Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Hari pertama kerja



Hari pertama ustadz A'ab mengajar di Jakarta. Dengan wanti-wanti laura sudah memperingati suaminya untuk tidak genit dengan siswa perempuannya. Bahkan dengan berbagai ancaman membuat sang suami terkekeh dengan keposesifan itu. padahal di usianya yang sudah berkepala 3 apa iya ada gadis SMA yang akan tertarik. Namun tetap saja namanya laura tidak main-main dengan ucapannya.


" awas aja kalau sampai macem-macem !" tegas laura memperingati.


" sendiko dawuh tuan putri !" ustadz A'ab merendah berpura-pura tunduk pada sang istri dan itu tentu membuat laura merasa malu.


" apa sih, nyebelin banget!" ujar laura memukul kecil dada sang suami karena malu.


" Baiklah tuan putri, aku berangkat dulu ya ndak enak hari pertama kerja masak udah telat !" ujar Ustadz A'ab membelai lembut kepala.


" Ingat aku disini mencintaimu, jangan kegenitan !" lagi-lagi laura memperingati.


" Bawel dech, ya udah aku berangkat dulu, Assalamualaikum!" pamit ustadz A'ab tak lupa mencium kening sang istri sebelum berlalu menaiki motor maticnya.


" wa'alaikumussalam !"


Setelah kepergian suami rumah kembali sepi. Bahkan disini tak ada televisi untuk mengusir kebosanannya. Bersih-bersih juga telah dilaksanakan pagi tadi bersama dengan sang suami sebelum berangkat kerja. Pilihan satu-satunya yang bisa menjadi liburannya adalah ponsel pinky miliknya. Baru saja akan di saut, benda pipih itu lebih dulu berbunyi. sebuah panggilan dari Aisyah.


" Assalamualaikum ra !" salam aisyah dari ujung sana.


" wa'alaikumussalam syah, apa kabar ?" balas laura.


" Alhamdulillah aku baik ra, ada kabar gembira ra fitri sudah melahirkan !" ujar aisyah.


" Alhamdulillah, kapan syah ?"


" shubuh tadi ra, anak nya cowok !"


" kamu sekarang disana ? bisa ngomong sama fitri ?"


" fitri belum sadar ra, masih dalam pengaruh obat bius!"


" ok, nanti VC ya kalau fitri udah sadar aku pengen liat anaknya kaya fitri apa reza !" Laura terkekeh membayangkan wajah anak nya fitri.


Berita kelahiran anak pertama fitri dan reza membuat laura semakin menginginkan untuk segera menyusul mereka. Berharap akan segera mendapat amanah yang sama sebagai wanita yang sudah menikah.


Sementara itu di sekolah pesona ustadz A'ab memang tak di ragukan lagi. Wajah datar dan coolnya tetap menjadi sorotan. Meski usia sudah berkepala 3 tak sedikit gadis SMA yang tebar pesona kepadanya. Tak terkecuali seorang guru Matematika yang masih single yang juga telah jatuh hati sejak pertama kali ustadz A'ab menyurvey ke Bhakti negara bersama sang mertua hari itu.


" Bapak lulusan kairo ya ?" tanya Bu Angel guru matematika SMA Bhakti Negara.


" Bukan bu, saya dari surabaya, bisa sekolah saja sudah Alhamdulillah !" jawab ustadz A'ab sesopan mungkin.


" Tapi bapak pintar sekali bahasa arabnya !" puji bu Angel


kaya pernah lihat aku pakai bahasa arab aja. batin ustadz A'ab


" ibu bisa saja, biasa saja ko bu !" jawab ustadz A'ab masih sesopan mungkin.


" Bapak ko bisa sampai jakarta ? apa bapak merantau?" tanya Bu angel lagi.


" iya bu, saya merantau ikut istri saya !" jawab ustadz A'ab.


Jadi dia sudah punya istri ? hmhh, tak kira masih jomblo, wajahnya imut banget sih, batin bu Angel


" wa...wa'alaikumussalam !"


