Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
Formasi lengkap



Pagi yang indah bagi sepasang pengantin baru yang masih hangat-hangatnya. Masih terngiang bagaimana nikmatnya memadu kasih dengan pasangan halal masing-masing semalam. Hari ini kedua pasangan itu berencana untuk bertolak kerumah keluarga sang papa mumpung laura dan si kembar belum kembali kerumah mereka. kevin meminta putri untuk segera mengemasi barang-barangnya. karena mulai malam ini dan seterusnya mereka akan tinggal dirumah papa Handika dan mama Ratih sesuai dengan kesepakatan awal.


" Sayang, aku laper !" rengek kevin pada sang istri yang tengah sibuk mengemasi barang-barangnya.


" kak kevin makan duluan dech, nanti aku nyusul !" jawab putri tanpa melihat lawan bicaranya.


Kevin menatap tajam kearah sang istri yang tak juga mau melirik kearahnya itu. Bukan kevinlah namanya kalau dia akan membiarkan begitu saja di acuhkan oleh wanita yang sudah menjadi istrinya.


" Kak keviiiin....!" teriak putri kesal begitu merasakan pergerakannya terbatas karena kevin memeluknya terlau erat.


" sssttt, aku bukan kakakmu, aku ga mau di panggil kakak !" ujar kevin masih betah pada posisinya menyandarkan kepalanya di bahu sang istri membuat putri semakin geli.


" terus ? mau di panggil apa ? kan emang lebih tua kak kevin dari pada aku !" Jawab putri masih sibuk dengan barang-barang dihadapannya.


" Sayang kek, Honey, atau apalah yang lebih romantis!"


Putri menarik nafas panjang membalik tubuhnya menatap sang suami. Ach, tapi justru jantungnya berdegup tak menentu saat matanya sedekat ini dengan kevin. Padahal niatnya dia hanya ingin meluruskan tentang apa yang menjadi keberatan sang suami.


cup...mana tahan kevin melihat pemandangan indah sedekat itu. Meski belum lama mengenal entahlah kevin merasa ia tak perlu belajar mencintai istrinya lagi karena rasa itu sudah tumbuh sejak awal mereka bertemu.


" Baiklah, mas kevin ?" ucap putri kemudian setelah beberapa detik terdiam akibat serangan mematikan yang di berikan sang suami.


" boleh juga, apa barang-barangmu sudah selesai ? aku ingin makan masakanmu!" ucap kevin bermanja masih dengan posisi yang sama wajah keduanya berhadapan sangat dekat.


Permintaan apa itu ? Buk min sudah masak di bawah kenapa harus aku masak ? batin putri menaikkan satu alisnya memandang heran pria tampan di depannya.


" Apa kamu tidak bisa masak ?" tanya kevin lagi to the point melihat wajah cengo sang istri.


" he...betul sekali !" jawab putri cengengesan.


Kevin hanya mendengus mendaratkan satu kecupan di kening sang istri. Berjalan menuju keluar kamar sebelumnya mencubit gemas pipi wanita di hadapannya.


Selesai sarapan bersama keluarga putri kevin segera berpamitan kepada angga untuk membawa putri tinggal di rumahnya. Seperti yang telah dibicarakan sebelumnya dan angga tentu tidak keberatan. Lagi pula tanggung jawabnya untuk mengurus sang anak kini telah berpindah ketangan sang menantu.


" sering-sering kunjungi papa ya vin!" pesan Angga pada menantunya.


" siap papa, kaya rumah kevin jauh aja, paling cuma 5 langkah !" jawab kevin cengengesan.


Meski baru sehari menjadi suaminya putri sudah mulai hafal dengan sikap kevin. Dan tak ingin menanggapi itu dengan lebih. dia lebih memilih berpamitan kepada sang ayah tanpa menghiraukan orang disampingnya.


" Twins...om ganteng datang !" suara yang sudah sangat di hafal dan selalu membuat fatimah gelagapan itu membuat laura segera berkacak pinggang di depan pintu kamarnya menghadang si pembuat onar untuk menemui kedua bayi mungilnya.


" minggir loe dek, gue mau ketemu twins junior !" titah kevin yang hanya di tanggapi senyuman kecut oleh sang adik.


" kenapa bibir loe monyong kaya gitu ? habis dicium abinya twins ?" tanya kevin masih tak menyadari kesalahannya membuat mata laura semakin melotot mau keluar.


plak....lagi-lagi dengan enteng sendal itu kembali melayang di kepala. Sementara wanita cantik yang dari tadi mengekorinya hanya terkekeh menyaksikan drama kakak beradik itu.


