Ustadz, I Love U

Ustadz, I Love U
kangen



Tiga hari terasa sangatlah lama bagi sepasang pengantin baru yang tengah hangat-hangatnya memadu kasih. Apalagi dengan penantian yang cukup lama untuk keduanya bisa bersatu sebagai sepasang suami istri. Beruntung di Surabaya laura tak pernah kesepian karena ada sang ibu dan kedua sahabatnya yang selalu bisa mengusir rasa kesepiannya. Apalagi azmi kecil yang selalu lucu dan menggemaskan membuat laura ingin segera memiliki momongan juga seperti azmi agar bisa menemaninya ketika sang suami berada di luar rumah.


" kamu kayaknya udah pengen banget yang kaya azmi ra ?" ujar Fitri melihat laura selalu heboh saat bermain bersama balita itu.


" do'ain ya fit, moga cepet jadi !" ujar laura penuh harap.


"Aamiiin! " sahut aisyah.


" emang udah dibuat ?" berbeda dengan respon aisyah yang lantas mengamini do'a laura , fitri memang lebih senang memancing perdebatan dengan laura meskipun telah akan menjadi seorang ibu.


" kepo loe, !" delik laura


" yach, nek belum di buat yo gimana mau jadi ra !" ujar fitri mencibir.


" sok tau loe fit, mana ada belum di buat minta di do'ain cepat jadi !" sahut laura tak bergeming dari balita di hadapanya.


" wich, jadi sudah ? perasaan siang itu bilang masih lampu merah ? paginya kan ustadz langsung ke bandung ? jangan bilang dari sini waktu itu kamu pulang langsung buat ?" tebak fitri menerka-nerka membuat laura yang semula acuh mendadak memerah dipipinya.


melihat ekspresi itu membuat fitri tergelak seketika. begitupun dengan aisyah yang juga tak bisa menahan tawanya. Tertebak sudah jawaban pertanyaannya dari ekspresi wajah laura yang sudah memerah seperti tomat.


" apa sih, udah ach aku mau pulang tuh ibu' udah slesai masaknya dari rumah ais, !" ujar laura mengalihkan pembicaraan yang kebetulan ibu mertuanya memang baru saja keluar dari ndalem selepas melaksanakan aktivitasnya memasak untuk keluarga ndalem.


" gimana rasanya malam pertama ra, ?" masih tak menyerah fitri terus menggoda sahabatnya yang sudah salah tingkah itu.


" Assalamualaikum! "laura menutup telinga dari godaan fitri dan berlari menuju sang ibu yang sudah menyambutnya dengan senyuman hangat.


" sakit ra ?" teriak fitri tak berhenti meski laura telah jauh.


Aisyah tak henti-hentinya terpingkal dibuat oleh sahabatnya yang tengah hamil besar itu. yang memang suka sekali menggoda laura. Dan paling seru menyaksikan kedua orang itu ketika di persatukan.


Sesampainya dirumah laura segera mengecek ponselnya. kebetulan sang suami mengatakan akan pulang hari ini. Terpampang entah berapa panggikan tak terjawab dari sang suami membuatnya merasa bersalah dan segera memencet tombol panggilan keluarnya.


📱Assalamualaikum


📲wa'alaikumussalam bidadari surgaku, dari mana saja ? dari tadi aku telfon ga di angkat.


📱maaf,  habis ikut ibu' ke pesantren ketemu aisyah sama fitri, hpnya aku tinggal di kamar !"


📲oh, ini aku bentar lagi nyampe sekitar sejaman lah


📱 hati-hati, miss U


📲bikin pengen cepet-cepet nyampe rumah,


📱gombal ich,


📲 ya udah tak tutup dulu ya, Assalamualaikum bidadari surgaku


📱wa'alaikumussalam imam surgaku


Sementara itu dua orang yang sejak tadi mendengar percakapan udara sepasang pengantin baru itu sudah menyiapkan cibiran kepada sahabat perjalananya itu.


