
Ijab qobul akhirnya terlaksana meski di awali dengan drama kolosial. setelah kedua mempelai pria selesai mengucapkan ijab qobul kedua mempelai wanitapun digiring keluar dari kamar untuk menemui pasangan masing-masing. untung saja kedua wanita itu tidak mengetahui apa yang terjadi sebelum kedua suami mereka melakukan ijab qobul. Kalau tahu mungkin bisa pingsan keduanya.
Dengan gemetar zahra mencium tangan kevan sesuai dengan intruksi dari penghulu. begitupun dengan kevan yang mencium kening zahra dengan lembut. Perasaan gugup dan gemetar itu masih ada dalam diri kevan. Mengingat ini baru pertama kalinya mereka bersentuhan meski telah lama menjalin kasih. begitupun dengan Zahra yang tak bisa mengatur detak jantungnya yang semakin tak menentu kala berada di dekat kevan.
Berbeda dengan kevan yang bermain halus dan menurut instruksi dari penghulu. Kevin langsung mengecup bibir sang istri begitu saja tanpa menunggu aba-aba membuat putri yang sedari tadi tertunduk malu langsung mendongak karena kaget dengan perlakuan sang suami. matanya membulat dan pipinya memerah seketika menatap orang yang telah menodai bibirnya untuk pertama kali.
" saya belum nyuruh buat nyium istri kamu loh !" ujar penghulu melihat tingkah kevin yang tak sabaran itu.
" kelamaan nunggu bapak nyuruh mah, lagian istri istri saya kenapa nyium aja nunggu instruksi dari bapak !" jawab kevin yang bisa di pastikan lah bagaimana ekspresi para tamu yang ada disana. Apalagi ekspresi wanita yang ada di depannya. sudah memerah seperti kepiting rebus. Namun tak dapat berkata apapun.
Sementara Handika, Ratih dan laura rasanya sudah tak punya muka selaku keluarga dari pengantin konyol itu. Masih bisa saja si kevin tak tahu situasi. bisa-bisanya disaat sakral seperti ini masih bertingkah sesuka hatinya.
" Astaghfirullah hal ' adziim, suka-suka loe lah kak, hidup-hidup loe !" dengus laura menepuk jidat tak habis pikir dengan tingkah kakaknya yang satu itu.
Laura lebih memilih pergi dan daripada menghampiri kedua anaknya daripada mati berdiri terus melihat tingkah konyol kakaknya yang tak tahu malu itu. Tak lupa laura menjawil sang suami yang dari tadi menjadi saksi nikah kedua kakaknya untuk ikut serta menemaninya menjemput si kembar. Lagi pula tugas mereka sudah selesai, laura sudah mengabulkan permintaan kedua kakak konyolnya untuk menemani mereka ijab qobul.
Setelah menyelesaikan segala administrasi pernikahan. Kedua pasang mempelai segera di arahkan ke pelaminan yang memang di desain khusus untuk keduanya menyambut para tamu undangan yang hadir. Wajah kevan dan kevin memang hampir sama persis tak ada beda. Namun dari cara mereka berdiri saja sudahlah pasti bisa di tebak. kevan yang cool dan kalem berdiri dengan santun menyambut para tamu undangan yang hadir dengan ramah. Secara kevan seorang dokter terhormat. Sementara kevin dengan gaya asiknya pecicilan sana sini, sesekali melayangkan guyonan kepada wanita di sampingnya yang wajahnya sudah memerah dari tadi lepas ijab qobul karena tingkah kevin. Secara kevin seorang seniman yang hidupnya tentu lebih asik dan berwarna.
Meski terlahir dari rahim dan hari yang sama sifat keduanya sangat bertolak belakang. Meskipun begitu mereka tetap enjoy dengan diri masing-masing. Begitupun dengan kedua orang tua mereka yang tak pernah mempermasalahkan sifat keduanya. Meski kadang suka gemas sendiri dengan tingkah kevin yang suka seenaknya. Karena bagi mereka setiap anak itu unik dengan kelebihan masing-masing.
" kering gigi loe vin, loe ga lihat wanita di samping loe aja mukanya udah kaya tomat malu sama tingkah loe !" cibir Aldo sahabat kevan dan kevin saat berada di pelaminan berniat mengucapkan selamat dan do'a kepada kedua pasang pengantin.
Sementara Aldo hanya mendengus kesal, masih saja sahabat SMAnya itu tak berubah dari jaman sekolah sampai saat ini sudah beristri seorang muslimah.
" rileks aja, aku ga gigit kog !" bisik kevin di telinga putri membuatnya semakin merinding geli. Ingin rasanya putri menjerit sekeras-kerasnya saking malunya ia dengan tingkah laki-laki yang beberapa saat lalu sudah sah menjadi suaminya itu. Tapi apalah daya putri ya tetap putri yang pemalu dan tak banyak bicara. Apalagi setelah mamanya meninggal rasanya tersenyumpun begitu sulit untuk di lakukan.
Para tetua yang melihat kebahagiaan kedua pasang pengantin itupun ikut merasa bahagia.Terlebih Angga yang menjadi ayah sekaligus ibu bagi anak perempuannya itu merasa sangat bersyukur putri telah menemukan pasangan hidup yang cocok menurutnya. Dari awal kedatangan kevin memang Angga sudah tertarik, karena pria seperti kevinlah yang mungkin bisa mewarnai hidup anak sulungnya yang terlalu tertutup dan pendiam itu. Nyatanya benar, kevin mampu menciptakan senyum bahkan tawa di bibir anak sulungnya itu.
Sementara itu laura dan suami lebih memilih mengawasi kebahagiaan kedua kakak kembarnya itu dari jauh bersama kedua kurcaci menggemaskan mereka. Daripada mendekat, laura akan lebih naik darah melihat tingkah kevin yang membuatnya merasa tak punya muka sebagai seorang adik.
" kak kevin emang gila, masih sempat-sempatnya bertingkah konyol di saat penting seperti ini!" Gerutu laura yang masih sangat kesal jika mengingat tingkah konyol kakaknya itu.
" Bener-bener ga bisa bayangin aku gimana nasip kak putri punya suami kek gitu !" sahut Alya yang tiba-tiba duduk bergabung bersama dengan laura dan suami.
" cocok lagi kak kevin sama putri, saling melengkapi, satu pendiam satu ga bisa diam !" sahut ustadz A'ab ikut membuka suara.
" pak Aufa bener, kak putri itu emang susah banget ngomong, sama aku aja jarang banget, apalagi buat senyum, bah susah banget semenjak mama meninggal, tapi kayaknya kak kevin bisa balikin senyumnya kak putri kaya dulu lagi dech !" ucap Alya menyingsingkan senyum manis berharap akan kebahagiaan sang kakak.
" Dan si kevin, apapun yang dikatakan akan mengundang lelucon, jadi mereka pasangan yang pas !" ucap laura dengan tawanya disusul Alya dan juga ustadz A'ab.
Pernikahan konyol twins senior berjalan dengan lancar. Meski keluarga Handika harus berpura-pura tak tahu malu di depan para tamu undangan gara-gara tingkah kevin. Setidaknya tugas Handika untuk mengantarkan anak-anaknya menikah telah usai hari itu juga tepat saat kedua putra kembarnya telah melaksanakan ijab qobul di depan penghulu dan para saksi. Kini yang bisa di lakukan Handika hanyalah mendoakan keberkahan dan juha kebahagiaan untuk kehidupan anak-anaknya.