembur persiapan akreditasi yang mengharuskannya lembur sampai hampir maghrib baru sampai rumah.
" Gadis yang mau aby kenalin sama kak kevin umur berapa? apa dia cantik ?" tanya laura.
" 27 tahun, kakaknya Alya muridku yang waktu itu main kerumah, aku baru tahu waktu di undang ngisi pengajian dirumahnya ternyata Alya itu adiknya putri alumni pesantren kita juga, !" terang ustadz A'ab yang di angguki laura.
Tak lama suara ketukan pintu terdengar di luar kamar. Ustadz A'ab segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri kakak ipar yang telah di tunggu-tunggu itu. Tak ingin ketinggalan informasi laura ikut mengekor di belakang sang suami dan membiarkan dua bayi yang tadi bermain bersamanya dan suami tergeletak di atas ranjang.
" Ngapain aja sih kak kevin lama banget, aby keburu kemaleman tau !" Gerutu laura dengan bibir maju lima centi menggemaskannya.
" sssttt, udah dech dek loe diem berisik, jangan bilang-bilang sama orang rumah kemana kita pergi!" ujar kevin memberi peringatan kepada adik perempuannya itu.
" pokoknya gue ga mau tahu, loe bawa laki gue pulang harus bawa martabak manis, titik !" ujar laura yang juga sebuah peringatan kepada kakaknya itu.
" bawel loe ach, udah dech gue cabut, jagain tu keponakan gue jangan ampe di gigit nyamuk!" ujar kevin langsung menarik tangan adik iparnya keluar dari kamar. Meski begitu ustadz A'ab tak lupa mendaratkan satu kecupan di kening sang istri yang akhirnya membuat kakak iparnya berdengus kesal. masih bisa-bisanya disaat dirinya gugup seperti ini adegan romantis itu berlangsung.
Di perjalanan hati kevin semakin berdegup kencang. kevin terus merutuki dirinya, bisa-bisanya seorang kevin jadi gugup seperti ini hanya akan bertemu dengan seorang wanita.
"Haish, menyebalkan sekali kenapa aku segugup ini !" batin kevin.
Sementara adik ipar yang dari tadi melihat kegugupan kakak iparnya itu hanya terkekeh. Pasalnya laura bilang kalau kevin suka gonta ganti wanita. Tapi mengapa disaat seperti ini wajahnya jadi sepucat itu batinnya.
Tak lama mobil yang membawa kevin dan ustadz A'ab sampai di halaman sebuah rumah mewah. Jangan ditanya bagaimana perasaan kevin saat ini. ingin lompat dari monas rasanya.
" Rileks kak, pak Angga orangnya santai ko cocok dengan kak kevin!" ucap ustadz A'ab melihat kakak iparnya itu begitu gugup.
" gila, baru ini pertama kalinya gue ngerasain kaya gini adek ustadz, !" ucap kevin dengan wajah gugup yang sangat ketara.
" ya sudah ayo masuk, pak Angga pasti sudah menunggu !"
Meski dengan ketegangan dan kegugupan yang amat sangat akhirnya kevin mampu mencairkan suasana. Seperti yang dikatakan adik iparnya ternyata pria bernama Angga itu sangat santai dan mampu menghilangkan kegugupannya.
" oh ya pak, mana putri ?" tanya ustadz A'ab setelah sedari tadi berbasa-basi.
" oh iya, sampai lupa kalau tujuan nak kevin kesini mau lihat anak gadisnya om, !" saking asiknya bercengkerama pak Angga sampai melupakan tujuan penting kevin bertamu malam ini." Al, panggilkan kakak !" titah angga pada putri bungsunya.