" mentang-mentang pengantin baru, bicara mesra-mesraan ga tau tempat! " cibir Ustadz farhan sang pengemudi mobil yang di kendarai tiga orang itu.


" sok tau , siapa bilang ?" sahut ustadz A'ab segera tak terima dengan ucapan ustadz Fauzy.


Dan ucapan itu langsung mendapat respon tawa membahana dari kedua sahabatnya. Apalagi ustadz fauzy yang begitu hebohnya.


"Bukannya si laura masih lampu merah ?" tanya ustadz fauzi menyeringai menahan tawanya.


" ora usah kepo, !" ujar ustadz A'ab berpura-pura datar tak ingin terlihat malu di depan kedua orang sahabatnya itu.


" hahahahaha, kita berdua juga sudah pernah jadi pengantin baru ab, ngapain kepo dengan punyamu !" tawa ustadz Farhan kembali meledak mendengar jawaban sok cool itu.


" yo wes, nek sudah pernah ga usah kepo dengan malam pertamaku, wong yo sudah sama-sama pernah merasakan !" sahut ustadz A'ab yang lagi-lagi dengan wajah sok coolnya.


kedua orang yang menemani pengantin baru itu kembali tak bisa menahan tawanya untuk kesekian kali. meskipun menampakkan wajah datar dan sok cool tetap saja ketara kalau orang itu tengah salah tingkah saat ini.


" Berapa ronde Ab? " tanya ustadz fauzi menaikkan satu alisnya menggoda.


" sudah di bilangin ndak usah kepo, masih kepo aja !" jawab ustadz A'ab melirik malas orang di sampingnya itu.


Dan lagi-lagi tawa itu pecah dari kedua orang yang ada disana mendengar jawaban dari ustadz A'ab. Sampai mobil yang mereka tumpangi telah memasuki pekarangan rumah ustadz A'ab dan disana telah di sambut sang istri dengan senyum manisnya di teras rumah membuat sang bulliyer semakin semangat.


" tuch, udah di sambut bidadari di depan pintu !" kali ini ustadz farhan giliran membuka suara.


" so sweet! " imbuh ustadz fauzy dengan nada alaynya.


" Astagfirullah hal adziiim, ampuni dosa kedua sahabat ku ini ya Allah! " ujar ustadz A'ab yang kemudian turun dari mobil dan menutup kasar pintu mobil yang di tumpanginya. membuat tawa kedua orang yang masih di dalamnya semakin menggelegar.


sementara sang istri yang telah menyambut kedatangannya segera mengambil alih tas yang menyandar di bahu sang suami dan membawanya masuk kedalam rumah setelah mencium tangan sang suami.


" cape ? " tanya laura meletakkan ransel suami pada tempatnya saat keduanya telah berada di dalam kamar.


" kangen !" ujar ustadz A'ab manja dengan membentangkan kedua tangannya.


" idich, sok imut !" geli laura mencubit hidung suami yang bertingkah seperti anak kecil dan akhirnya menyambut pelukan itu.


" emang kamu ndak kangen ?" tanya ustadz A'ab sembari melayangkan kecupan di kening sang istri yang telah berada dalam pelukannya.


" ya kangen lah, 3 hari kaya 4 tahun di amerika !" jawab laura polos membuat gemas sang suami.


" lebay,...


" oh ya, mau aku siapin apa hub ? udah makan ?" tanya laura berusaha menjadi pelayan yang baik untuk sang suami.


" aku mau tidur sama kamu aja,


Jawaban itu seketika membuat pipi laura merona. Jantungnya berdegup kencang tak menentu.


" ga usah mikir aneh-aneh, aku hanya ingin tidur dalam pelukanmu, kalau yang itu nanti malam, aku lelah sekali !" ujar ustadz A'ab menoyor kening sang istri sebelum akhirnya membawanya berbaring bersama dalam dekapannya.


Tentu laura malu karena pikirannya yang terlalu menjurus ke mana-mana, namun bahagia karena orang yang selama tiga hari ini dirindukan telah kembali menghangatkan tubuhnya.


" sudah, tidurlah jangan senyam senyum sendiri !"