Ustadz A'ab bergegas menuju ke kelas dimana ia akan mengajar. segera menghindar dari kegenitan bu Angel yang menurutnya sangat aneh itu. Apalagi teringat akan pesan sang istri pagi tadi. Ternyata benar, sekolah di kota banyak orang genit.


Astaghfirullah hal 'adziim, pagi-pagi sudah ada ulat bulu. batin ustadz A'ab bergidik ngeri.


Pelajaran pertamanya pagi ini adalah kelas XII IPA yang ternyata satu kelas lebih di dominasi kaum wanita. sedangkan laki-lakinya hanya beberapa saja. Saat ustadz A'ab memasuki kelas, kelas yang tadi gaduh mendadak sunyi. para gadis remaja itu melongo melihat sosok guru baru yang ada di hadapannya.


" wich, cakep !" gumam salah satu siswa


" ganteng!" gumam yang lain lagi.


Dan Masih banyak lagi lontaran yang di ungkapkan para gadis remaja itu pada sang guru baru. sedangkan kaum minoritas hanya mendengus melihat tingkah teman-teman gadis sekelasnya itu.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh !" salam ustadz A'ab membungkam semua celotehan para gadis di kelas itu.


" wa'alaikumussalam!"


" Anak-anak perkenalkan nama saya Abdurrahman Al aufa, biasa di panggil A'ab , semoga kita bisa bekerja sama untuk pembelajaran yang lebih baik, !" ujar Ustadz A'ab memperkenalkan diri dengan ramah.


" Boleh ga pak kita panggil pak Aufa, biar beda gitu pak ?" celetuk salah seorang siswa.


" kedengarannya menarik, ok baiklah !" jawab ustadz A'ab santai.


" Bapak rumahnya dimana ?" tanya seorang siswa lagi.


" Beberapa gang dari sini, saya tinggal bersama istri saya disana barang kali mau mampir !" jawab ustadz A'ab .


" yah, patah hati dech kita pak, ternyata bapak udah beristri !" celetuk salah seorang siswa lagi dengan berpura-pura memegang dadanya seolah benar-benar sakit.


Ustadz A'ab hanya terkekeh mendengar ocehan para muridnya itu. Bagaimana mungkin ia akan tertarik pada gadis lain. sementara dirumah ada wanita cantik yang selalu menunggunya.


" istriku sangat cantik dan baik!" ujar Ustadz A'ab membuat para gadis remaja itu bersorak ira mendengar ke romantisan guru barunya itu pada sang istri.


Sesuai dengan yang di prediksikan oleh sang istri. ternyata gadis kota lebih agresif dan keganjenan. Tapi tentu saja itu tak berpengaruh padanya, bagaimanapun laura adalah satu-satunya dalam hatinya.


Usai pelajaran banyak juga siswa yang meminta nomor ponsel pada ustadz A'ab meski tahu ustadz ganteng itu sudah beristri. dengan alasan ingin tanya pelajaran dan lain sebagainya.


Hari yang melelahkan, setelah membereskan semua barang-barangnya ustadz A'ab bergegas pulang karena ada seorang yang dirindukan yang tengah menantinya di rumah. Tak sabar ingin menceritakan keseruan hari pertamanya bekerja. ia sudah tak sabar membayangkan bagaimana wajah cemberut sang istri yang menggemaskan saat tahu ceritanya nanti.


" mau pulang pak ?" tanya Bu Angel yang selalu membuat ustadz A'ab menjadi risi.


" iya bu, istri saya sudah menunggu !" jawab ustadz A'ab membuat bu Angel mendengus.


Istri lagi, istri lagi, secantik apa sih istrinya ?"batin bu Angel


" Baiklah bu, Assalamualaikum!" pamit ustadz A'ab


" wa'alaikumussalam,!" jawab Bu Angel.


Siapa yang tak iri dengan keromantisan ustadz yang satu itu. Menjaga diri dari gadis manapun dan tetap mengingat sang istri dimanapun berada.