Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Berita perjodohan



Jum'at mubarrak, hari bebas para santri dari semua aktivitasnya kecuali kerja bakti membersihkan asrama dan setelah itu bisa bersantai ria dengan teman terkasih masing-masing.


Berita tentang perjodohan aisyah menyebar begitu cepat di kalangan para santri. Memang laura dan fitri merasa aneh dengan tingkah aisyah yang akhir-akhir ini jarang sekali menemui mereka keasrama. Ternyata berita ini yang membuatnya menghindar, berita tentang perjodohannya.


perjodohan sudah menjadi adat yang mendarah daging bagi anggota keluarga kyai. Tinggal beberapa bulan lagi aisyah akan lulus sekolah dan keluarga ndalem sudah menyiapkan jodoh untuk putri bungsungnya yang sudah ramai di bicarakan di kalangan para santri.


" jahat banget yo ra neng ais, gak cerita ke kita kalau dia udah di jodohin !" gumam fitri pada laura yang masih setia dengan buku tebal di tangannya.


" aisyah di jodohin ? sama siapa ?" tanya laura kaget karena baru mendengarnya.


" makane, ojo nang perpus wae ra !" cibir fitri dengan satu jitakan di kening laura.


" emang bener aisyah di jodohin fit ? sama siapa ?" tanya laura lagi tak peduli cibiran fitri.


Fitri mengangkat kedua bahu mengisyaratkan ketidak tahuannya.


" loh kalian belum tahu toh, neng ais kan di jodohkan dengan ustadz A'ab! " sahut arum yang baru saja memasuki kamar dan mendengar apa yang di bicarakan kedua orang itu.


deg...


Rasanya sakit, sakit dan sesak begitulah kira-kira yang di rasakan laura mendengar ucapan sari itu membuatnya tertegun beberapa saat untuk menetralkan rasa sakitnya.


" sama ustadz A'ab ?" kaget fitri membulatkan bola matanya.


" kalian ini temenan sama neng ais kog tambah ndak tau toh, !" ujar arum kembali beranjak meninggalkan kedua orang itu.


Berita itu seolah menjadi tamparan bagi laura.Tanpa di sadari pipi lembut laura telah basah dengan air mata. entah sejak kapan air itu keluar, air itu sudah semakin deras membasahi pipi laura. Fitri yang menyadari hal itu langsung mendekap tubuh sahabatnya.


" ra, kamu ndak papa toh ?" tanya fitri.


Sebenarnya fitri sudah menduga sejak awal kalau laura memang memiliki rasa pada ustadz tampan itu. Tapi yang membuat fitri heran adalah perasaan sang ustadz, yang fitri tahu tatapan ustadz A'ab ke laura juga menunjukan hal yang sama. tapi kenapa malah hari ini dia memilih aisyah untuk menjadi jodohnya. Dan aisyah sejak kapan dia tahu akan perjodohan itu ? apa dia juga tak bisa membaca bagaimana hati laura selama hampir 3 tahun ini ?


Ya Allah aku tahu semua atas kehendakMu tapi mengapa rasanya sesakit ini mendengar bahwa dia bukan jodohku ?


" sabar ya ra, Insya Allah Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untukmu !" ujar fitri mencoba memberi semangat sahabatnya itu.


" rasanya sakit fit, sakit....!" laura semakin tak dapat mengendalikan perasaannya.


Fitri dapat merasakan betul apa yang di rasakan laura dari getaran tubuhnya saat ini. memang tak ada yang dapat di lakukan fitri, tapi setidaknya pelukan yang di berikan bisa sedikit membuat hati laura jauh lebih baik.


" apa aku salah karena terlalu berharap ya fit ? sampai dadaku sesesak ini mendengar berita itu ?" laura terus merutuki dirinya dengan air mata yang tak juga surut.


Beruntung tak ada seorangpun di kamar kecuali mereka berdua saat itu. jadi dengan leluasa laura bisa meluapkan isi hatinya kepada fitri.


" wudlu o ra, sholat dhuha terus baca Al Qur'an biar hatimu tenang, aku ndak bisa bantu apa apa selain memberimu semangat dan do'a !" fitri membelai lembut punggung sang sahabat yang masih dalam dekapannya.