Pak Angga adalah seorang single parent dengan dua anak gadis bersamanya. Istrinya meninggal 3 tahun yang lalu karena terkena serangan jantung. Berbeda dengan putri bungsunya yang begitu friendly dan mudah bergaul dengan siapa saja, anak sulung yang bernama putri itu lebih pendiam dan pemalu. Tak banyak tahu dunia luar bahkan saat ditanya tentang kekasih putri malah meminta sang ayah untuk mencarikannya. Mengingat dirinya tumbuh di pesantren sejak kecil dan tak banyak mengenal kaum lelaki. Berbanding terbalik dengan adiknya Alya yang terus mati-matian menolak untuk dikirim ke pesantren karena ingin hidup bebas tanpa kekangan.
" Assalamualaikum!" sapa gadis berjilbab fanta itu dengan lembut.
" wa'alaikumussalam!"
" pak Aufa?" heran Alya melihat guru SMAnya itu bersama dengan orang yang akan di jodohkan dengan kakaknya.
" apa kabar Al ?" tanya ustadz A'ab pada muridnya yang sudah lulus itu.
" Baik ko pak, ko bapak bisa bersama dengan calon nya kak putri ?" Tanya Alya masih tak mengerti.
Sementara kevin yang sudah di sebut calon oleh Alya menjadi semakin salah tingkah. sesekali curi pandang pada gadis cantik yang ada di hadapannya.
" kak kevin ini kakak ipar saya, kakaknya laura !" jawab ustadz A'ab.
" pantesan wajahnya ga asing, ternyata kakaknya kak laura !" ucap Alya yang di angguki ustadz A'ab.
Angga sebenarnya meminta putri untuk mengajak kevin mengobrol berdua agar lebih akrab. Tapi putri menolak dan ingin semua dibicarakan di depan keluarga Kalau memang kevin serius. Baginya tak penting mengenal kevin terlalu dekat kalau belum menjadi suaminya. Apalagi yang membawa kevin adalah ustadz A'ab yang sudah dikenal baik olehnya. Ia yakin bahwa pilihan ustadz A'ab tentulah orang baik-baik.
" Bagaimana nak kevin ? apakah tertarik pada putrinya om ?" tanya Angga memastikan.
" wanita idaman banget om, he...!" jawab kevin cengengesan.
" kalau nak kevin sudah mantap dengan putri, bawalah orang tua nak kevin kesini , Insya Allah putri bersedia, iya kan ndhuk ?" ucap Angga pada anak gadisnya yang tak memberikan jawaban apapun kecuali menundukkan kepala dengan malu-malu.
" tapi anaknya om belum jawab, gimana kalau kevin di tolak pas kesini sama orang tuanya kevin ?" tanya kevin membuat orang di sampingnya mendengus kesal. Padahal sudah jelas-jelas kevin tahu kalau putri menerimanya.
" diamnya perempuan menandakan kalau dia setuju kak, kak kevin gimana mau apa ndak sama putri? kalau ndak mau biar tak carikan laki-laki lain buat putri !" ucap ustadz A'ab gemas mengingat malam sudah semakin larut tapi kakak iparnya itu terus saja berbasa-basi dengan pertanyaan konyol.
" jangan donk adek ustadz, udah kadung cinta ni !" sahut kevin segera membuat seisi ruangan tergelak melihat tingkah konyonya termasuk putri yang menyimpan tawanya.
" kakaknya kak laura bener dah ini !" tawa Alya yang memang sudah akrab dan tahu betul tentang laura.
" calon adek ipar udah akrab aja sama adek gue, awas aja ketularan gilanya kaya laura !" ucap kevin yang lagi-lagi mengundang tawa semua orang.
" ga beda jauh dari kakak !"
Pertemuan malam itu berjalan dengan sangat lancar. kevin yang tadinya sangat gugup justru bertingkah sangat konyol dan membuat suasana jadi tidak tegang seperti pertemuan keluarga pada umumnya. Putri yang pendiam dan pemalu pun sesekali ikut tertawa melihat guyonan dari laki-laki yang akan menjadi suaminya itu. Mungkin hidupnya akan lebih berwarna saat bersama kevin nanti pikir putri.