Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
luka luar dalam



Aisyah masih juga belum menampakkan wajahnya semenjak berita perjodohannya menyebar luas di kalangan para santri. Fitri masih tak habis pikir lagi dengan sahabatnya yang satu itu. Apa mungkin selama ini dia sengaja menyembunyikan semua ini darinya dan laura karena mengetahuinya dari awal. Dan mungkin juga memang dia memendam rasa dengan ustadz A'ab sejak lama mengingat mereka tumbuh bersama sejak kecil. Tapi apa seperti imi caranya ? diam-diam ada berita perjodohan yang menghebohkan, dan menyakiti perasaan sahabatnya yang lain.


" ra, ikut aku yuk !" ajak fitri pada laura yang seperti biasa berpegangan pada buku tebal yang dengan setia menemaninya.


karena merasa terganggu dengan kehadiran ustadz fauzy yang hampir setiap harinya menemuinya di dalam perpus, laura memilih menghabiskan waktunya untuk membaca buku di kamar. jika ia merasa terganggu akan segera di tutup telinga itu dengan menggunakan kapas dan dia bisa kembali fokus untuk membaca.


"ra,.....!" teriak fitri mengingat sahabatnya itu tak juga bergeming.


" kemana ?" akhirnya laura membuka suara.


" ke apotik, beli perlengkapan kesehatan !" jawab fitri.


" ajak yang lain aja lah fit, aku males !" ujar laura kembali fokus pada bukunya.


" ayolah ra, biar ga bosen di pesantren terus !" pinta fitri.


" ck, ya udah dech gue temenin !" decak laura beranjak dari duduknya dengan malas.


" gitu donk, yo wes tak tunggu di bawah !" ujar fitri girang.


Bukan apa, ini semua di lakukan fitri untuk memberikan hiburan pada sahabatnya itu. mungkin suasana berbeda bisa membuat hatinya merasa lebih baik.


Laura menuruni anak tangga dengan malas, tampak disana fitri sudah cengar cengir menungunya.


"ayo ra, mlaku( jalan kaki) yo deket kog !" ajak fitri dengan semangat.


tanpa merespon laura hanya mengekor dengan malas. sepanjang perjalanan menuju apotek yang jaraknya hanya beberapa rumah dari kompleks pesantren, fitri terus berceloteh yang menurutnya menarik dan lucu untuk menghibur laura. Meskipun tak banyak respon yang di berikan hanya sesekali tersenyum dan decakan. Tapi fitri tak menyerah ia terus bercerita sepanjang jalan hingga saat sampai di trotoar jalan seberang pesantren, tepatnya di depan apotik yang di tuju sebuah suara dentuman keras mengalihkan celotehannya.


Siiiitttttt,,.......Braakkkkkkk.......


Tubuh fitri terpaku melihat kenyataan itu. orang yang dikira masih berada di samping mendengarkan celotehannya ternyata sudah tidak ada di sampingnya lagi. Lidahnya kelu, tubuhnya saat ini tengah gemetar melihat orang yang sedari tadi dikira mendengar celotehannya saat ini tergeletak di tengah jalan dengan penuh darah di sekujur tubuhnya.


La...u...ra...!" gemetar bibir fitri berucap namun kakinya masih tak dapat untuk sekedar di langkahkan menuju tubuh penuh darah di ujung sana.


Disisi lain, seorang pria dengan gagah mendekap tubuh laura yang sudah penuh dengan darah. Matanya sudah terpejam tak menandakan kehidupan. Tapi nadinya masih berdenyut setidaknya itu masih bisa menjadi harapan untuk laura terselamatkan.


"zy, ini kunci mobilku, tolong bawa kesini terlalu lama jika kita menunggu ambulan untuk datang, rumah sakit jauh !" perintahnya pada sahabat yang kebetulan saat itu tengah bersamanya.


Dengan tanpa berfikir ustadz Fauzy langsung menurut apa yang di perintahkan ustadz A'ab. Sedangkan ustadz A'ab tak henti mengucapkan do'a di mulutnya untuk keselamatan laura. Fitri masih terpaku di pinggir jalan tanpa bisa berkata apapun.


Tak lama ustadz Fauzy datang dengan membawa mobil ustadz A'ab seperti yang di perintahkan. Dan dengan segera di angkat tubuh mungil penuh darah itu masuk kedalam mobil. fitri yang masih terpaku di mulut jalan di tarik ustadz fauzi masuk kedalam mobil.


ya Allah selamatkanlah dia, aku bahkan belum sempat mengutarakan maksudku padanya, Allah selamatkan dia,...


Sepanjang perjalanan tak hentinya mulut ustadz A'ab membisikan do'a. Dan itu tak luput dari perhatian fitri dan ustadz fauzi yang berada di jok depan. sedangkan posisi ustadz A'ab sendiri di jok belakang dengan memangku tubuh laura yang sudah penuh dengan darah.