Laura menarik nafas dalam-dalam dan mengusap air matanya dengan kasar lalu berjalan menuju kamar mandi menurut perintah fitri. Fitri benar, disaat yang seperti sekarang ini hanya Tuhanya lah yang bisa memberikan solusi untuk laura.


Setelah melaksanakan sholat dhuha 8 rokaat laura mengambil mushaf kecil berwarna merah jambu miliknya dan membaca surat Ar Rahman dan dilanjut dengan surat Al Kahfi. surat Ar Rohman adalah surat yang rutin di baca laura setiap hari berharap ia akan menjadi orang yang selalu mendapat belas kasih sayang dari Allah SWT. sedangkan surat Al Kahfi selalu ia baca setiap hari jum'at.


ya Allah jika memang dia bukan jodohku, maka berikanlah jodoh terbaik untuknya, berilah ke ikhlasan hatiku untuk menerimanya,


tetapkanlah imanku pada Mu ya Allah


jangan biarkan hamba larut dalam dosa mengagumi makhluk ciptaanMu,


Ampuni aku ya Allah, ampuni aku*....


Do'a panjang laura di tengah sujudnya. Matanya masih sembab dan berair tapi setidaknya setelah do'a itu terucap ada sebuah kelegaan dalam hatinya.


Melihat laura yang terbiasa ceria dan cengengesan mendadak murung seperti ini membuat fitri juga terenyuh. Di dalam hatinya ingin sekali air matanya menetes, tapi ia harus berusaha kuat untuk laura. setidaknya ketika ia di samping laura ia bisa meskipun hanya sekedar memberikan semangat pada laura.


" sudah lega kan ?" tanya fitri setelah laura melepas mukena yang di kenakan.


" makasih ya fit, !" ujar laura dengan seulas senyum yang di paksakan.


" ojo sedih ya ra, ada aku yang selalu disini !" hibur fitri.


" aaaa,...ternyata fitri so sweet banget! " laura memeluk tubuh sahabatnya dengan erat.


Bersyukur bisa mengenal sahabat yang sudah rasa saudara seperti fitri di tempat yang tak punya siapa-siapa ini.


" wes ra, jelek tuh kalo hidungmu kayak tomat gitu !" ujar fitri yang mulai mengeluarkan jurus konyolnya.


" biarin, !" jawab laura cuek.


" nanti reza gak naksir lagi kalo hidungmu kaya gitu ,...!" ledek fitri berharap ledekan itu akan sedikit menghibur laura.


" baguslah...!" jawab laura masih cuek.


" jangan terlalu benci kamu ra, awas kalau suatu saat kamu bakal naksir !"


" jangan suka njodoh njodohin, awas kalau kamu yang malah naksir !" Laura mulai tertarik menyahuti guyonan fitri meskipun hatinya masih begitu sakit.


" idich....amit amit...!" fitri bergidik ngeri dan ekspresi itu sukses mebuat laura terkekeh meskipun tak berlangsung lama dan wajahnya kembali murung.


Sepertinya sakit itu tak bisa dengan mudah hilang begitu saja. Bagaimanapun meski tak di ungkapkan perasaan itu nyata adanya dalam hati laura. di tambah lagi ketika melihat ustadz A'ab yang beberapa kali menunjukan simpatinya terhadap dirinya membuat laura semakin berharap. Namun kenyataan ini memang tak pernah terprogram dalam otak laura sebelumnya. Kenyataan bahwa belum tentu orang yang tertulis dihati juga tertulis di lauhil mahfudz.


" tapi bener gak sih kalau ustadz A'ab yang di jodohkan dengan neng ais ? apa mungkin itu hanya hoax ? neng ais kog gak pernah cerita gitu lo sama kita !" ujar fitri kemudian membuat air mata laura yang tadinya sudah berhenti kembali mengalir.


" aisyah pantas kog untuk ustadz A'ab, aisyah cantik pinter sholihah sangat serasi bukan dengan ustadz A'ab !" ujar laura menghibur diri mencoba setegar mungkin.


" maaf ra, aku ga maksud...


" aku tahu fit, udahlah lupakan....


Dan suasana kembali hening, fitri merasa bersalah karena mengingatkan laura dengan kata-kata yang baru saja membuatnya sensitif itu. tapi mau bagaimana lagi, mulutnya tidak bisa di rem.