Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Menunggumu



Laura masih menjadi orang tang sama sejak pulang ke Jakarta 2 hari yang lalu. Hanya suka diam membaca buku dan mushaf. Layangan pertanyaan dan gurauan dari lolita dan rania hanya di tanggapi dengan jawaban singkat dan ekspresi yang minim.


Seperti halnya sore ini, laura memilih duduk di dekat kolam renang di atas kursi rodanya. sementara Rania dan Lolita yang setia menjaganya hanya mengawasi dari kejauhan. Dekatpun percuma, karena laura hanya akan fokus pada apa yang di bawa dan di baca.


" Ga tahan gue lihat laura yang kaya gitu ran, kasian banget !" ujar lolita menatap sendu ke arah sahabatnya.


" sama lol, lo kan tahu bagaimana pecicilnnya dia sejak kecil, dan sekarang dia dingin seperti es datar tanpa ekspresi !" sahut rania menanggapi.


" Gimana kalau kita undang kak Andra and the geng kesini ? usul Lolita semangat.


" setuju !" sahut rania.


Laura biasanya paling berekspresi saat bertemu kedua teman andra yang super duper jail kepadanya sejak SMP. Karena itulah ide itu muncul di kepala Lolita. Kalaupun tak bisa membuat laura tersenyum, ekspresi kesal tak apa yang penting tidak datar saja seperti saat ini.


Kedua orang itu segera menghubungi satu persatu orang yang di maksud. Dan tak lama ketiganya telah sampai di kediaman laura.


" Hi girl, mana laura ? kata nyokapnya tadi disini sama loe berdua !" sapa Bagas yang seperti biasa selalu menggemparkan.


" noh...!" lolita menunjuk kearah dimana laura berada dengan dagu.


" loh, kog dia pake kursi roda ? emang kenapa ?" tanya bagas, Raihan dan andra tak kalah penasaran.


Andra sudah sangat lama tak dapat menghubungi laura. Karena sepertinya laura sengaja menghindarinya, namun itu tak juga menyurutkan perasaan andra. Dan saat ini hatinya seperti sangat sakit menemukan laura dalam keadaan seperti ini.


" laura habis kecelakaan, Dokter bilang kemungkinan untuk bisa jalan minim, tapi om handika bilang mau bawa laura berobat di Amerika! " terang Rania panjang kali lebar.


"Kapan ?" Andra yang kali ini membuka suara antusias.


" sebulan lalu, dan jadinya kaya patung gitu, tanpa ekspresi !" celetuk lolita meskipun sebenarnya juga merasa sedih dengan keadaan laura.


" kapan dia ke Amerika maksud gue ?" Andra memperjelas pertanyaannya.


" makanya nanya itu yang jelas, !" cibir Raihan yang hanya di tanggapi dengan lirikan oleh Andra.


" minggu depan! " jawab Rania lesu mengingat baru saja bertemu harus sudah akan di tinggal lagi oleh laura.


Andra meminta izin untuk menemui laura tanpa ada gangguan kedua orang sahabatnya ataupun sahabat laura. Ada hal yang selama ini tertahan tak dapat di ungkapkan andra karena laura yang selalu berusaha menjauh bahkan saat liburan tiba.


" Assalamualaikum ustadzah cantik !" sapaan Andra semenjak laura menjadi santri.


" wa'alaikumussalam! " jawab laura.


" apa kabar cantik ?" tanya Andra.


" Alhamdulillah,...!"


masih sama laura hanya berbicara dengan jawaban singkat tanpa ekspresi.


"ra,...


kini laura menoleh orang yang sudah memposisikan duduk di depan kursi rodanya.


" apakah sakit ?" tanya Andra


" kamu juga kenyataan, meskipun seperti mimpi dalam hidupku,....


Pria ini masih saja orang yang sama, kenapa begitu sulit melupakanku dari kepalanya,...


" Kamu bukan hanya ada di kepalaku ra, tapi memenuhi hati dan pikiranku,....!" ujar Andra yang seolah mendengar bisik hati laura.


Hah ? apa dia mendengarnya ? dia bisa membaca pikiranku ?


" kalau itu sakit, Andai aku bisa aku pasti akan menukarnya denganku ra,,.....!" Andra terus berucap meski tak ada sahutan Hanya tatapan hampa yang di tunjukan laura.


Lebih sakit rindu tahu, rindu pada orang yang tak pernah bisa kita miliki,.....


" Rindu memang menyakitkan, menahan rindu hampir 3 tahun kamu acuhkan sangat sakit, itulah kenapa aku yakin bisa menggantikan posismu saat ini !"


Sotoy banget, emang dia bener-bener bisa baca pikiranku,?


" Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan, karena separuh Hidupku ku janjikan untukmu !"


Tanpa sadar laura mengrenyitkan kening, mulai berekspresi karena gombalan, eits apa ya itu namanya ? ya, anggap gombalan sajalah meskipun Andra tidak sedang berniat menggombal saat itu.


" cieee, Baper aku tuh...!" sahut lolita yang sudah tak tahan membiarkan kedua orang itu berduaan.


" Baper tingkat dewa akunya beb !" imbuh rania yang mulai di tanggapi delikan tajam oleh laura.


" ck, loe semua kenapa udah kesini sih, ga bisa apa biarin gue lepasin rindu gue dulu !" decak Andra kesal.


pletak...pletek


dua jitakan sekaligus mendarat di kepala Andra ulah siapa lagi kalau bukan Raihan dan bagas. Kedua orang yang paling semangat menggoda laura kapanpun di pertemukan.


" loe pikir dunia milik loe doang apa, gue juga kangen tau sama yayang laura !" ujar Raihan mencebikkan bibir.


" tau, loe pikir kita di undang kesini cuma buat nonton gombalan loe yang ngga mutu itu !" imbuh Bagas.


" tunggu-tunggu,....kalian bilang di undang ? ini kan rumah gue, ngga ada gue ngundang bocah rusuh kaya loe berdua !" Laura yang sejak tadi sudah gemas tak dapat menahan untuk jadi diam lagi dan itu sukses membuat rasa bahagia di hati lolita dan rania yang selama 3 hari ini hanya menunggui sahabatnya yang tanpa ekspresi.


" Rusuh rusuh gini tampang gue kaya lee mi ho dek, asal loe tahu...!" ujar bagas percaya diri.


pletak


satu jitakan mendarat di kepala Bagas, kali ini balasan dari Andra yang di sertai kekehan semua orang yang ada disana.


" Lee min ho masak ada yang model jawa kaya loe kak, butuh berapa karat tepung untuk nambal tu muka, hahaha....!" lolita menimpali disusul gelak tawa semua orang yang ada disana. tak terkecuali laura yang semenjak pulang dari surabaya dua hari lalu hanya diam tanpa ekspresi.


Rasanya laura memang harus berdamai dengan keadaan ini. menutup diri dengan diam bukan solusi untuk masalahnya saat ini. Justru akan membuatnya semakin hancur dan terpuruk oleh keadaan.


*Makasih lol, ran, sudah menyadarkanku dari keegoisan ini, Takdir bukan untuk di sesali, maafkan untuk dua hari yang telah berlalu, aku sangat merindukan kalian....


( Terima kasih untuk dukungannya para pembaca😍, terima kasih yang sudah ngasih like n vote, mohon maaf author amatiran 😂, jadi ceritanya ngalor ngidul* )