" ngomong lagi sendal gue satunya bakal nyampe di kepala loe juga kak, udah sono keruang tengah, mbak zahra sama kak kevan udah disana !" titah laura ketus.


" gue mau bawa twins kesana dek, biar fatimah nanti sama putri !" ujar kevin memohon.


" kagak, gue bawa anak gue sendiri, noh fatimah nangis tiap denger suara loe yang kaya panci rombeng !" tolak laura segera.


Kevin yang baru menyadari kesalahannya hanya nyengir cengengesan. Bukan kevinlah namanya jika menyerah begitu saja saat berurusan dengan kedua keponakan tercintanya. Kevin tetap memohon sampai luluh juga hati laura melihat wajah memelas kakak laki-lakinya itu.


cup


" cantik dech adeknya kevin yang ganteng ini!" ucap kevin setelah berhasil menakhlukkan induk dua kurcaci kecil yang berhasil dibawa kabur bersama sang istri.


putri yang merasa semakin gila melihat tingkah suaminya itu hanya menggeleng dan menghembuskan nafas kasar menguatkan hati jangan sampai tertular virus berbahaya.


Diruang tengah semua sudah berkumpul termasuk kevan dan istri yang lebih dulu sampai. Laura dan ustadz A'ab menyusul paling belakang karena menyempatkan untuk sholat Dhuha terlebih dahulu dari pada nanti terlewat karena saking asiknya mengobrol dengan keluarga.


" habis buatin adek si kembar dek ?" tanya kevin begitu sang adik dan suami memasuki ruang tempat berkumpulnya semua anggota keluarga itu.


Tanpa suara laura melenggang santai berjalan menuju kearah penanya dan...


plak...sendal yang sedari tertahan akhirnya lolos juga.


" awww, loe suka banget nyiksa kakak ganteng loe ini sih dek !" ringis kevin mengusap bahunya yang panas terkena geplakan sendal dari sang adik.


" gue kan udah bilang kalau loe nyerocos mulu sendal yang gue pake bakal melayang,!" ucap laura santai mengambil anak laki-lakinya dari pangkuan kakaknya yang menyebalk itu kemudian duduk di samping putri yang tengah memangku fatimah.


" Ali gue dek !" protes kevin yang hanya di acuhkan oleh sang adik.


Sementara yang lain hanya menggeleng. Mengenal semalam cukup untuk mengerti bagaimana sikap asli seorang kevin bagi putri. Dan tentu ia sudah tak kaget dengan kelakuan suaminya itu. berbeda dengan Zahra yang hanya melongo melihat kekonyolan keluarga sang suami itu. Ia mengira bahwa yang bar-bar hanya kevin saudara kembar suaminya. pasalnya dari tampang laura Ia sangat anggun begitupun saat mengantar kevan kerumahnya waktu itu. Tak nampak sedikitpun kalau adik iparnya itu sama aja dengan kevin. ya sudahlah mari menikmati pemandangan ini.


" Gimana mbak rasanya di kelonin buaya semalaman ?" tanya laura pada kakak ipar yang tengah memangku anak perempuan si sebelahnya.


Semua orang yang mengerti akan maksud pertanyaan laura pun tergelak. Apalagi melihat ekspresi kevin yang tak terima dibilang buaya oleh sang adik menjadi hiburan tersendiri bagi anggota keluarga yang lain.


Sementara sang suami telah melayangkan tatapan tajam ke arah adik perempuannya, putri justru tertunduk malu karena pertanyaan itu. Apa iya dia harus menjawab kalau buayanya begitu buas sampai tak memberinya kesempatan untuk bersiap terlebih dahulu ?


" kalau mbak zahra mah ga perlu di tanya, kak kevan lemah lembut, so pasti mbak zahra mendapat malam pertama yang romantis !"imbuh laura yang lagi-lagi mengundang tawa semua orang kecuali zahra yang tersipu malu mendengar ucapan adik iparnya itu.


" tepung kali lemah lembut, malam pertama gue juga romantis tau, secara gue kan pujangga !" sahut kevin tak mau kalah dengan pujian sang adik kepada saudara kembarnya.


"romantis apanya, buas iya !" Entah sadar atau tidak kata itu nyatanya keluar dari mulut putri yang sedari tadi hanya terdiam malu-malu.


Tawa kembali menggema dirumah besar Handika di penuhi oleh anak dan menantunya.


Ratih dan Handika begitu bahagia karena anak-anak kesayangan mereka kini telah tumbuh menjadi dewasa dan menemukan kebahagiaan bersama pasangan masing-masing. Meskipun tak bisa selamanya menemani keduanya karena memang itulah fase yang akan di lalui sebuah kehidupan.