Aku tau kamu pasti kuat, kamu adalah gadis yang kuat, jadi bertahanlah....


Beberapa bulir air mata nampak jatuh di pelupuk mata indahnya. Dan itu jelas merupakan pemandangan yang langka bagi fitri dan ustadz fauzy.


Sedangkan fitri terus merutuki dirinya sendiri merasa bersalah akan kejadian ini. Dia yang meminta di antar keluar oleh laura, dia yang lalai dalam menjaga laura. membiarkan laura melamun di jalanan sampai akhirnya tertabrak mobil dan terluka seperti saat ini. tak dapat mengobati luka dalam hati laura justru menambah luka di luar hati laura.


Maafkan aku ra, aku yang memaksamu pergi dengan alasan ingin menyembuhkan lukamu, tapi justru aku membuatmu terluka luar dalam seperti ini...sesal fitri.


Mobil terus melaju sekencang kencangnya menuju rumah sakit dan dalam waktu yang tak lama akhirnya rombongan mereka berhasil sampai di rumah sakit. Dengan segera ustadz fauzy membukakan pintu dan ustadz A'ab segera membawa tubuh laura berlari menuju kedalam rumah sakit. Pihak rumah sakit yang melihat kejadian itupun segera melakukan penanganan yang terbaik dengan membawa laura ke ruang IGD.


Setelah laura masuk kedalam ruang IGD dan tangani oleh dokter ahli, kini di luar hanya tinggal 3 orang yang tadi membawanya berdiam diri menunggu bagaimana hasil penanganan laura. Fitri masih saja terdiam dan merutuki dirinya, sedangkan kedua orang lainya tampak tertunduk frustasi namun tak henti melantunkan do'a dari mulutnya.


Brukk....


Entah apa yang tengah merasukinya, ustadz fauzy yang dari tadi terdiam sama seperti kedua orang lainnya tiba-tiba saja melayangkan pukulan pada orang yang ada di sampingnya.


" Astagfirullah hal adziiim, ustadz ada apa ?" fitri terkaget melihat kejadian itu.


brukkk....


tanpa menjawab pertanyaan fitri pukulan kedua kembali di layangkan membuat fitri semakin tak mengerti. begitupun dengan korban pukulan, yang sebenarnya sama tidak mengerti nya tapi membiarkan sang sahabat itu lebih dulu meluapkan amarahnya.


" kamu tahu aku mencintainya sejak dulu ab, tapi perlakuanmu tatapanmu kepadanya hari ini sepertinya itu lebih dari perasaanku padanya, maksud kamu apa ab ? kamu bilang kamu ga tertarik padanya ? tapi tadi ,.... ach....!" ustadz fauzy meluapkan emosinya dengan frustasi.


" aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak tertarik padanya zy, coba kamu ingat lagi !" ustadz A'ab menjawab dengan santai dan bangkit dari tempatnya tersungkur akibat pukulan yang cukup keras dari sang sahabat.


" tapi kamu selalu diam saja saat aku bercerita tentangnya ab, kamu membuatku terlihat seperti orang bodoh !"


" lalu apa yang harusnya aku lakukan saat kamu bercerita ? bagiku perasaanku tak perlu ada yang tahu, biar itu menjadi rahasiaku dan Allah saja !"


" kamu memang benar-benar munafik ab, lalu bagaimana dengan perjodohanmu dengan neng ais ?"


" perjodohan ? perjodohan apa maksudmu zy ?" ustadz A'ab semakin tak mengerti arah yang di bicarakan sahabatnya itu.


Fitripun terkaget ketika ustadz A'ab justru balik bertanya tentang kabar perjodohannya dengan aisyah.


" Halah, sudahlah ab, semua orang sudah tahu kalau kamu dan neng ais itu di jodohkan oleh abah, kamu masih saja pura-pura! " geram fauzy


" Astagfirullah hal adziiim, selama dua minggu ini aku tidak ada di pesantren zy, baru kembali 2 hari lalu dan kamu tahu itu, dan tentang perjodohan yang kamu bilang itu, abah sama sekali belum membicarakannya padaku !" terang ustadz A'ab dan fitri mulai mengerti apa yang tengah mereka bicarakan.


" jadi ustadz belum tahu ?" tanya fitri menyahuti perdebatan kedua orang itu dan hanya di jawab sebuah gelengan oleh ustadz A'ab.


" lalu bagaimana perasaan ustadz dengan neng ais ?" tanya fitri lagi.


" hemh,...aku dan neng ais tumbuh bersama sejak kecil dengan asuhan abah, jadi aku menyayangi neng ais sebagai adikku sendiri !" terang ustadz A'ab serius dan di angguki fitri.


Setidaknya ada sebuah kelegaan dalam hati fitri, masih ada harapan untuk memulihkan hati laura yang telah patah.


" JADI.....