
Kevin telah menceritakan hasil pertemuannya dengan putri malam itu kepada Handika dan Ratih. Tentu itu membuat Handika dan Ratih shok tak percaya. Anak laki-laki seperti kevin yang bar-bar dan pecicilan, suka gandeng cewe sana sini tiba-tiba takhluk hanya dengan sebuah kata perjodohan apalagi dengan orang yang baru di temuinya sekali saja. Ditambah lagi kevin minta untuk segera dilamarkan gadis itu secepatnya karena ingin menikah bersamaan dengan kevan. Bukan tak mau Handika masih belum yakin, bagaimana kalau kevin mengecewakan gadis itu ? apa tidak malah akan merusak nama baik keluarganya.
" kak, pernikahan itu bukan hanya untuk sehari dua hari, apa kamu sudah benar-benar memikirkannya dengan matang ?" tanya Ratih lembut karena anak laki-lakinya itu tidak bisa di ajak bicara dengan keras sedikitpun.
" kevin memang bukan laki-laki yang baik ma, pa, tapi kevin ga pernah sekalipun mainin perasaan cewe yang dekat sama kevin, kevin hanya berteman dengan mereka, tapi saat bertemu putri perasaan kevin beda ma, pa, kevin yakin kalau kevin mencintainya pa, kevin janji akan berusaha menjadi suami yang baik untuk istri kevin nanti !" Dengan serius kevin mencoba meyakinkan kedua orang tuanya.
Kevin sadar bahwa dirinya belumlah bisa di katakan menjadi orang yang baik. Apalagi pergaulannya selama ini memang sangat berbeda dengan kevan yang hanya duduk diam dirumah dan dirumah sakit untuk bekerja saja. Tapi tak adakah kesempatan baginya untuk memperbaiki diri ?
" pa, ma, laura bukan membela kak kevin, tapi ketika niat baik seseorang itu karena ingin menjadi Hamba Allah yang lebih baik apa tidak pantas untuk di beri kesempatan? semua orang berhak menentukan pilihannya untuk menjadi lebih baik, dan kak Kevin juga mempunyai hak yang sama, oke lah kita tahu kak kevin sebelumnya seperti apa, tapi hari ini laura lihat betapa kesungguhan itu di matanya pa, ma, !" Laura yang dari tadi membersamai kevin dan melihat betapa kesungguhan kakak laki-lakinya itu berucap akhirnya angkat bicara.
Handika dan Ratih tak menampik apa yang di katakan anak perempuannya itu. Tapi dengan waktu yang begitu mendadak seperti ini apa iya mereka bisa menyiapkan pernikahan dua putranya sekaligus ? ditambah lagi ayah putri single parent, apa mereka tidak keberatan jika pernikahannya akan di lakukan dalam waktu sesingkat itu ?
" Jodoh mati rizky di tangan Allah pa, kalau memang Allah menakdirkan jodohnya kak kevin datang secepat dan sesingkat ini, maka Allah yang akan mempermudahnya, kita manusia hanya di tugaskan berikhtiar semampu kita tanpa meragukan apa yang sudah menjadi takdirnya !" ucap ustadz A'ab ikut membuka suara meyakinkan kedua mertuanya.
Setelah mendengar wejangan dari anak-anak dan menantunya akhirnya hati Handika dan Ratih luluh. Dan menurut permintaan kevin untuk segera menemui keluarga putri malam ini juga. Membuat kevin bisa bernafas lega dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada adik dan iparnya yang sudah membantu melancarkan semua niatnya.
" makasih adek ku sayang, makin sayang dech gue sama loe dek !" ujar kevin melayangkan kecupan di seluruh wajah sang adik.
" kalau gini aja loe baru sayang-sayang, biasanya nyebelinya minta ampun!" Gerutu laura mendorong tubuh sang kakak yang sedari tadi terus menempel padanya.
" itu karena elo yang mulai dek, ya udah dech kalau maknya ga mau, Ali aja yang dicium om kevin !" ucap kevin mencium pipi gembul yang ada di gendongan sang adik.
Hari itu semua orang tengah disibukkan untuk acara lamaran kevin malam nanti. kecuali laura yang lebih sibuk mengurus kedua buah hatinya. Semua harus berbagi tugas agar semua bisa berjalan dengan lancar. Sementara bu khomsah yang dari awal sudah berencana pulang hari ini juga tengah di antar sang anak ke bandara. ustadz A'ab tak bisa mengantar sampai ke surabaya mengingat agenda yang bertumpuk-tumpuk. Hanya do'a yang bisa di berikan untuk sang ibu agar selamat sampai tujuan.
" si kevin kenapa lamaran harus mendadak kek gini sih !" decak kevan mendaratkan tubuhnya di kasur tempat kedua keponakannya di baringkan oleh laura.
" emang udah waktunya kak, kak kevan kan juga mau nikah !" jawab laura santai.
" tapi ga semendadak ini juga kali dek, kan dia bisa nikah setelah gue, kenapa juga mesti bareng coba ?" protes kevan.
" perkara baik itu harus di segerakan, lagi pula kak kevin sudah cocok dengan mbak putri, kenapa harus nunggu lebih lama lagi ?" jawab laura membuat kevan semakin kesal.
Bukannya dia tidak suka saudara kembarnya menikah tapi kalau harus di hari yang sama dengannya bisa-bisa orang tuanya tidak bisa fokus mempersiapkan pernikahannya. "aarrrh, dasar kevin menyebalkan !" Gerutu kevan mengacak frustasi rambut pendeknya.
Sementara laura hanya menggeleng melihat tingkah kakaknya itu. Dan kembali fokus pada dua bayi menggemaskan yang ada di hadapannya.
Disisi lain kevin berusaha keras untuk mempersiapkan acara lamaran dan pernikahannya. Tak ingin terlalu membebankan kepada kedua orang tuanya karena harus juga mengurus pernikahan saudara kembarnya yang sudah direncanakan jauh hari. Kevin mengalah karena memang rencananya yang terlalu mendadak. Tak mungkin juga dia meminta tolong kepada adiknya, sedangkan kondisi laura saja belum pulih betul. Ditambah lagi harus mengurus kedua kurcacinya.
Pertama kali dalam hidup kevin di gertakan hatinya oleh seorang wanita. Bagaimana mungkin ia akan menunda hal yang seperti ini. Bukan kevin egois, ia hanya tak ingin menunda hal baik ini yang akhirnya jika terlalu lama malah akan menimbulkan maksiat hati dalam dirinya.